0
News
    Home Featured

    12 Tahun Jadi Dosen UI, Wanita Ini Pilih Mundur untuk Jualan Arem-arem Mie - inews

    4 min read

     

    12 Tahun Jadi Dosen UI, Wanita Ini Pilih Mundur untuk Jualan Arem-arem Mie

    12 Tahun Jadi Dosen UI, Wanita Ini Pilih Mundur untuk Jualan Arem-arem Mie
    Tini Ismiyani, owner Arem Arem Mie Aremie Hj. Rully. (Foto: Istimewa)

    JAKARTA, iNews.id - Memiliki pekerjaan tetap yang terjamin di masa pandemi Covid-19 menjadi impian banyak orang. Namun tidak bagi Tini Ismiyani, seorang dosen Universitas Indonesia (UI). 

    Pada Tahun 2000 saat pandemi Covid-19 melanda dunia, Tini justru memilih meninggalkan profesinya sebagai dosen UI, pekerjaan yang telah ditekuninya selama 12 tahun.  Dia kemudian terjun ke usaha kuliner yang telah lama menjadi mimpinya, yakni menjual arem-arem mie

    Tini menjelaskan, alasannya mengundurkan diri sebagai dosen di Universitas Indonesia karena ingin memulai usaha di rumah, dimana, melestarikan resep kuliner tradisional milik ibu mertuanya, yakni arem-arem mie atau lontong mie, salah satu jenis kuliner yang mulai langka. 

    Selain memiliki hobi masak, Tini dan suami memiliki cita-cita yang cukup tinggi karena ingin membuka lapangan pekerjaan bagi orang banyak, sehingga manfaatnya dapat terasa lebih luas. 

    “Menjadi dosen merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat sebagai tenaga pendidik. Jadi pengusaha juga bentuk pengabdian kepada masyarakat untuk membuka lapangan kerja serta meningkatkan perekonomian banyak orang. Setelah mencapai mimpi saya sebagai tenaga pendidik, kini saya memiliki mimpi untuk memberikan manfaat kepada masyarakat dari sisi ekonomi,” ujar Tini, Rabu (24/11/2021). 

    Jangan takut bermimpi, kata Tini. Setiap orang harus berani mencoba dan terus belajar. Jangan takut dengan kegagalan, karena kegagalan dan jatuh itu adalah cara terbaik untuk kita bisa melompat lebih tinggi. 

    Tini kini menjadi owner Arem Arem Mie Aremie Hj. Rully yang berlokasi di jalan Kelapa Dua Raya No. 36, Tugu, Cimanggis, Depok, Jawa Barat. 

    Ibu empat anak ini memutuskan resign pada 2020 di tengah hantaman pandemi. Sebuah keputusan yang sangat berani untuk mundur dari dosen dan banting setir menjadi pengusaha kuliner arem-arem mie. 

    "Saat di rumah itu banyak waktu lebih, selain sambil mengurus anak, saya pun berpikir waktu luang ini harus dimanfaatkan. Akhirnya, sesuai hobi saya, saya mencoba masak. Lalu berpikir kira-kira masak apa bisa dijual dan dinikmati banyak orang. Kemudian saya memiliki ide untuk melanjutkan resep ibu yakni arem-arem mie. Kemudian saya coba terus belajar. Saya jual ke tetangga dan teman-teman dekat, ternyata responnya bagus," tutur Tini.

    Dia menuturkan, setiap hari sekitar pukul 02.00 pagi, di saat orang masih tidur nyenyak, dia sudah berjibaku di dapur untuk membuat arem-arem mie. Sekadar informasi, arem-arem mie merupakan makanan sejenis lontong yang terbuat dari bahan dasar mie, bukan dari nasi. Proses pembuatan arem-arem mie memakan waktu hingga 4-5 jam.

    "Resep ibu ini kami kembangkan. Ibu dulu hanya berjualan ke tetangga dan ibu-ibu pengajian. Padahal, cita-cita ibu dulu ingin punya usaha kuliner besar, tapi belum bisa ibu wujudkan. Maka sekarang bisa kami wujudkan," ungkap Tini.

    Tini bercerita, pada awalnya yang mengerjakan hanya dia seorang. Dia pun dibantu sang suami untuk memasarkannya. Seiring perjalanan waktu, pesanannya makin banyak. Hingga akhirnya mereka memutuskan membuka gerai di rumah dibantu beberapa adiknya. 

    "Sudah terlalu banyak pesanan, akhirnya kami memutuskan untuk membuka gerai dan kami juga fokus ke pengembangan usaha. Ini karena saya lihat usaha ini bisa bermanfaat membuka lapangan pekerjaan dan banyak kebermanfaatan lainnya apabila diseriusi dengan baik," kata Tini.

    Hanya dalam waktu setahun, Aremie Hj. Rully miliknya kini telah memiliki 5 gerai dan mempekerjakan 15 orang karyawan serta mampu memproduksi hingga 9.000 butir arem arem mie setiap bulannya. Selain di Depok, juga terdapat di Stasiun MRT Lebak Bulus, Kemang, Kemanggisan, dan Kelapa Gading.

    Arem-arem mie ini cukup langka ditemukan. Hingga saat ini, belum terlalu banyak kompetitor yang serius di usaha jenis ini, bahkan sebagian orang masih belum familiar dengan arem-arem mie. Oleh karena itu, Tini berharap kuliner arem-arem mie dari Aremie Hj. Rully bisa lebih eksis. 

    "Belum ada yang dagang ini secara serius, tapi kami melihatnya peluang dan berprospek bagus," ujar Tini. 

    Editor : Jeanny Aipassa

    Bagikan Artikel:
    line sharing button
    Komentar
    Additional JS