0
News
    Home Tidak Ada Kategori

    Tahun Ajaran Baru Secara Daring, Seluruh Guru Akan Jalani Rapid Test - jawapos.com

    3 min read

    Tahun Ajaran Baru Secara Daring, Seluruh Guru Akan Jalani Rapid Test - jawapos.com

    12 Juli 2020, 04: 13: 05 WIB | Editor : Wijayanto
    Ilustrasi

    Ilustrasi (DOK/JAWAPOS)

    Share this          

    Pembeli Sepi, Pedagang Hanya Bisa Pasrah

    SURABAYA-Setelah libur tiga bulan lebih karena pandemi Covid-19, kini siswa-siswi di Surabaya akan menghadapi tahun ajaran baru 2020/2021. Bersamaan dengan itu, kebijakan kehidupan new normal juga akan segera diterapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). 

    4

    Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya Supomo mengatakan, pihaknya akan menunggu aturan resmi dari pemerintah terkait pelaksanaan kebijakan new normal life pada bidang pendidikan.

    "Kami (Dispendik Surabaya, Red) menunggu aturan resmi. Enggak ingin berandai-andai atau bila, karena belum pasti. Kalau aturannya sudah ada baru kita tindaklanjuti dengan langkah. Biar enggak sia-sia mikirin wacananya," katanya.

    Supomo menjelaskan, ada beberapa statemen dari pejabat Kemendikbud yang menyatakan bahwa pembelajaran dimulai tanggal 13 Juli. Namun, hal ini belum bisa dijadikan pedoman karena belum ada surat resmi.

    Menurutnya, mungkin pengertian awal tahun ajaran baru itu dimulai tanggal 13 Juli 2020, tapi sistem pembelajarannya tidak harus melalui tatap muka langsung. "Seperti kemarin-kemarin yang sudah terjadi (di Surabaya) pembelajarannya melalui daring, jadi seperti itu. Jadi kita masih menunggu petunjuk resmi dari Kemendikbud,"terangnya.

    Lanjut Supomo, pada 13 Juli mendatang ada daerah yang bisa menerapkan sistem pembelajaran langsung melalui tatap muka. Namun, hal ini pastinya harus disesuaikan dahulu dengan kondisi wilayah masing-masing. "Kalau di Surabaya juga menunggu rekomendasi dari Gugus Tugas tentang kondisi di Surabaya. Tentunya nanti analisanya lebih dalam lagi,"imbuhnya.

    Sedangkan untuk sistem pembelajaran melalui daring, Dispendik Surabaya sebelumnya telah menerapkan hal itu. Namun begitu, pihaknya yakin Kemendikbud akan memberikan aturan tentang dimulainya sistem pembelajaran tatap muka di sekolah.Pastinya mereka juga memberikan guidance atau pedoman-pedoman apa saja yang harus dilakukan dan diantisipasi. "Karena saat ini masih dalam kondisi Covid-19, maka kita juga harus sangat peduli dengan kondisi (kesehatan) anak-anak," ungkapnya.

    Mantan Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Surabaya ini pun mencontohkan, sebelum ada pandemi Covid-19, anak-anak biasa berangkat ke sekolah beramai-ramai. Bahkan ketika bermain juga bersama. Namun, ketika dalam perjalanannya dari rumah ke sekolah atau sebaliknya, siapa yang bisa memastikan anak-anak itu menerapkan protokol kesehatan.

    "Begitu sampai di sekolah kita terapkan protokol, tapi pada waktu berangkat dan pulang sekolah siapa yang bisa menjamin anak-anak itu menerapkan protokol kesehatan sebagaimana disiplin. Mungkin kendala-kendala seperti itu kalau (diterapkan) belajar secara fisik (tatap muka)," tegasnya.

    Pihaknya menyatakan masih menunggu surat atau pedoman resmi dari Kemendikbud. Sebab, pedoman resmi itu akan dijadikan pegangan untuk kemudian diterapkan di Kota Surabaya. "Apa yang bisa dilakukan dan apa yang harus diantisipasi, sehingga pembelajaran itu bisa berjalan dengan baik," jelasnya.

    Sementara itu, Kepala Bidang Sekolah Menengah Dispendik Kota Surabaya Sudarminto mengatakan, jadwal masuk sekolah tahun ajaran baru 2020/2021 akan dilaksanakan pada 13 Juli. Namun, Dispendik Kota Surabaya menunggu rekomendasi dari Tim Gugus Tugas Covid-19 mengingat kondisi Surabaya yang sampai saat ini masih masif penyebaran Covid-19. "Sepertinya masuk sekolah di Surabaya pada 4 Januari 2021, namun 13 Juli nanti, MOS dan pembelajaran dilakukan secara daring," terangnya.

    Oleh karena itu, ia meminta sekolah secepatnya untuk membuat protokol kesehatan secara ketat. Hal ini bertujuan agar nantinya apabila sewaktu-waktu gugus tugas Covid-19 merekomendasikan sekolah di Surabaya untuk masuk sekolah pada tahun ini, mereka sudah siap.

    "Kami juga sudah mengadakan rapid test kepada guru-guru di sekolah agar nantinya ketika masuk sekolah bisa siap dan tidak menimbulkan klaster (covid-19) baru di sekolah," pungkasnya. (rmt)

    (sb/mus/jay/JPR)

    Komentar
    Additional JS