0
News
    Home Amerika Serikat Berita Dunia Internasional Featured Iran Konflik Timur Tengah Spesial

    Iran Pastikan Selat Hormuz Tak Mungkin Dibuka Selama AS Blokade Pelabuhan - detik

    2 min read

      

    Iran Pastikan Selat Hormuz Tak Mungkin Dibuka Selama AS Blokade Pelabuhan

    Jakarta -

    Amerika Serikat (AS) masih terus memblokade pelabuhan-pelabuhan Iran. Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf mengatakan tindakan AS tersebut membuat pembukaan Selat Hormuz tak mungkin terjadi.

    Dilansir AFP, Kamis (23/4/2026), Mohammad Bagher Ghalibaf memastikan Iran tidak akan membuka kembali Selat Hormuz selama blokade angkatan laut AS masih berlaku. Ia menyebutnya sebagai "pelanggaran terang-terangan terhadap gencatan senjata".

    "Gencatan senjata lengkap hanya memiliki arti jika tidak dilanggar melalui blokade angkatan laut (AS), membuka kembali Selat Hormuz tidak mungkin di tengah pelanggaran terang-terangan terhadap gencatan senjata," kata Mohammad Bagher Ghalibaf pada X.

    AS Tetap Blokade Pelabuhan Iran

    Sebelumnya diberitakan, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan untuk memperpanjang gencatan senjata dengan Iran. Namun, Trump juga mengatakan kebijakan blokade pelabuhan Iran tetap akan dilanjutkan oleh militer AS.

    "Saya telah mengarahkan militer kami untuk melanjutkan blokade dan, dalam segala hal lainnya, tetap siap dan mampu," kata Trump dilansir Al Jazeera, Rabu (22/4).

    Gencatan senjata AS dan Iran pertama kali dilakukan pada 7 April dan akan berakhir hari ini sebelum akhirnya diperpanjang oleh Trump. Trump mengatakan perpanjangan gencatan senjata kali ini tidak memiliki batas waktu.

    "Oleh karena itu akan memperpanjang gencatan senjata sampai proposal mereka diajukan dan diskusi diselesaikan dengan satu atau lain cara," jelas Trump.

    Trump juga menyinggung pemerintahan Iran saat ini telah terpecah. AS, kata Trump, saat ini masih menunggu pemerintah Iran untuk hadir dalam negosiasi lanjutan di Pakistan.

    "Berdasarkan fakta bahwa Pemerintah Iran sangat terpecah belah, yang tidak mengejutkan, dan atas permintaan Marsekal Lapangan Asim Munir, dan Perdana Menteri Shehbaz Sharif dari Pakistan, kami telah diminta untuk menunda serangan kami terhadap negara Iran sampai para pemimpin dan perwakilan mereka dapat mengajukan proposal yang terpadu," tutur Trump.

    (maa/maa)

    Komentar
    Additional JS