0
News
    Home Featured

    Tercemar Limbah Ciu, Pengolahan Air Bersih di IPA Semanggi Terganggu

    3 min read

     

    Tercemar Limbah Ciu, Pengolahan Air Bersih di IPA Semanggi Terganggu

    BERDAMPAK KE PELANGGAN: Petugas mengecek air di IPA Semanggi yang tercemar limbah ciu Selasa kemarin (7/9). (M. IHSAN/RADAR SOLO)

    SOLO – Operasional Instalasi Pengolahan Air (IPA) Semanggi sempat dihentikan sementara mulai Selasa pagi (7/9). Ini dilakukan akibat tingginya pencemaran limbah ciu atau alkohol di Sungai Bengawan Solo. Namun, siang harinya sudah mulai beroperasi kembali setelah kondisi membaik.

    Penghentian operasional IPA Semanggi dilakukan sejak pukul 05.30. Setelah petugas operasional intake Purnomo mendapati hasil olahan air berbau menyengat dan berwarna keruh sedikit menghitam.

    “Saya tahunya pagi hari. Langsung saya laporkan ke kantor dan keputusannya untuk menghentikan operasional IPA,” jelas dia.

    Permasalahan limbah alkohol yang kian terasa saat musim kemarau sudah menajadi fenomena rutin setiap tahun sejak beberapa tahun lalu. Tingginya tingkat pencemaran yang mengendap di dasar Bengawan Solo dan turunnya tinggi muka air saat musim kemarau membuat kualitas air minum dari IPA Semanggi tidak sesuai baku mutu. Seperti Permenkes No. 429/2010 tentang Persyaratan Kualitas Air Minum.

    Akibat pencemaran itu, ratusan pelanggan di kawasan Semanggi, Mojo, Sangkrah, dan Gajahan di Kecamatan Pasar Kliwon terancam mengalami krisis air bersih. Namun, sebelum hal itu terjadi IPA sudah kembali bisa beroperasi.

    “Operasional memang sempat dihentikan sementara paginya, tapi siangnya sekitar pukul 14.00 kualitas airnya sudah mulai membaik sehingga bisa diolah lagi,” imbuh Direktur Teknik PDAM Surakarta Tri Admojo.

    Penghentian sementara IPA Semanggi itu dipastikan tidak mengganggu pelayanan dan pendistribusian air bersih kepada pelanggan. Sebab, saat IPA dihentikan sementara selama beberapa jam, cadangan air di reservoir masih cukup untuk memenuhi kebutuhan pelanggan hingga IPAu bisa kembali dioperasikan seperti sebelumnya. “Layanan tidak terganggu dan tidak sampai mengirimlkan bantuan air melalui truk tangki,” papar dia.

    Ke depan pihaknya berharap semua pihak lebih peduli terhadap kualitas air dan Sungai Bengawan Solo. Mengingat air dari sungai itu juga difungsikan sebagai bahan olahan air minum oleh PDAM untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

    Dia memberikan bocoran bahwa rencana pembuatan IPAL untuk industri alkohol di sekitar Bengawan Solo yang sempat diinisiasi oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pada 2019 lalu itu kembali diusulkan ke pemerintah pusat.

    “Saya pernah melihat itu di Kali Samin, anak sungai yang berjarak 1,3 kilometer dari IPA Semanggi. Limbah itu (pengolahan ciu) dibuang secara manual ke drainase, kemudian mengalir ke Kali Samin. Akhirnya masuk ke Bengawan Solo. Harapannya semua pihak ikut memperhatikan dan mengawasi agar tidak ada yang membuang limbah ke sungai,” beber Tri Atmojo.

    Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming memastikan akan menggelar koordinasi dengan kabupaten sekitar terkait pencemaran Sungai Bengawan Solo. “Ya nanti kami bicarakan dengan bupati-bupati sekitar. Betul-betul pencemaran itu memang berdampak ke Solo,” tutur wali kota. (ves/bun/dam)

    Komentar
    Additional JS