0
News
    Home Berita Bisnis Featured Keuangan Spesial

    Investor Lepas Surat Utang Negara Akibat Pelemahan Rupiah - Harian Basis

    10 min read

     

    Investor Lepas Surat Utang Negara Akibat Pelemahan Rupiah


    Fajar Ramadhan

    Ilustrasi Surat Utang (Diolah)

    Smallest Font

    Largest Font

    Aksi jual besar-besaran melanda pasar surat utang negara (SUN) pada Kamis (23/4/2026) yang memicu kenaikan imbal hasil di hampir seluruh tenor. Kondisi ini dipicu oleh tekanan terhadap nilai tukar rupiah yang terus melemah hingga melewati level psikologis baru terhadap dolar Amerika Serikat.

    Berdasarkan laporan yang dilansir dari Bloombergtechnoz, pelepasan aset obligasi domestik oleh investor terlihat merata di sepanjang kurva. Tekanan ini terjadi saat mata uang rupiah menyentuh angka Rp17.300 per dolar AS akibat sentimen global dan fluktuasi harga komoditas.

    Data realtime Bloomberg pada pukul 11:15 WIB mencatat lonjakan tajam pada imbal hasil tenor pendek, terutama tenor satu tahun yang naik 9,5 bps ke level 5,75 persen. Peningkatan juga terjadi pada tenor dua tahun sebesar 2,1 bps ke angka 6 persen, sementara tenor tiga dan empat tahun masing-masing melonjak ke 6,2 persen dan 6,42 persen.

    Tren kenaikan ini meluas ke tenor menengah dengan imbal hasil tenor lima tahun meningkat 12,2 bps menjadi 6,48 persen dan tenor enam tahun naik ke 6,49 persen. Bahkan, imbal hasil untuk tenor acuan tercatat merangkak naik hingga mencapai level 6,73 persen.

    Data Kenaikan Imbal Hasil Surat Utang Negara
    Tenor ObligasiKenaikan (bps)Imbal Hasil (%)
    1 Tahun9,55,75
    2 Tahun2,16,0
    3 Tahun10,26,2
    4 Tahun12,26,42
    5 Tahun12,26,48
    6 Tahun7,26,49
    15 Tahun3,76,75
    18 Tahun1,96,81

    Pada segmen tenor panjang, imbal hasil tenor 15 tahun mengalami kenaikan sebesar 3,7 bps ke 6,75 persen dan tenor 18 tahun naik 1,9 bps ke 6,81 persen. Sebaliknya, penurunan tipis justru terjadi pada tenor 11 dan 16 tahun dengan koreksi masing-masing sebesar 0,2 dan 0,5 bps.

    Pelemahan rupiah hingga Rp17.305 per dolar AS dipicu oleh lonjakan harga minyak mentah dunia yang melampaui US$100 per barel serta ketegangan di Timur Tengah. Situasi tersebut mengaktifkan indikator risiko bagi investor asing untuk segera keluar dari pasar obligasi domestik demi menjaga stabilitas aset mereka.

    Editors Team

    Daisy Floren

    Daisy Floren

    • Like

      0

      Like

    • Dislike

      0

      Dislike

    • Funny

      0

      Funny

    • Angry

      0

      Angry

    • Sad

      0

      Sad

    • Wow

      0

      Wow

    Komentar
    Additional JS