Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    MENGHUBUNGKAN TRANSMISI...
    Home Berita Featured Pendidikan Spesial

    Target Pemerintah Revitalisasi 71.744 Sekolah, Bisakah Tercapai? - Kompas

    10 min read

     

    JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah melalui Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menyampaikan bahwa mereka menargetkan 71.744 sekolah se-Indonesia akan direvitalisasi pada 2026.

    Mu'ti menuturkan, revitalisasi dilakukan melalui mekanisme swakelola, sehingga proses pembangunan dan perbaikan dilaksanakan langsung oleh masing-masing satuan pendidikan dengan melibatkan masyarakat setempat.

    “Mereka yang mengerjakan revitalisasi untuk 71.744 (sekolah) itu sekitar 1,1 juta orang, yang akan bisa bekerja dalam rentang waktu antara tiga sampai delapan bulan,” kata Mu’ti dalam keterangan pers, Sabtu (25/7/2026).

    Baca juga: 365 Sekolah Rusak Karena Banjir Mulai Diperbaiki di Aceh Utara, Proses Belajar Direlokasi Sementara

    Adapun program revitalisasi mencakup renovasi gedung sekolah, mulai dari jenjang Taman Kanak-Kanak (TK) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

    Pramono: Pemotongan DBH Bikin Target Revitalisasi Sekolah DKI Berkurang

    Revitalisasi sekolah pada tahun ini diklaim melampaui target yang telah ditetapkan sebelumnya, yakni 11.744 sekolah dengan anggaran sebesar Rp 14 triliun.

    "Pemerintah telah berkomitmen menambah sasaran sebanyak 60.000 satuan pendidikan, sehingga total revitalisasinya mencapai 71.744," kata Mu'ti.

    Baca juga: Koperasi Merah Putih di Blora Dibangun di Kompleks SD, Atap Gudang Sekolah Rusak

    Pada pertengahan Juni 2026, Mu'ti menyatakan pemerintah telah menyelesaikan sekitar 70 persen dari target awal revitalisasi 11.744 sekolah.

    "Beberapa di antaranya sudah bisa selesai di bulan Juli atau Agustus, dan sudah bisa diresmikan untuk memulai tahun ajaran 2026/2027," ucapnya.

    Baca juga: 50 Murid SD di Aceh Barat Masih Belajar di Tenda Darurat Usai Sekolah Rusak Diterjang Banjir

    Salah satu yang direvitalisasi adalah SDN Tanggirejo di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, yang fotonya viral atap kelasnya roboh.

    Meski roboh, siswanya tetap tampak menyantap program Makan Bergizi Gratis (MBG) di depannya.

    Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Nonformal, dan Pendidikan Informal, Gogot Suharwoto menuturkan, sekolah tersebut dipastikan akan segera direvitalisasi melalui program Kemendikdasmen pada tahun anggaran 2026.

    "Saat ini kami terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, mulai dari kepala sekolah, dinas pendidikan, hingga Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Tengah untuk segera merevitalisasi sekolah tersebut," ujar Gogot, dalam keterangannya, dikutip pada Sabtu (25/7/2026).

    Baca juga: Rumah dan Sekolah Rusak Akibat Ditiup Puting Beliung di Bengkalis Riau

    Gogot menuturkan, dalam waktu dekat, Kemendikdasmen juga akan mengundang Kepala SDN Tanggirejo ke Jakarta untuk melakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) revitalisasi.

    "Program Revitalisasi Satuan Pendidikan merupakan salah satu prioritas Kemendikdasmen dalam mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua," kata dia.

    Menyikapi kondisi SDN Tanggirejo, Gogot menegaskan bahwa Kemendikdasmen berupaya memperbaiki sarana dan prasarana pendidikan agar peserta didik dapat belajar di lingkungan yang layak.

    "SDN Tanggirejo merupakan salah satu sekolah yang masuk dalam tiga prioritas utama penerima program revitalisasi," tutur dia.

    Baca juga: 80 Sekolah Rusak di Buleleng Diperbaiki Tahun Ini, Ada yang Bocor hingga Tak Punya Pintu

    Ia mengeklaim, pada tahun ini, program revitalisasi difokuskan pada tiga prioritas utama, yakni sekolah yang terdampak bencana, sekolah di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta sekolah dengan tingkat kerusakan berat.

    "Kami berharap perbaikan sarana dan prasarana ini tidak hanya mengubah kondisi fisik bangunan sekolah, tetapi juga membangkitkan semangat belajar peserta didik dan mendorong peningkatan kualitas pendidikan," ucap Gogot.

    Siswa Makan MBG di Depan Kelas Roboh

    Dalam foto Harian Kompas yang viral, siswa SD Negeri Tanggirejo tampak menyantap menu MBG di depan bangunan kelas yang roboh setelah sejumlah ruang belajar tak lagi bisa digunakan.

    Kerusakan pada beberapa ruang kelas membuat aktivitas belajar mengajar berubah total.

    Pihak sekolah mengatur ulang penggunaan ruangan agar seluruh siswa tetap dapat mengikuti pembelajaran meski dengan fasilitas yang terbatas.

    Kerusakan bangunan membuat sejumlah kelas tidak lagi dapat dipakai untuk kegiatan belajar.

    Murid kelas satu dan dua bergantian menggunakan ruang kelas satu. Sementara itu, siswa kelas tiga dan empat belajar bersama di ruang kelas tiga yang dipisahkan menggunakan sekat tripleks.

    Kemudian, siswa kelas lima menjalani pembelajaran di musala, sedangkan kelas enam meminjam ruang kelas dua.

    Ruang perpustakaan juga dialihfungsikan sementara menjadi ruang kerja guru.

    Baca juga: 80 Sekolah Rusak di Buleleng Diperbaiki Tahun Ini, Ada yang Bocor hingga Tak Punya Pintu

    SDN Tanggirejo memiliki 131 siswa yang terdiri atas 24 murid kelas satu, 21 murid kelas dua, 21 murid kelas tiga, 11 murid kelas empat, 22 murid kelas lima, dan 32 murid kelas enam.

    Kepala SDN Tanggirejo, Juwariyah, mengatakan bahwa bangunan yang mengalami kerusakan dibangun pada 2012.

    Kerusakan pertama terjadi pada Januari 2026 ketika atap salah satu ruang kelas ambruk.

    Empat ruang lainnya kemudian dinyatakan tidak layak digunakan pada April 2026. Sekolah menargetkan seluruh perbaikan rampung tahun ini.

    "Untuk perbaikan, alhamdulillah hari ini pemberkasan di korwil. Tahun ini lah pokoknya selesai, seperti itu," kata Juwariyah dikutip dari Kompas.com, Kamis.

    Baca juga: Angin Kencang di Cimenyan akibatkan Rumah dan Sekolah Rusak, Petugas Bersihkan Pohon Tumbang

    Pihak Istana Kepresidenan juga mengumumkan bahwa proses revitalisasi SDN Tanggirejo mulai dilaksanakan pada Sabtu (25/7/2026).

    Dalam siaran pers yang dipublikasikan Sekretariat Presiden (Setpres) di laman presidenri.go.id, revitalisasi ini disebut dilakukan demi menghadirkan lingkungan belajar yang aman dan layak bagi para siswa.

    “Dimulainya pembangunan menjadi langkah nyata pemerintah untuk menghadirkan lingkungan belajar yang aman dan layak bagi 131 siswa yang menempuh pendidikan di sekolah tersebut,” demikian dikutip Kompas.com, Sabtu (25/7/2026).

    Revitalisasi tidak hanya dilakukan di bagian atap bangunan yang mengalami kerusakan, tetapi juga mencakup perbaikan ruang kelas dan perpustakaan, penggantian pintu serta jendela rusak.

    Selain pekerjaan juga mencakup pembenahan lantai dan plafon, perbaikan musala, sanitasi dan suplai air toilet, hingga penataan drainase serta lingkungan sekolah.

    “Revitalisasi SDN Tanggirejo menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam mempercepat perbaikan sarana pendidikan, sehingga setiap anak Indonesia memiliki kesempatan belajar di lingkungan yang aman dan nyaman serta mendukung tumbuhnya generasi penerus bangsa,” tulis Sekretariat Presiden.

    Baca juga: Cerita Korban Longsor Ciamis: Ujian Tinggal Sepekan Lagi, Perlengkapan Sekolah Rusak Diterjang Longsoran

    Sementara itu, Kepala SDN Tanggirejo Juwariyah mengatakan, pihaknya merasa bersyukur dan berterima kasih kepada pemerintah yang telah memberikan perhatian terhadap kondisi sekolahnya.

    “Alhamdulillahirobbilalamin, hari ini pembangunan SDN Tanggirejo sudah mulai dilaksanakan. Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto dan seluruh jajaran pemerintah yang telah merespons kondisi sekolah kami dengan cepat,” ujar Juwariyah.

    Dia menerangkan bahwa Tim Sekretariat Presiden telah datang ke lokasi sejak Jumat (24/7/2026) kemarin untuk meninjau kondisi bangunan dan berkoordinasi dengan pihak sekolah dan pelaksana revitalisasi.

    Menurut Juwariyah, revitalisasi ini telah memberikan harapan baru bagi sekolah warga sekolah.

    Baca juga: Potret Sekolah Rusak di SD Kepek 1 Gunungkidul, Ruang Kelas Tidak Bisa Digunakan, Siswa Belajar di Mushala

    Sebab, ruang belajar aman dan nyaman adalah faktor penting yang harus didapatkan siswa saat mengikuti kegiatan belajar mengajar.

    “Dengan dimulainya pembangunan ini, kami berharap anak-anak nantinya dapat kembali belajar dengan aman, nyaman, dan lebih bersemangat,” ungkapnya.

    Juwariyah pun berharap proses perbaikan sarana dan prasarana sekolahnya dapat berjalan lancar, sehingga seluruh siswa dan guru segera memiliki fasilitas pendidikan yang layak dan memadai.

    “Semoga pembangunannya berjalan lancar dan sekolah kami dapat menjadi tempat belajar yang lebih aman serta nyaman bagi seluruh siswa,” pungkas Juwariyah.

    Minta Dipercepat

    Wakil Ketua DPR Cucun Ahmad Syamsurijal meminta pemerintah mempercepat program revitalisasi sekolah di berbagai daerah guna meningkatkan kualitas pendidikan nasional.

    Menurut dia, perbaikan sarana dan prasarana pendidikan tidak boleh ditunda di tengah masih banyaknya sekolah yang mengalami kerusakan.

    "Program revitalisasi harus terus menyasar sekolah di daerah-daerah, dan jangan sampai ada diskriminasi antara sekolah negeri dan swasta. Kualitas belajar mengajar yang baik akan menghasilkan generasi unggul," ujar Cucun kepada wartawan, Jumat (24/7/2026).

    Baca juga: Cuaca Ekstrem di Pasuruan, 10 Rumah dan Sekolah Rusak, 1 Ekor Sapi Mati Tertimpa Pohon

    Politikus PKB itu mengatakan, negara berkewajiban memastikan seluruh anak Indonesia memperoleh layanan pendidikan yang berkualitas.

    Oleh karena itu, lanjut Cucun, pemerintah perlu memberi perhatian terhadap perbaikan infrastruktur sekolah yang masih rusak sekaligus menjamin ketersediaan guru di seluruh wilayah.

    "Bagaimana semua anak mendapatkan kualitas pendidikan yang sama. Pemerintah juga perlu memberi perhatian terhadap perbaikan sarana prasarana sekolah existing yang masih kurang dan memastikan ketersediaan guru di seluruh wilayah," kata dia.

    Menurut Cucun, kualitas pendidikan harus menjadi prioritas pemerintah. Selain memperbaiki bangunan sekolah, pemerintah juga perlu memastikan tersedianya fasilitas pendukung, seperti akses jalan, jembatan, hingga transportasi menuju sekolah.

    "Maka penting sekali agar kualitas pendidikan semakin diprioritaskan, termasuk menjamin infrastruktur serta fasilitas pendukung seperti transportasi, akses jalan dan jembatan menuju ke sekolah. Kesejahteraan guru pun perlu ditingkatkan karena untuk pendidikan yang baik, faktor guru menjadi salah satu hal penting," katanya.

    Baca juga: Angin Kencang dan Hujan Guyur Sampang, 14 Rumah dan 1 Sekolah Rusak

    Cucun juga menilai pembangunan di sektor pendidikan harus terintegrasi dengan kebijakan di bidang ekonomi, kesehatan, perlindungan sosial, dan pembangunan wilayah agar mampu meningkatkan kualitas hidup anak Indonesia.

    "Kami di DPR RI akan terus mengawal setiap program dan memastikan bahwa setiap alokasi anggaran serta kebijakan pemerintah benar-benar memberikan manfaat yang dapat dirasakan oleh masyarakat, terutama dalam meningkatkan kualitas hidup," jelas Cucun.

    KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

    Komentar
    Additional JS