0
News
    Home Tidak Ada Kategori

    Update Virus Corona Dunia 16 Juli: 13,6 Juta Kasus | Presiden Brazil Belum Sembuh dari Covid-19 Halaman all - Kompas.com

    3 min read

    Update Virus Corona Dunia 16 Juli: 13,6 Juta Kasus | Presiden Brazil Belum Sembuh dari Covid-19 Halaman all - Kompas.com

    KOMPAS.com – Jumlah kasus virus corona di dunia hingga saat ini masih menunjukkan peningkatan.

    Melansir data dari Worldometers, hingga hari ini, Kamis (16/7/2020), ada 13.662.169 orang terinfeksi virus corona di seluruh dunia.

    Dari angka itu, sebanyak 585.615 orang meninggal dunia, dan 8.016.581 orang telah dinyatakan sembuh.

    Berikut 10 negara dengan kasus Covid-19 terbanyak di dunia:

    1. Amerika Serikat: 3.611.066 kasus, 139.999 orang meninggal dunia, dan 1.636.153 orang sembuh.
    2. Brazil: 1.966.748 kasus, 75.366 orang meninggal dunia, dan 1.255.564 orang sembuh.
    3. India: 970.169 kasus, 24.929 orang meninggal dunia, dan 613.735 orang sembuh.
    4. Rusia: 746.369 kasus, 11.770 orang meninggal dunia, dan 523.249 orang sembuh.
    5. Peru: 337.724 kasus, 12.417 orang meninggal dunia, dan 226.400 orang sembuh.
    6. Cile: 321.205 kasus, 7.186 orang meninggal dunia, dan 292.085 orang sembuh.
    7. Meksiko: 311.486 kasus, 36.327 orang meninggal dunia, dan 193.976 orang sembuh.
    8. Afrika Selatan: 311.049 kasus, 4.453 orang meninggal dunia, dan 160.693 orang sembuh.
    9. Spanyol: 304.574 kasus, 28.413 orang meninggal dunia
    10. Inggris: 291.911 kasus, 45.053 orang meninggal dunia.

    Berikut perkembangan virus corona di beberapa negara:

    Brazil

    Melansir AljazeeraPresiden Brazil Jair Bolsonaro kembali menunjukkan hasil tes positif virus corona.

    Hal ini menunjukkan dirinya belum pulih setelah didiagnosa positif Covid-19 pekan lalu.

    Bolsonaro mengatakan, kesehatannya sejauh ini dalam keadaan baik dan akan melanjutkan kembali pekerjaannya nanti ketika hasil tes negatif.

    Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memakai masker untuk pertama kalinya, saat mengunjungi Rumah Sakit Militer Walter Reed di Bethesda, Maryland, AS, pada 11 Juli 2020.
    REUTERS/TASOS KATOPODIS
    Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memakai masker untuk pertama kalinya, saat mengunjungi Rumah Sakit Militer Walter Reed di Bethesda, Maryland, AS, pada 11 Juli 2020.
    Tim administrasi Trump mengambil kendali atas pengumpulan data rawat inap Covid-19 di AS.

    Sebelumnya, pengumpulan data rawat inap dilakukan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC).

    Hal ini menimbulkan pertanyaan dari sejumlah pihak apakah informasi tersebut akan dipolitisasi saat kasus-kasus Covid-19 di AS masih mengalami peningkatan.

    Sekarang, informasi pasien akan dikirim ke Washington dan dijalankan oleh Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS.

    Hal ini memicu sejumlah kritik karena pelaporan ke publik menjadi lambat dan kasus tak konsisten.

    Vaksin

    Ada lebih dari 75 negara yang menyatakan diri berminat untuk bergabung dengan skema pembiayaan COVAX yang telah dirancang untuk menjamin akses yang cepat dan merata secara global untuk vaksin Covid-19.

    Sebanyak 75 negara akan membiayai vaksin dari anggaran publik.

    Dengan demikian, nantinya 90 negara  mitra yang merupakan negara miskin dapat didukung melalui sumbangan sukarela kepada aliansi GAVI COVAX Advance Market Commitment (AMC).

    Makedonia Utara

    Di tengah pandemi, Makedonia Utara tetap mengadakan pemilihan umum setelah berbulan-bulan menundanya.

    Makedonia Utara, yang merupakan bekas Republik Yugoslavia, memiliki populasi sekitar 2 juta melaporkan kasus sebanyak 8.200 dan 385 kematian.

    Kampanye dibatasi dengan aturan jarak sosial.

    Korea Selatan

    Sebuah kota di Korea Selatan yang menjadi tempat pangkalan militer luar negeri AS terbesar akan melakukan tes kepada para tentara AS yang akan tiba.

    Pasukan AS Korea (USFK) sebelumnya telah melaporkan sedikitnya 25 infeksi virus di antara pasukannya dalam dua minggu terakhir.

    Semua dikonfirmasi saat kedatangan mereka usai menghabiskan waktu dua minggu karantina.

    Inggris

    Menteri Kesehatan Inggris Matt Hancock mengatakan, pemerintah tak akan merekomendasikan pekerja kantor mengenakan masker saat mereka bekerja.

    "Kami tak akan merekomendasikan masker di kantor," kata Hancock, Rabu (15/7/2020).

    Sementara itu, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson menyatakan komitmennya untuk menyelidiki penanganan virus itu di Inggris.

    Para anggota parlemen dari pihak oposisi mendesak untuk melakukan penyelidikan setelah para menteri dikritik karena lamban melakukan kuncian, melakukan uji massal, dan memberikan APD.

    Komentar
    Additional JS