Bukan Pakai Gas Air Mata, Demonstran Tolak RUU HIP Disemprot Cairan Ini Setelah Bubar - Tribunnews
Bukan Pakai Gas Air Mata, Demonstran Tolak RUU HIP Disemprot Cairan Ini Setelah Bubar - Tribunnews
Demonstran yang membubarkan diri disemprot dengan cairan antibakteri, Kamis (16/7/2020) sore.WARTAKOTALIVE, PALMERAH - Bukan disemprot gas air mata, para demonstran di depan Gedung DPR justru disemprot cairan probiotik mikro bakteri saat membubarkan diri.
Sebuah mobil pikap terlihat terparkir di jalur Transjakarta Jalan Letjen S Parman, Slipi Petamburan, Jakarta Barat arah Tomang.
Dua orang pria terlihat berdiri di atas mobil pikap tersebut.
Demonstran yang membubarkan diri disemprot dengan cairan antibakteri, Kamis (16/7/2020) sore. (WARTA KOTA/DESY SELVIANY)
Mereka menyemprotkan cairan dengan selang yang dibawa mobil tersebut.
Fariyanto (52), salah satu koordinator penyemprotan cairan probiotik itu mengatakan, pihaknya memang sengaja menyemprot cairan tersebut kepada para demonstran.
"Karena ini kan kerumunan sehingga berisiko terdapat Virus Corona."
"Maka dari itu kami semprot agar demonstran tidak tertular virus," ujar Fariyanto, ditemui di Jalan Letjen S Parman, Kamis (16/7/2020).
Namun demikian, Fariyanto mengklaim cairan 1.000 liter yang dibawanya lebih ampuh dari cairan disinfektan.
"Ini bukan disinfektan, kalau disemprot disinfektan virus tambah ganas, jadi cuma mabok doang virusnya."
"Kalau disemprot ini mati virusnya," klaim pria yang berasal dari Yayasan Rumah Pancasila itu.
Menurut Fariyanto, penyemprotan cairan antibakteri itu inisiatif dari yayasannya.
Mereka sudah menyemprot cairan antibakteri sejak pukul 10.00 WIB.
"Tadi keliling dari depan Gedung DPR, lalu ke Slipi Petamburan sini," papar Fariyanto.
Ia menyebut akan menyemprot sampai cairan habis.
Sampai pukul 16.30, Fariyanto terlihat masih sibuk menyemprot para demonstran yang melintas di Jalan Letjen S Parman arah Tomang.
Para pengunjuk rasa di depan Gedung DPR mulai membubarkan diri sedari Kamis (16/7/2020) pukul 15.30 WIB.
Iring-iringan demonstran melintas di Jalan Letjen S Parman, Slipi, Palmerah, Jakarta Barat.
Terpantau puluhan aparat berseragam polisi, tentara, dan Satpol PP berjaga di sekitar kawasan Slipi.
Iringan-iringan demonstran terlihat melintas baik berjalan kaki, memakai kendaraan bermotor, dan memakai mobil pikap.
Mayoritas demonstran berjalan ke arah Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Mereka umumnya memakai seragam putih dan membawa bendera hitam.
Sampai pukul 16.00 WIB, para demonstran terlihat masih membubarkan diri.
Sebagian terlihat masih bertahan di depan Gedung DPR.
Lalu lintas di sekitar Jalan Letjen S Parman terpantau ramai lancar saat para demonstran membubarkan diri.
Namun demikian, jalur putar balik dari Jalan Letjen S Parman arah Semanggi ke arah Tomang tampak ditutup untuk mobil aparat.
Selain itu, jalur Transjakarta di Jalan Letjen S Parman arah Tomang juga terlihat masih belum beroperasi penuh.
Halte Slipi Petamburan juga terlihat belum dibuka kembali sampai pukul 16.30 WIB.
Sesekali jalur Transjakarta dijadikan tempat para demonstran berjalan kaki untuk pulang.
Kasat Lantas Wilayah Barat Kompol Purwanta memastikan sampai sore ini pembubaran demonstran berjalan tertib.
"Kami sudah antisipasi arus balik demonstran bersama teman-teman TNI, Dishub, Satpop PP, dan rekan-rekan wilayah kepolisian."
"Alhamdulilah sampai saat ini tidak ada masalah," ujar Purwanta ditemui di Slipi Petamburan, Jakarta Barat.
Para demonstran wilayah Barat yang berunjuk rasa RUU HIP (Rancangan Undang-undang tentang Haluan Ideologi Pancasila), semua sudah kembali menuju markas masing-masing.
Sedangkan demonstran dari wilayah timur sampai pukul 16.00 WIB disebut masih bertahan di depan Gedung DPR.
"Jalur Transjakarta belum dibuka karena demonstran pengunjuk rasa terkait Omnibuslaw dari wilayah Timur belum membubarkan diri."
"Kalau sudah bersih langsung kami buka," jelas Purwanta.
Gedung DPR pada Kamis (16/7/2020) ini dikepung sejumlah aksi demonstrasi.
Beberapa aksi demonstrasi di antaranya untuk menolak RUU HIP dan demo menolak RUU Omnibus Law. (*)