Cetak Biru Sistem Pembayaran Dukung Peningkatan Ekonomi Syariah - BeritaSatu
3 min read
Cetak Biru Sistem Pembayaran Dukung Peningkatan Ekonomi Syariah
Rabu, 21 April 2021 | 16:48 WIB
Oleh: Triyan Pangastuti / FER
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti dalam webinar "Perempuan Tangguh yang Menginspirasi bagi Pembangunan Ekonomi Syariah Indonesia" yang digelar Beritasatu Media Holdings bekerja sama dengan Bank Syariah Indonesia (BSI), Rabu, 21 April 2021. (Foto: Beritasatu,com)
Jakarta, Beritasatu.com - Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti mengatakan, blue print atau cetak biru sistem pembayaran ekonomi dan keuangan syariah yang telah dikeluarkan sejak Juni 2017 merupakan bentuk dukungan BI untuk mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah.
"Kami keluarkan blue print terkait kebijakan pengembangan ekonomi dan keuangan syariah melalui blue print sistem pembayaran" kata Destry dalam webinar "Perempuan Tangguh yang Menginspirasi bagi Pembangunan Ekonomi Syariah Indonesia" yang digelar Beritasatu Media Holdings bekerja sama dengan Bank Syariah Indonesia (BSI), Rabu (21/4/2021).
Destry menjelaskan, terdapat tiga pilar yang saling terkait untuk mendukung ekonomi dan keuangan syariah. Pertama, pemberdayaan ekonomi syariah dengan mengembangkan ekosistem halal value chain.
"Pilar ini akan memperkuat dan menyambungkan dengan seluruh pelaku usaha besar menengah kecil dan mikro, serta melibatkan lembaga pendidikan Islam seperti pesantren, dari hulu ke hilir," jelasnya.
Kemudian, pilar kedua adalah pendalaman pasar keuangan syariah dengan memaksimalkan pengembangan instrumen dan infrastruktur keuangan syariah. "Sementara, pilar ketiga adalah penguatan riset, asesmen dan edukasi dengan cara memaksimalkan penguatan riset dan asesmen ekonomi syariah," tuturnya.
Menurut Destry, pasar keuangan syariah di Indonesia terus berkembang tidak hanya melalui perbankan syariah tetapi juga melalui pasar modal bahkan fintech syariah. Bahkan inklusifitas ekonomi syariah menjadi nilai tambah serta mampu menjadi jembatan untuk mengurangi ketimpangan antara orang kaya dan miskin. Pasalnya hingga saat ini masih ada 130 juta penduduk belum terjangkau oleh akses perbankan.
"Sebanyak 130 juta penduduk kita masih underbankeddan unbankable. Oleh karena itu inklusifitas menjadi sangat penting dan nilai plus dari ekonomi syariah yang bersifat lebih inklusif. Selain itu, ekonomi syariah juga memiliki fungsi sosial dengan adanya sektor zakat, infak, sedekah, dan wakaf," jelasnya.
Sumber: BeritaSatu.com
[Category Opsi Informasi, Teknologi]
[Tags Featured]
Rabu, 21 April 2021 | 16:48 WIB
Oleh: Triyan Pangastuti / FER
Jakarta, Beritasatu.com - Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti mengatakan, blue print atau cetak biru sistem pembayaran ekonomi dan keuangan syariah yang telah dikeluarkan sejak Juni 2017 merupakan bentuk dukungan BI untuk mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah.
"Kami keluarkan blue print terkait kebijakan pengembangan ekonomi dan keuangan syariah melalui blue print sistem pembayaran" kata Destry dalam webinar "Perempuan Tangguh yang Menginspirasi bagi Pembangunan Ekonomi Syariah Indonesia" yang digelar Beritasatu Media Holdings bekerja sama dengan Bank Syariah Indonesia (BSI), Rabu (21/4/2021).
Destry menjelaskan, terdapat tiga pilar yang saling terkait untuk mendukung ekonomi dan keuangan syariah. Pertama, pemberdayaan ekonomi syariah dengan mengembangkan ekosistem halal value chain.
"Pilar ini akan memperkuat dan menyambungkan dengan seluruh pelaku usaha besar menengah kecil dan mikro, serta melibatkan lembaga pendidikan Islam seperti pesantren, dari hulu ke hilir," jelasnya.
Kemudian, pilar kedua adalah pendalaman pasar keuangan syariah dengan memaksimalkan pengembangan instrumen dan infrastruktur keuangan syariah. "Sementara, pilar ketiga adalah penguatan riset, asesmen dan edukasi dengan cara memaksimalkan penguatan riset dan asesmen ekonomi syariah," tuturnya.
Menurut Destry, pasar keuangan syariah di Indonesia terus berkembang tidak hanya melalui perbankan syariah tetapi juga melalui pasar modal bahkan fintech syariah. Bahkan inklusifitas ekonomi syariah menjadi nilai tambah serta mampu menjadi jembatan untuk mengurangi ketimpangan antara orang kaya dan miskin. Pasalnya hingga saat ini masih ada 130 juta penduduk belum terjangkau oleh akses perbankan.
"Sebanyak 130 juta penduduk kita masih underbankeddan unbankable. Oleh karena itu inklusifitas menjadi sangat penting dan nilai plus dari ekonomi syariah yang bersifat lebih inklusif. Selain itu, ekonomi syariah juga memiliki fungsi sosial dengan adanya sektor zakat, infak, sedekah, dan wakaf," jelasnya.
Sumber: BeritaSatu.com
[Category Opsi Informasi, Teknologi]
[Tags Featured]