0
News
    Home Tidak Ada Kategori

    Jepang akhiri Tokyo 2020 dengan pecahkan rekor perolehan medali - ANTARA News

    2 min read

    Jepang akhiri Tokyo 2020 dengan pecahkan rekor perolehan medali
    Minggu, 8 Agustus 2021 14:11 WIB
    Jepang akhiri Tokyo 2020 dengan pecahkan rekor perolehan medali
    Jakarta (ANTARA) - Jepang mengakhiri Olimpiade Tokyo 2020 dengan rekor perolehan 27 medali emas, jauh melebihi rekor tertinggi sebelumnya, yaitu 16 di Olimpiade Athena 2000.

    Manajer umum untuk delegasi nasional Jepang Mitsugi Ogata memuji para atlet dengan mengatakan bahwa dia "senang kami dapat menyampaikan beberapa berita yang menggembirakan," seperti dikutip dari Reuters, Minggu.

    Ada kekhawatiran tentang Olimpiade yang dianggap "tidak perlu" di tengah pandemi, tetapi dengan penampilan para atlet Jepang, penyelenggara "secara bertahap mendapatkan pemahaman publik," kata Ogata.

    Penghitungan total medali Jepang mencapai 58, juga merupakan rekor, dan melebihi rekor tertinggi sebelumnya, yaitu 37 medali di Athena.

    Medali tersebut termasuk selancar ombak, panjat tebing dan skateboard. Ketiganya merupakan olahraga yang debut di Olimpiade Tokyo. 

    Baca juga: Gadis 13 tahun jadi perempuan pertama rebut emas skateboard Tokyo 2020 
    Baca juga: Yuto Horigome sabet emas Tokyo 2020 dari cabang debutan skateboard 

    Jepang juga mencatatkan medali lewat cabang judo, dengan Uta dan Hifumi Abe menjadi saudara kandung pertama dalam sejarah Olimpiade yang memenangi medali emas pada hari yang sama.

    Proyeksi awal oleh perusahaan data Gracenote memperkirakan Jepang mengamankan 60 medali.

    Jepang juga menghadapi beberapa kekecewaan besar ketika bintang tenis Naomi Osaka tersingkir di putaran ketiga, beberapa hari setelah dia menjadi sorotan saat menyalakan kaldron api Olimpiade pada upacara pembukaan.

    Di cabang olahraga golf, Hideki Matsuyama yang memenangi Turnamen Master 2021, gagal mengantongi perunggu di nomor putra.

    Sementara sebagian besar publik tetap menentang Olimpiade tahun ini, setelah ditunda pada tahun 2020 karena pandemi COVID-19, IOC telah menggembar-gemborkan jumlah penonton televisi yang tinggi untuk menunjukkan dukungan publik Jepang terhadap acara olahraga multievent dunia itu.

    Baca juga: Olimpiade Tokyo diklaim tidak sebabkan lonjakan infeksi COVID-19 

    Bahkan, jumlah penonton televisi untuk semifinal sepak bola antara Jepang dan Spanyol pada satu titik melonjak menjadi 43 persen, menurut harian Yomiuri.

    Penyelenggara juga memuji keberhasilan mereka dalam mencegah penyebaran COVID-19 di antara staf dan atlet Olimpiade.

    Namun, kasus virus corona harian di kota tuan rumah membengkak selama Olimpiade, melebihi jumlah sebelumnya, dan sempat mencapai lebih dari 5.000 kasus. 

    Baca juga: Badai tropis Mirinae diprediksi melanda Tokyo saat penutupan Olimpiade 
     
    Pewarta: Arindra Meodia
    Editor: Rr. Cornea Khairany
    COPYRIGHT © ANTARA 2021
    Menpora: Kontingen Indonesia pada Olimpiade Tokyo harus karantina
    Play
    00:00
    Mute
    Settings
    Enter fullscreen

    [Category Opsi Informasi, Olahraga]
    [Tags Featured, Olimpiade Tokyo, Olimpiade 2020, Jepang]
    Komentar
    Additional JS