0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita BNPB Featured Lintas Peristiwa Spesial

    BNPB: Sebanyak 1.051 Bencana Terjadi di Indonesia hingga Pertengahan 2026 - TVRI

    3 min read

     

    TVRI News - Portal Berita Terpercaya Indonesia


    epala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto. (Foto: Youtube TVR Parlemen)

    TVRINews, Jakarta

    Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Suharyanto mengungkapkan sebanyak 1.051 bencana telah terjadi di Indonesia hingga pertengahan 2026.

    Hal itu disampaikan Suharyanto dalam rapat kerja bersama Komisi VIII DPR RI di Jakarta Selatan, Rabu, 10 Juni 2026, yang juga dihadiri sejumlah menteri terkait pembahasan anggaran penanggulangan bencana.

    Dalam rapat tersebut, Suharyanto mengingatkan seluruh pihak agar meningkatkan kewaspadaan karena jumlah dan dampak bencana di Indonesia terus meningkat setiap tahun.

    “Kami mohon untuk menjadi perhatian kita semua bahwa semakin hari, semakin minggu, semakin bulan, semakin tahun, bencana di NKRI yang kita cintai semakin besar, baik jumlah kuantitas maupun kualitasnya,”ujar Suharyanto dalam keterangan yang diterima tvrinews, Rabu, 10 Juni 2026.

    Ia menjelaskan, total 1.051 bencana yang tercatat merupakan kejadian yang ditangani pemerintah pusat melalui BNPB bersama kementerian dan lembaga terkait.

    “Selanjutnya kami izin laporkan, di tahun 2026 sampai kemarin ini, kami sudah atau sudah terjadi 1.051 kali bencana. Sekali lagi ini bencana-bencana yang ditangani oleh pemerintah pusat melalui BNPB dan kementerian/lembaga terkait,”jelasnya.

    Menurut Suharyanto, Indonesia saat ini mulai memasuki periode bencana hidrometeorologi kering setelah sebelumnya menghadapi bencana hidrometeorologi basah.

    “Untuk 2026 ini, kami baru saja melewati bencana-bencana hidrometeorologi basah, dan kita akan memasuki bencana hidrometeorologi kering, jadi kebakaran hutan dan lahan,”ucapnya.

    Ia juga menyinggung potensi fenomena El Nino yang diperkirakan terjadi pada 2026. Namun, berdasarkan informasi BMKG, kondisi El Nino tahun ini masih berada pada kategori moderat sehingga belum memicu kekeringan ekstrem.

    “Alhamdulillah, meski beberapa waktu lalu ada informasi di 2026 ini ada kekeringan atau El Nino bahkan dikatakan Godzila di mass media, tetapi ternyata dari BMKG nyatakan di 2026 ini masih El Nino moderat, artinya masih banyak hujan,”lanjutnya.

    “Memang lebih panas dari 2025, tetapi belum masuk kekeringan ekstrem,”pungkasnya.

    Suharyanto juga melaporkan sejumlah wilayah mulai mengalami kebakaran hutan dan lahan, di antaranya Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Jambi, hingga Aceh Barat. Meski demikian, kondisi tersebut dinilai masih terkendali dan belum memerlukan penanganan khusus berskala besar.

    “Kami laporkan di Riau, Sumsel, Kalbar, dan Jambi ini sudah terjadi karhutla termasuk terakhir di Aceh Barat, namun ini belum bersifat perlu perhatian khusus,”tuturnya.

    Komentar
    Opsi Lain
    Additional JS