Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    CONNECTING TRANSMISSION...
    Home Tidak Ada Kategori

    Update Virus Corona di Dunia 24 Juni: 9,3 Juta Orang Terinfeksi | Inggris Akan Cabut Pembatasan Halaman all - Kompas

    3 min read

    Update Virus Corona di Dunia 24 Juni: 9,3 Juta Orang Terinfeksi | Inggris Akan Cabut Pembatasan Halaman all - Kompas.com

    KOMPAS.com - Penyebaran virus corona secara global, baik dari segi jumlah kasus dan korban jiwa masih terus bertambah dari hari ke harinya.

    Melansir data dari laman Worldometers, total kasus Covid-19 di dunia terkonfirmasi sebanyak 9.341.861 (9,3 juta) kasus hingga Rabu (24/6/2020) pagi.

    Dari jumlah tersebut, sebanyak 5.034.061 (5 juta) pasien telah sembuh, dan 478.908 orang meninggal dunia.

    Kasus aktif hingga saat ini tercatat sebanyak 3.828.892 dengan rincian 3.770.983 pasien dengan kondisi ringan dan 57.909 dalam kondisi serius.

    Berikut 10 negara dengan jumlah kasus virus corona terbanyak:

    1. Amerika Serikat, 2.423.478 kasus, 123.484 orang meninggal, total sembuh 1.017.912.
    2. Brasil, 1.151.479 kasus, 52.771 orang meninggal, total sembuh 613.345.
    3. Rusia, 599.705 kasus, 8.359 orang meninggal, total sembuh 356.429.
    4. India, 456.062 kasus dan 14.483 orang meninggal, total sembuh 258.523.
    5. Inggris, 306.210 kasus dan 42.927 orang meninggal.
    6. Spanyol, 293.832 kasus dan 28.325 orang meninggal.
    7. Peru, 260.810 kasus, 8.404 orang meninggal, total sembuh 148.437.
    8. Cile, 250.767 kasus, 4.505 orang meninggal, total sembuh 210.570.
    9. Italia, 238.833 kasus, 34.675 orang meninggal, total sembuh 184.585.
    10. Iran, 209.970 kasus, 9.863 orang meninggal, total sembuh 169.160.
    Petugas kesehatan mengambil sampel lendir saat tes swab di Pasar Raya Padang, Sumatera Barat, Selasa (09/06).
    ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra
    Petugas kesehatan mengambil sampel lendir saat tes swab di Pasar Raya Padang, Sumatera Barat, Selasa (09/06).

    Kasus virus corona di Indonesia tercatat juga mengalami peningkatan, baik dari jumlah kasus, sembuh, maupun yang meninggal dunia.

    Hingga Selasa (23/6/2020) pukul 12.00 WIB, kasus positif Covid-19 bertambah sebanyak 1.051. Sehingga jumlahnya saat ini menjadi 47.896 orang.

    Sedangkan untuk kasus sembuh, juga ada penambahan sebanyak 506 orang.

    Penambahan itu sekaligus menjadikan total pasien yang telah sembuh menjadi 19.241 orang.

    Namun, pasien yang meninggal dunia karena infeksi Covid-19 ini juga ikut bertambah sebanyak 35 orang.

    Maka, jumlah pasien yang meninggal dunia kini jumlahnya menjadi 2.535 orang.

    AP/Andre Penner
    Seorang pekerja pemakaman menggali mayat seseorang yang dikubur tiga tahun lalu di pemakaman Vila Formosa, yang tidak memungut biaya dari keluarga untuk kuburan, di Sao Paulo, Brasil, Jumat, 12 Juni 2020. Tiga tahun setelah penguburan, sisa-sisa secara rutin digali dan disimpan dalam kantong plastik untuk memberi ruang bagi lebih banyak penguburan, yang meningkat di tengah virus corona baru.

    Seorang hakim federal Brasil memerintahkan Presiden Jair Bolsonaro untuk mematuhi peraturan setempat agar mengenakan masker setiap kali dia berada di luar ruangan di ibu kota, Brasilia.

    "Bolsonaro telah membuat orang lain tertular penyakit yang menyebabkan keributan nasional, kata Hakim Renato Coelho Borelli.

    Keputusan itu muncul setelah Bolsonaro terlihat tak mengenakan masker di berbagai pertemuan publik pada akhir pekan terakhir.

    Distrik federal Brasil mengharuskan orang untuk mengenakan masker di muka umum untuk membantu mengendalikan penyebaran virus.

    Shutterstock
    Pemandangan Kota Kairo, Mesir

    Mesir akan mencabut kebijakan jam malam pada Sabtu (27/6/2020) mendatang meskipun jumlah infeksi baru terus meningkat.

    Restoran dan kafe juga akan diizinkan beroperasi pada seperempat dari kapasitas mereka dan tetap buka sampai pukul 10 malam waktu setempat.

    Sementara masjid dan gereja akan terbuka untuk shalat setiap hari, tetapi tidak untuk shalat Jumat yang memungkinkan dihadiri oleh banyak orang.

    Saat mengumumkan langkah-langkah relaksasi yang baru, Perdana Menteri Mostafa Madbouly mengakui bahwa infeksi meningkat tetapi bersikeras bahwa warga harus belajar untuk hidup dengan pandemi karena pemerintah berupaya membatasi dampak pada ekonomi.

    "Kami masih memiliki kemampuan untuk menyerap jumlah saat ini dan kami juga memiliki cadangan rumah sakit yang ada, angkatan bersenjata dan rumah sakit polisi," katanya.

    Langkah-langkah tersebut nantinya dapat dicabut apabila masyarakat tidak menaati aturan yang telah ditetapkan.

    ANTARA FOTO/REUTERS/TOBY MELVILL
    Warga membawa spanduk saat memprotes karantina dan vaksinasi di depan kantor pusat New Scotland Yard, akibat mewabahnya virus corona (Covid-19), di London, Inggris, Sabtu (2//5/2020). Wabah Covid-19 yang masih menghantui dunia dan berimbas pada banyak sektor kehidupan, memunculkan aksi unjuk rasa di sejumlah negara.

    Inggris diketahui akan mencabut pembatasan lebih lanjut.

    Mengutip Al Jazeera, Selasa (23/6/2020) orang-orang di Inggris akan diizinkan pergi ke pub, mengunjungi bioskop atau museum, pergi ke salon, atau menghadiri kebaktian keagamaan mulai 4 Juli mendatang.

    Walaupun sudah diperbolehkan, warga Inggris harus mematuhi protokol kesehatan yang ketat.

    Tempat-tempat pembuatan tato dan pusat kebugaran belum akan dibuka, serta konser musik masih belum boleh untuk digelar.

    Komentar
    Additional JS