Astronom Temukan Lubang Hitam Kecil Terdekat Bumi - Republika
5 min read
Astronom Temukan Lubang Hitam Kecil Terdekat Bumi
Lubang hitam kecil ini hanya berukuran 3 kali massa matahari.
Red: Dwi Murdaningsih
Rep: Idealisa Masyrafina
id.wikipedia.org

Lubang Hitam (ilustrasi)
REPUBLIKA.CO.ID, OHIO -- Para astronom mengira telah menemukanlubang hitam terdekat yang diketahui ke Bumi. Benda aneh kecil yang dijuluki 'The Unicorn' yang bersembunyi hanya 1.500 tahun cahaya dari Bumi.
Baca Juga:
Lubang hitam kecil ini hanya berukuran 3 kali massa matahari.
Red: Dwi Murdaningsih
Rep: Idealisa Masyrafina
id.wikipedia.org

Lubang Hitam (ilustrasi)
REPUBLIKA.CO.ID, OHIO -- Para astronom mengira telah menemukanlubang hitam terdekat yang diketahui ke Bumi. Benda aneh kecil yang dijuluki 'The Unicorn' yang bersembunyi hanya 1.500 tahun cahaya dari Bumi.
Baca Juga:
- Ilmuwan Temukan Lubang Hitam Supermasif yang Sedang Bergerak
- Ilmuwan Temukan Planet Mirip Tatooine di Film Star Wars
- Kritik Sarjana Muslim Al Biruni kepada Ilmuwan Hindu India
Kandidat lubang itu berada di konstelasi Monoceros (unicorn). Massanya sangat rendah yakni sekitar tiga kali lipat dari matahari.
Pemimpin tim penemuan Tharindu Jayasinghe, peneliti dari The Ohio State University, dilansir di Space, Kamis (22/4) mengatakan The Unicorn memiliki pendamping, bintang raksasa merah membengkak yang mendekati akhir hidupnya.
Pendamping itu telah diamati oleh berbagai instrumen selama bertahun-tahun, termasuk All Sky Automated Survey dan NASA's Transiting Exoplanet Survey Satellite.
Jayasinghe dan rekan-rekannya menganalisis kumpulan data besar itu dan melihat sesuatu yang menarik. Cahaya raksasa merah bergeser dalam intensitas secara berkala, menunjukkan bahwa objek lain menarik bintang itu dan mengubah bentuknya.
Tim menentukan bahwa objek yang melakukan tarikan kemungkinan besar adalah lubang hitam, yang hanya memiliki tiga massa matahari, berdasarkan detail kecepatan bintang dan distorsi cahaya.
Berita Terkait
Pemimpin tim penemuan Tharindu Jayasinghe, peneliti dari The Ohio State University, dilansir di Space, Kamis (22/4) mengatakan The Unicorn memiliki pendamping, bintang raksasa merah membengkak yang mendekati akhir hidupnya.
Pendamping itu telah diamati oleh berbagai instrumen selama bertahun-tahun, termasuk All Sky Automated Survey dan NASA's Transiting Exoplanet Survey Satellite.
Jayasinghe dan rekan-rekannya menganalisis kumpulan data besar itu dan melihat sesuatu yang menarik. Cahaya raksasa merah bergeser dalam intensitas secara berkala, menunjukkan bahwa objek lain menarik bintang itu dan mengubah bentuknya.
Tim menentukan bahwa objek yang melakukan tarikan kemungkinan besar adalah lubang hitam, yang hanya memiliki tiga massa matahari, berdasarkan detail kecepatan bintang dan distorsi cahaya.
Berita Terkait
- Ilmuwan Temukan Lubang Hitam Supermasif yang Sedang Bergerak
- Ilmuwan Ungkap Medan Magnet Ekstrem di Foto Lubang Hitam EHT
- Peneliti Buktikan Teori Stephen Hawking tentang Lubang Hitam
Lihat juga:
Kota Tambang yang Menyimpan Sejarah Penderitaan Pribumi
Kota Tambang yang Menyimpan Sejarah Penderitaan Pribumi

Sama seperti gravitasi bulan yang mendistorsi lautan bumi, menyebabkan laut membengkak ke arah dan menjauh dari bulan, menghasilkan air pasang yang tinggi. Begitu pula lubang hitam mengubah bintang menjadi bentuk seperti bola dengan satu sumbu lebih panjang dari yang lain.
"Penjelasan paling sederhana adalah bahwa itu lubang hitam, dan dalam hal ini, penjelasan paling sederhana adalah yang paling mungkin,"ujar penulis studi Todd Thompson, ketua departemen astronomi Negara Bagian Ohio.
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Kota Tambang yang Menyimpan Sejarah Penderitaan Pribumi
Kota Tambang yang Menyimpan Sejarah Penderitaan Pribumi
Sama seperti gravitasi bulan yang mendistorsi lautan bumi, menyebabkan laut membengkak ke arah dan menjauh dari bulan, menghasilkan air pasang yang tinggi. Begitu pula lubang hitam mengubah bintang menjadi bentuk seperti bola dengan satu sumbu lebih panjang dari yang lain.
"Penjelasan paling sederhana adalah bahwa itu lubang hitam, dan dalam hal ini, penjelasan paling sederhana adalah yang paling mungkin,"ujar penulis studi Todd Thompson, ketua departemen astronomi Negara Bagian Ohio.
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini