Kesaksian Warga Afghanistan, Taliban Penggal Anaknya setelah Disiksa seperti Hewan - Kompas TV
Kesaksian Warga Afghanistan, Taliban Penggal Anaknya setelah Disiksa seperti Hewan

KUNDUZ, KOMPAS.TV - Direbutnya Kota Kunduz, yang merupakan Ibu Kota Provinsi Kunduz oleh Taliban, Minggu (8/8/2021), memberikan luka bagi warganya yang harus mengungsi.
Seorang warga Afghanistan yang melarikan diri dari Kunduz mengungkapkan harus menyaksikan putranya disiksa Taliban dan kemudian dipenggal.
Adalah Abdulmanan yang harus melihat bagaimana para milisi itu menghabisi nyawa putranya.
“Mereka mengambilnya. Ia diperlakukan seperti hewan dan kemudian mereka memenggal kepalanya dengan pisau dan melemparkannya,” ujar Abudlmanan kepada AFP dikutip dari France 24.
Para anggota Taliban dikabarkan telah melakukan pembalasan terhadap mantan pejabat pemerintah di kota-kota yang berhasil mereka rebut.
Eksekusi singkat, pemenggalan kepala dan penculikan gadis-gadis untuk pernikahan paksa menjadi kengerian yang diceritakan dari orang-orang yang melarikan diri.
Salah satunya adalah Friba yang mengungkapkan kengerian yang dilihatnya.
“Kami melihat jasad terbaring di dekat penjara. Selain itu juga anjing di dekat mereka,” tutur perempuan 36 tahun yang kabur bersama enam anaknya.
Taliban membantah telah melakukan kekejaman tersebut pada wilayah yang sudah mereka kuasai.
Namun, tak ada cara untuk memverifikasi apa yang terjadi secara independen.
Adapun Taliban terus berusaha menguasai kota-kota di Afghanistan, dan saat ini telah menduduki delapan Ibu Kota provinsi.
Tindakan agresif tersebut dilakukan Taliban setelah tentara Amerika Serikat (AS) dan sekutunya akan meninggalkan Afghanistan sepenuhnya pada akhir bulan ini.
Di Kunduz sendiri para warganya dikabarkan sudah melakukan kegiatan sehari-hari, namun mereka tetap khawatir kembalinya Taliban sebagai penguasa.
Mereka dikabarkan tetap bersiap untuk yang terburuk.
“Masyarakat kembali membuka toko dan bisnis mereka, tetapi Anda bisa melihat ketakutan di mata mereka,” ujar Habibullah, penjaga toko di Kunduz.
Taliban Kuasai 11 Kota, Ribuan Warga Mengungsi
Pengamat: Sepeninggal NATO dan AS, Afghanistan Alami Krisis Legitimasi Besar
Taliban Kepung Afghanistan, Biden Sampaikan Afghanistan Harus Berjuang
Taliban Tidak Ingin Kedamaian Ada di Afghanistan, Kecuali...
RS Swasta di Afghanistan Jadi Korban Serangan Bom Karena Diduga Merawat Militan Taliban
PBB: 50 Distrik Afghanistan Dikuasai Taliban
Diserang Roket! Presiden Afghanistan Tetap Lanjutkan Salat Idul Adha di Halaman Istana
Biden Akan Akhiri Misi Tempur di Irak Pada Akhir Tahun 2021
Raja Salman Ancam Sanksi Warganya yang Nekat ke Indonesia!
Dari Gurita hingga Paus Orca, Ini Induk Hewan yang Punya Sifat Pekerja Keras
Pesawat Pemadam Kebakaran Rusia Jatuh di Pegunungan Turki, Seluruh Awaknya Tewas
Greysia dan Apriyani Jadi Nama Gedung Olahraga Pelajar DKI Jakarta
Jerinx Putuskan untuk Terima Vaksin Sinovac Setelah Berdiskusi dengan Pakde Indro
TNI AL Siapkan Rumah Oksigen untuk Pasien Covid-19 di Surabaya
Peringati HUT Ke-76 RI, Siswa MAN 6 Kepanjen Beri Semangat Nakes Lewat Puzzle Hati
Kasus Covid-19 di Amerika Serikat Melonjak 4x Lipat Dibanding Bulan Juli
Soal Mural Mirip Jokowi, PKS: Yang Kreatif Jangan Dihukum, Tapi Diajak Dialog
Banjir Rendam New Mexico, Warga Wajib Evakuasi
Gempa Guncang Haiti, 304 Warga Tewas
Komnas HAM Dukung Kebijakan KSAD Andika Hapuskan Tes Keperawanan