0
News
    Home Tidak Ada Kategori

    Bukan Human Error, KSAL Yakin KRI Nanggala 402 Tenggelam karena Faktor Ini - Suara

    5 min read

    Bukan Human Error, KSAL Yakin KRI Nanggala 402 Tenggelam karena Faktor Ini
    Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono mengklaim kapal selam KRI Nanggala-402 tenggelam bukan karena human error.
    Chandra Iswinarno | Muhammad Yasir
    Minggu, 25 April 2021 | 20:39 WIB
    Bukan Human Error, KSAL Yakin KRI Nanggala 402 Tenggelam karena Faktor IniSejumlah prajurit TNI-AL awak kapal selam KRI Nanggala-402 berada di atas lambung kapal setibanya di Dermaga Koarmatim, Ujung, Surabaya, Jatim, Senin (6/2/2012). Kapal selam tersebut kembali bergabung dengan TNI AL usai menjalani perbaikan menyeluruh di galangan kapal Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering, Okpo, Korea Selatan. [Antara/M Risyal Hidayat]
    Suara.com - Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono mengklaim kapal selam KRI Nanggala-402 tenggelam bukan karena human error.
    Dia meyakini peristiwa nahas itu terjadi lantaran faktor alam.
    "Saya berkeyakinan ini bukan human error tapi lebih kepada faktor alam," kata Yudo saat jumpa pers, Minggu (25/4/2021).
    Kendati begitu, untuk memastikan penyebab tenggelamnya KRI Nanggala-402 akan dilakukan investigasi. Proses investigasi akan dilakukan usai bangkai kapal berhasil diangkat.
    Baca Juga: KSAL Yakin KRI Nanggala 402 Bukan Tenggelam Gegara Human Error
    "Dari awal saya sampaikan kemarin bahwa kapal ini bukan atau tidak human error. Jadi bukan human error, karena saat proses menyelam itu sudah melalui prosedur yang betul," katanya.
    Seluruh Awak Gugur
    Sebelumnya, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menyatakan, seluruh awak KRI Nanggala-402 meninggal dunia alias gugur. Hal itu diketahui berdasar bukti-bukti otentik yang ditemukan.

    Bukti-bukti otentik itu diketahui dari gambar hasil tangkapan kamera dalam air dengan bantuan multibeam sonar, magnetometer, hingga robot dalam air atau ROV (Remotely Operated Vehicle). 
    "Berdasarkan bukti-bukti otentik tersebut, dapat dinyatakan bahwa KRI Nanggala telah tenggelam dan seluruh awaknya telah gugur," ungkapnya.
    Baca Juga: Detik-detik KRI Nanggala 402 Ditemukan Kontak Visual di Kedalaman 838 Meter
    Hadi membeberkan bukti-bukti otentik itu meliputi kemudi vertikal belakang, jangkar, bagian luar badan tekan, kemudi selam timbul, dan bagian kapal KRI Nanggala-402 hingga baju keselamatan awak kapal MK11.
    Dia kemudian menyampaikan rasa duka cita mendalam sekaligus mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk sama-sama mendoakan para patriot terbaik bangsa yang telah gugur tersebut.
    "Dengan kesedihan yang mendalam selaku Panglima TNI saya nyatakan bahwa 53 personel yang on board KRI Nanggala 402 telah gugur," ujarnya.
    Terbelah Tiga
    Satu-persatu fakta dibalik peristiwa tenggelamnya kapal selam KRI Nanggala-402 pun terungkap. Termuktahir, KRI Nanggala-402 disebut terbelah menjadi tiga bagian.
    Yudo menyebut ROV telah menangkap beberapa potongan bagian puing daripada KRI Nanggala-402. 
    "Jadi di sana KRI Nanggala terbelah menjadi tiga bagian," beber Yudo.
    Kekinian, pemerintah Indonesia rencananya akan berkoordinasi dengan International Submarine Escape and Rescue Liaison Office atau ISMERLO. Koordinasi itu dilakukan dalam rangka mengupayakan evakusi kapal selam KRI Nanggala-402 di perairan Bali.
    Hadi mengatakan proses evakuasi KRI Nanggala-402 diperlukan kerja sama internasional.
    "Ini diperlukan karena untuk mengevakuasi KRI Nanggala-402 tentunya diperlukan kerja sama internasional," pungkasnya.

    Baca Juga
    Arti Jalesveva Jayamahe Slogan yang Bergema Usai KRI Nanggala 402 Tenggelam

    [Category Opsi Informasi]
    [Tags KRI Nanggala, Featured] yang
    Komentar
    Additional JS