Arkeolog Temukan Sisa Kerajaan Berusia 3.000 Tahun di China | Republika Online
2 min read
Arkeolog Temukan Sisa Kerajaan Berusia 3.000 Tahun di China | Republika Online
Arkeolog China menemukan sisa konstruksi bangunan Kerajaan Yan di masa dinasti Zhou.
Red: Dwi Murdaningsih
Rep: Alkhaledi Kurnialam
REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Arkeolog China menemukan sisa konstruksi bangunan Kerajaan Yan pada masa dinasti Zhou dengan struktur dan lapisan yang jelas di situs peninggalan di Barat Daya Beijing. Penemuan ini diungkapkan oleh institusi warisan budaya kota.
Baca Juga:
Pejabat Administrasi Warisan Budaya Kota Beijing, Wang Jing, konstruksi ini ditemukan di kotaprajaLiulihe di Distrik Fangshan. Luas arean penemuannya dikatakan sekitar 700 meter persegi.
Bagian paling tebal dari konstruksi ini adalah adalah fondasi dengan ketinggian 1,62 meter. Penemuan itu menunjukkan lebih dari empat lapisan konstruksi dan menyimpan jejak kegiatan perbaikan manusia.
"Penggalian ini sangat bermanfaat untuk mempelajari arsitektur awal, struktur bangunan, dan sejarah di daerah tersebut, " kata Wang.
Berita Terkait
Kerajaan Fiktif Mengarang Sejarah
Kerajaan Fiktif Mengarang Sejarah

Situs peninggalan Liulihe diyakini sebagai ibu kota berusia 3.000 tahun selama Dinasti Zhou Barat (1046-771 Sebelum Masehi). Situs ini berisi tembok kota, reruntuhan, dan area pemakaman.
Sejarah lebih dari 3.000 tahun menjadikan situs ini sumber peradaban perkotaan paling awal yang dapat dilacak di Beijing. Wang juga menjelaskan, penyelidikan dan eksplorasi area inti dan area pemakaman situs relik Liulihe dimulai tahun 2019.
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
[Category Opsi Informasi]
[Tags Featured]
Arkeolog China menemukan sisa konstruksi bangunan Kerajaan Yan di masa dinasti Zhou.
Red: Dwi Murdaningsih
Rep: Alkhaledi Kurnialam
Baca Juga:
Pejabat Administrasi Warisan Budaya Kota Beijing, Wang Jing, konstruksi ini ditemukan di kotaprajaLiulihe di Distrik Fangshan. Luas arean penemuannya dikatakan sekitar 700 meter persegi.
Bagian paling tebal dari konstruksi ini adalah adalah fondasi dengan ketinggian 1,62 meter. Penemuan itu menunjukkan lebih dari empat lapisan konstruksi dan menyimpan jejak kegiatan perbaikan manusia.
"Penggalian ini sangat bermanfaat untuk mempelajari arsitektur awal, struktur bangunan, dan sejarah di daerah tersebut, " kata Wang.
Berita Terkait
Kerajaan Fiktif Mengarang Sejarah
Kerajaan Fiktif Mengarang Sejarah
Situs peninggalan Liulihe diyakini sebagai ibu kota berusia 3.000 tahun selama Dinasti Zhou Barat (1046-771 Sebelum Masehi). Situs ini berisi tembok kota, reruntuhan, dan area pemakaman.
Sejarah lebih dari 3.000 tahun menjadikan situs ini sumber peradaban perkotaan paling awal yang dapat dilacak di Beijing. Wang juga menjelaskan, penyelidikan dan eksplorasi area inti dan area pemakaman situs relik Liulihe dimulai tahun 2019.
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
[Category Opsi Informasi]
[Tags Featured]