0
News
    Home Banjir Bencana Featured Lintas Peristiwa Lombok Tengah Spesial

    BREAKING NEWS: Banjir Terjang Sejumlah Dusun di Desa Kuta Lombok Tengah, Ratusan KK Terdampak - Tribunnews

    5 min read

     

    BREAKING NEWS: Banjir Terjang Sejumlah Dusun di Desa Kuta Lombok Tengah, Ratusan KK Terdampak

    Banjir akibat hujan deras 24 jam menerjang Dusun Mengalung dan Rangkap 2 di Desa Kuta, Lombok Tengah, berdampak pada sekitar 200 KK.



    Ringkasan Berita:
    • Banjir akibat hujan deras 24 jam menerjang Dusun Mengalung dan Rangkap 2 di Desa KutaLombok Tengah, berdampak pada sekitar 200 KK.

    • Air merendam rumah dan merusak harta benda warga; drainase sempit serta pembangunan vila diduga memperparah kondisi.

     

    TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TENGAH - Banjir menerjang sejumlah dusun di Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Selasa (24/2/2026), setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut sejak sehari sebelumnya.

    Berdasarkan video yang beredar di media sosial, banjir parah terjadi di Dusun Mengalung, Desa Kuta. Air berwarna kecokelatan tampak mengalir deras dan keluar dari sudut-sudut halaman rumah warga. Bahkan, dalam rekaman tersebut terlihat seorang warga negara asing dievakuasi oleh masyarakat setempat.

    Salah seorang warga Desa Kuta, Alus Darmiah, mengatakan hujan yang turun hampir selama 24 jam menjadi penyebab utama banjir di wilayah tersebut.

    “Iya karena hujan dari kemarin Senin, 24 jam lah membuat rumah di Dusun Mengalung banjir,” ungkap Alus.

    Ia juga menyoroti faktor lain yang diduga memperparah kondisi banjir, yakni maraknya pembangunan vila di kawasan perbukitan yang dinilai kurang memperhatikan aspek lingkungan.

    “Selain intensitas hujan, banyaknya pembangunan vila juga yang kurang memperhatikan lingkungan juga jadi pemicu,” kata Alus.

    Baca juga: Pemprov NTB akan Normalisasi Sungai di Desa Obel-obel Lombok Timur yang Terdampak Banjir

    Selain Dusun Mengalung, banjir juga menerjang Dusun Rangkap 2 yang lokasinya tidak jauh dari kawasan Sirkuit Mandalika. Kondisi di dusun tersebut dilaporkan cukup memprihatinkan.

    Efendi, warga Dusun Rangkap 2, mengaku ketinggian air membuat situasi tidak lagi sekadar banjir biasa.

    “Ini bukan lagi banjir tapi kita ini tenggelam, sudah melebihi dada orang dewasa” kata Efendi melalui sambungan telepon.

    Ia menyebutkan sedikitnya 200 kepala keluarga (KK) terdampak akibat peristiwa tersebut. Banjir juga menyebabkan kerugian material yang cukup besar bagi warga.

    “Ada sekitar 200 KK, hewan ternak warga hilang, tembok rumah hancur hingga lapak-lapak warga tempat berjualan terbawa banjir,” kata Efendi.

    Menurutnya, kondisi drainase yang sempit turut memperluas genangan air di permukiman warga.

    “Mungkin kalau kerugian untuk pribadi ada sekitar lebih 10 juta, motor saya terendam, terus kamar tidur dan perangkat elektronik,” kata Efendi.

    Saat ini warga masih berupaya membersihkan sisa lumpur dan menyelamatkan barang-barang yang masih bisa digunakan.

    (*)


    Komentar
    Additional JS