0
News
    Home Featured

    Soal Oknum Polisi, Kapolri: Jangan Ragu Pecat dan Pidanakan Anggota yang Melanggar - Pikiran-Rakyat

    4 min read

     

    Soal Oknum Polisi, Kapolri: Jangan Ragu Pecat dan Pidanakan Anggota yang Melanggar - Pikiran-Rakyat.com

    PIKIRAN RAKYAT - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menginstruksikan secara tegas kepada seluruh jajarannya untuk memberikan tindakan tegas kepada oknum anggota kepolisian yang melanggar aturan saat menjalankan tugasnya. 

    Sigit menekankan kepada seluruh Kapolda dan Kapolres untuk tidak ragu memberikan sanksi tegas berupa pidana atau Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) kepada personelnya yang tidak menjalankan tugas sesuai aturan. 

    "Perlu tindakan tegas jadi tolong tidak pakai lama, segera copot, PTDH, dan proses pidana. Segera lakukan dan ini menjadi contoh bagi yang lainnya. Saya minta tidak ada Kasatwil yang ragu, bila ragu, saya ambil alih," kata Sigit dalam keterangannya kepada jajaran melalui virtual di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa, 19 Oktober 2021.

    Mantan Kapolda Banten ini mengatakan, perbuatan oknum anggota kepolisian telah merusak marwah dari institusi Polri. 

    Hal itu juga telah menciderai kerja keras dan komitmen dari personel Korps Bhayangkara yang telah bekerja secara maksimal untuk masyarakat. 

    Sigit mencontohkan kerja keras dan perjuangan anggota Polri yang positif adalah dengan berjibaku melakukan penanganan dan pengendalian pandemi Covid-19. 

    Diantaranya, memastikan penyaluran bansos tepat sasaran, melakukan akselerasi vaksinasi dan memastikan protokol kesehatan (prokes) berjalan dengan baik. 

    Muhammad Rizky Pradila 19 Oktober 2021, 18:54 WIB
    Kapolri didampingi Kapolda Metro Jaya melakukan tinjauan ke GBI Kemayoran saat Paskah
    Kapolri didampingi Kapolda Metro Jaya melakukan tinjauan ke GBI Kemayoran saat Paskah /Pikiran-Rakyat.com/ Muhamad Rizky Pradila

    Oleh karena itu, Sigit berharap dengan adanya tindakan tegas kepada oknum polisi yang melanggar aturan dapat memberikan efek jera. 

    Mengingat, kelakuan dari oknum tersebut berpotensi menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri, yang selama ini telah mendapatkan tren positif.

    "Saya tidak mau kedepan masih terjadi hal seperti ini, dan kita harus melakukan tindakan tegas. Karena kasihan anggota kita yang sudah kerja keras, yang cape yang selama ini berusaha berbuat baik, terus kemudian hancur gara-gara hal-hal seperti ini. Tolong ini disikapi dengan serius, kemudian lakukan langkah-langkah konkret yang baik," ujarnya.

    Disisi lain, mantan Kabareskrim Polri itu juga memberikan apresiasi kepada seluruh personel yang selama ini telah berjuang dan bekerja keras yang menjaga nama baik institusi, serta bekerja untuk kepentingan Bangsa Indonesia. 

    Ia berharap, perilaku oknum tersebut tak mengendorkan semangat personel yang telah bekerja baik selama ini. 

    "Saya berikan apresiasi atas kerja keras, tetap semangat dan yakini apa yang dilakukan dilapangan benar sesuai SOP. Namun bila ada kesengajaan dan pelanggaran dari oknum yang bisa menjatuhkan marwah institusi, maka saya minta tak ada keraguan untuk memberikan tindakan tegas," ucapnya.

    Oleh karena itu, Sigit menegaskan, kedepannya seluruh jajaran Polri harus mampu membaca situasi kapan harus mengedepankan pendekatan humanis, dan kapan harus melakukan tindakan tegas. 

    "Jadi lakukan langkah-langkah kapan rekan-rekan harus humanis, kapan rekan-rekan laksanakan langkah-langkah tegas dilapangan sebagaimana SOP yang berlaku. Itu semua ada ukuran," tuturnya.

    Muhammad Rizky Pradila 19 Oktober 2021, 18:54 WIB
    Kapolri didampingi Kapolda Metro Jaya melakukan tinjauan ke GBI Kemayoran saat Paskah
    Kapolri didampingi Kapolda Metro Jaya melakukan tinjauan ke GBI Kemayoran saat Paskah /Pikiran-Rakyat.com/ Muhamad Rizky Pradila

    Sementara itu, Sigit juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat yang telah memberikan masukan dan kritiknya. Menurutnya, semua aspirasi tersebut akan dijadikan bahan evaluasi demi kebaikan dan kemajuan Polri. 

    Sigit memastikan, Polri lembaga yang terbuka, sehingga tidak anti-kritik, apalagi masukan yang sifatnya membangun untuk menjadikan lebih baik lagi kedepannya. 

    "Jangan anti-kritik, apabila ada kritik dari masyarakat lakukan introspeksi untuk menjadi lebih baik," katanya.***

    Halaman:
    Komentar
    Additional JS