0
News
    Home APPMBGI Berita Featured Makan Bergizi Gratis Romadhon Spesial

    Ketua APPMBGI Sulteng Buka Suara Soal Anggaran Menu MBG di Bulan Ramadan - Tribunnews

    8 min read

     

    Ketua APPMBGI Sulteng Buka Suara Soal Anggaran Menu MBG di Bulan Ramadan

    Dalam unggahannya di salah satu sekolah di Kelurahan Kayumalue Ngapa, Kota Palu, tampak ia memperlihatkan menu MBG.

    Ringkasan Berita:
    • Ketua Asosiasi Pengusaha dan Pengelola Dapur Makan Bergizi Gratis Indonesia (APPMBGI) Sulawesi TengahKartini Malarangan, menjelaskan alokasi anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama Ramadan.
    • Anggaran MBG sebesar Rp15.000 per hari per anak tidak sepenuhnya untuk bahan makanan.
    • Jika ada menu MBG yang dianggap tidak sesuai, masyarakat diminta melapor agar dapat diberikan teguran kepada dapur SPPG terkait.

    Laporan Wartawan TribunPalu.com, Supriyanto Ucok

    TRIBUNPALU.COM, PALU - Ketua Asosiasi Pengusaha dan Pengelola Dapur Makan Bergizi Gratis Indonesia (APPMBGI) Sulawesi Tengah (Sulteng), Kartini Malarangan memberikan penjelasan terkait ramainya pembahasan warga terkait program MBG di bulan Ramadan.

    Kartini Malarangan melalui akun sosial media pribadinya (FB) mengatakan bahwa anggara program MBG di bulan ramadan yaitu sebesar Rp.15.000 perhari untuk 1 jiwa tidak diperuntukkan penuh untuk membelu bahan makanan.

    "Selaku pribadi dan ketua APPMBGI Sulawesi Tengah, Izin saya beri penjelasan sedikit bahwa Rp.15.000 itu bukan full Belanja Logistik/bahan Makanan tapi sudah include dengan Sewa dapur sama Mitra dan Operasional," tulis Kartini di akun pribadinya pada Senin (23/2/2026).

    Ia juga merincikan belanja dengan anggaran Rp.15.000, diantaranya :

    1. Rp.10.000 = Belanja Bahan Baku Makanan.
    2. Rp.3000 = Operasional yakni gaji Karyawan 47 orang dan lainnya termasuk beli sabun cuci piring, kantong sampah, tali rapiah, dan keperluan operasional dapur lainnya.
    3. Rp.2000 untuk sewa dapur dan segala perangkat operasional.

    Baca juga: 82 Peserta Seleksi Terbuka JPT Pratama Pemprov Sulteng Berebut 12 Jabatan Strategis

    Ketua APPMBGI itu juga menyampaikan apabila terdapat menu MBG yang dianggap tidak sesuai maka dapat dilaporkan kepada pihaknya agar dapat memberikan teguran kepada dapur SPPG yang bersangkutan.

    "Semoga dengan sedkit penjelasan dari saya bisa sedikit dipahami dan dimengerti tentang alokasi Anggaran 15.000 dari BGN," katanya dalam postingan 2 jam yang lalu.

    Postingan ketua APPMBGI Sulteng di akun sosial media FB miliknya itu mendapat berbagai macam komentar dari netizen mulai dari yang mendukung hingga sebaliknya.

    "Mantap buketua yang baik hati, Anakku tadi disekolah dapat buah naga/sosis/susu dan makaroni kalau dihitung lebih sih anggarannya dari 10.000. Alhamdulillah sampe rumah buah naga diolah jadi jus diblender sama susu kemasannya, makaroni dan sosis dibuat pasta jadi deh menu buka puasanya," kata salah satu akun dikolom komentar.

    Baca juga: Wabup Parigi Moutong Minta DPMPTSP Jemput Bola, Bantu Pedagang Sembako Urus Izin Usaha

    "Kalau anak saya di sekolah tadi, 1 bungkus kecil kacang makaroni dengan 1 biji pisang kira-kira harga brpa itu, tapi sebenarnya bukan nilai uang nya tapi tujuan program MBG itu menurunkan angka stunting. Apakah sudah memenuhi, kalau sudah ada  yang memenuhi Alhamdulillah," tulis akun lainnya.

    Polemik menu MBG di bulan ramadan ini pertama kali dihimpun TribunPalu.com lewat salah satu akun pribadi milik @Wahida Wati.

    Dalam unggahannya di salah satu sekolah di Kelurahan Kayumalue Ngapa, Kecamatan Palu Utara, Kota Palu, tampak ia memperlihatkan menu MBG yang dibagikan untuk porsi selama dua hari.

    Di dalam video tersebut, seorang yang diduga merupakan seorang guru di sekolah itu mengangkat dua menu MBG.

    Anehnya, MBG itu tidak dibagikan menggunakan ompreng seperti biasanya, namun dibagikan hanya dibungkus dengan plastik kresek putih.

    Baca juga: Ketua DPRD Parigi Moutong Salurkan Bantuan 25 Tangki Septik di Desa Baliara

    Seorang guru yang menggunakan dinas ASN dengan jilbab putih bercorak itu mengeluarkan seluruh menu dari plastik itu.

    Dari keterangan dalam video itu, untuk menu MBG di hari senin, terdapat susu 1 kotak, pisang 2 buah, roti 1 bungkus dan telur puyuh 4 butir.

    Mirisnya, di hari Selasa atau esoknya, anak sekolah diberikan menu yang hanya berisi roti 1 bungkus, kurma 3 butir dan kacang asin 1 bungkus.

    Guru itu menjelaskan dengan memberikan keterangan harga ditiap menu yang dibagikan.

    "Ini yang dimaksudkan MBG yang anggarannya 15 Ribu perhari, kasian ya," kata ibu dengan mengangkat menu MBG itu.

    Ia meminta kepada pemerintah daerah dan nasional untuk melakukan evaluasi terhadap program Makan Bergizi Gratis selama bulan ramadhan kali ini.

    "Kalau seperti ini sama dengan pembodohan pak," katanya dalam video yang diunggah sekitar 1 jam yang lalu. (*)


    Komentar
    Additional JS