Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    CONNECTING TRANSMISSION...
    Home Berita Featured Mandra Si Doel Spesial Tanjidor

    Mandra Luruskan Penyebutan Tanjidor Selama Ini Salah Gegara Sinetron Si Doel - detik

    3 min read

     

    Mandra Luruskan Penyebutan Tanjidor Selama Ini Salah Gegara Sinetron Si Doel


    Jakarta -

    Mandra mengungkapkan selama ini masyarakat mengenal musik tradisional Betawi dengan sebutan tanjidor. Namun, menurut Mandra istilah yang sudah telanjur populer itu ternyata salah kaprah.

    Mandra mengungkapkan kalau penyebutan tanjidor yang dikenal luas saat ini justru berawal dari sinetron legendaris Si Doel Anak Sekolahan yang dia bintangi.

    "Hal yang kayak begitu yang perlu dibenahi. Satu contoh macam seperti apa yang tadi situ bilang, dengan adanya sebutan tanjidor. Ini yang perlu diluruskan. Tanjidor itu dengan sebutan yang salah," kata Mandra saat ditemui di Studio Trans 7, Warung Buncit, Jakarta Selatan, kemarin.

    Menurut Mandra, kesalahan penyebutan ini sudah berlangsung lama hingga akhirnya dianggap benar oleh banyak orang. Padahal, kata dia, masih banyak masyarakat bahkan seniman Betawi sendiri yang belum memahami sejarah dan istilah asli dari kesenian tersebut.

    "Macam kayak bahasa kata panjak, anak wayang, kan kadang maaf ya, si senimannya sendiri banyak yang salah. Ya kadang-kadang itu ya senimannya sendiri aja nggak paham. Banyak," ujarnya.

    Lebih lanjut, Mandra menjelaskan kata yang benar sebenarnya adalah tanji. Sementara kata dor yang selama ini melekat di belakangnya punya arti tersendiri.

    "Dor itu bodoran (lawakan). Kalau mungkin era sekarang tahunya... komika karena ada lawakannya," jelas Mandra.

    Penyebutan tanjidor mulai booming sejak era 90-an, tepatnya setelah muncul dalam sinetron Si Doel Anak Sekolahan. Dari situlah istilah tersebut kemudian menyebar luas dan digunakan masyarakat hingga sekarang.

    "Kayak tanjidor. Tanjidor nggak ada. Lo mesti tahu asal usul, kok kenapa bisa disebut tanjidor? Lo kenalnya tahun berapa? Tanjidor tuh tahun berapa? 90-an mungkin, dengan kata bahasa tanjidor gara-gara Si Doel yang bilangnya tanjidor," bebernya.

    Karena itulah, Mandra merasa punya tanggung jawab untuk meluruskan sejarah budaya Betawi. Apalagi, menurutnya, banyak mahasiswa hingga peneliti yang datang untuk menggali informasi langsung darinya.

    Pria 59 tahun itu juga mengingatkan kesenian Betawi punya sejarah panjang yang nggak bisa dipahami setengah-setengah. Ia menyebut masih ada banyak kesenian lain yang berkaitan dengan Tanji yang jarang diketahui masyarakat.

    "Kalau ada tanjidor berarti ada lagi sebenarnya. Ada jinong, ada jipeng. Itu kan urutannya si tanjidor. Kalau lo dulu kenal cuma tanjidor doang, ya berarti ilmu lo baru sejengkal. Apalagi lo orang Betawi ngakunya, 'Saya punya tanjidor', ya udah... ya baru bangun tidur kali," pungkasnya sambil berkelakar.

    Saksikan Live DetikPagi:

    (fbr/pus)

    Komentar
    Additional JS