0
News
    Home Featured Jokowi MUI

    Anwar Abbas Tercengang Farid Okbah Diciduk Densus 88, MUI: Pemerintahan Jokowi Dianggap Kriminalisasi Ulama - Pikiran-Rakyat

    4 min read

     

    Anwar Abbas Tercengang Farid Okbah Diciduk Densus 88, MUI: Pemerintahan Jokowi Dianggap Kriminalisasi Ulama - Pikiran-Rakyat.com

    PIKIRAN RAKYAT - Penangkapan Ketua Umum Partai Dakwah, Farid Okbah dan dua orang lainnya telah membuat sebagai masyarakat terkejut.

    Salah satunya adalah Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas.

    Anwar Abbas tercengang setelah mengetahui kabar diciduknya Farid Okbah oleh Densus 88 terkait dugaan keterlibatan dalam aksi terorisme.

    Wakil Ketum MUI itu merasa prihatin dengan penangkapan ulama dan tokoh umat oleh Densus 88 antiteror Polri.

    Anwar Abbas meminta Densus 88 untuk menjelaskan kepada publik terkait alasan penangkapan Ustaz Farid Okbah dan dua lainnya, termasuk mantan anggota MUI.

    Demi kepentingan dan nama baik presiden, Anwar Abbas meminta Densus 88 menjelaskan ke publik agar tidak muncul stigma 'pemerintahan Jokowi telah melakukan kriminalisasi terhadap ulama'.

    "Karena yang ditangkapi itu adalah ulama sehingga pemerintahan Jokowi telah dianggap, sebagian elemen masyarakat telah melakukan kriminalisasi terhadap ulama karena memang telah banyak ulama, ustaz, dan dai yang ditangkap," kata Anwar Abbas.

    Anwar Abbas pun benar-benar merasa kaget dengan penangkapan Farid Okbah.

    M Bayu Pratama 17 November 2021, 07:39 WIB
    Momentum saat Ustaz Farid Okbah dan Parmusi berfoto bersama Presiden Jokowi. Wakil Ketua Umum MUI, Anwar Abbas meminta Densus 88 menjelaskan alasan penangkapan Farid Okbah dan dua lainnya untuk menghindari stigma pemerintahan Jokowi telah melakukan kriminalisasi terhadap ulama.
    Momentum saat Ustaz Farid Okbah dan Parmusi berfoto bersama Presiden Jokowi. Wakil Ketua Umum MUI, Anwar Abbas meminta Densus 88 menjelaskan alasan penangkapan Farid Okbah dan dua lainnya untuk menghindari stigma pemerintahan Jokowi telah melakukan kriminalisasi terhadap ulama. /Tangkap layar Instagram @faridokbah_official

    "Bagi saya pribadi, benar-benar sangat mencengangkan dan mengagetkan atas penangkapan Farid Okbah oleh Densus 88," katanya, dalam keterangan tertulis di Jakarta, dikutip dari Antara oleh Pikiran-rakyat.com.

    Menurut Anwar Abbas, penangkapan itu tentu terkait dengan masalah terorisme.

    Namun, dia mempertanyakan tindakan tindakan itu, karena sepengetahuan Abbas, Faird Okbah adalah ulama yang anti-tindak kekerasan.

    "Kok dia ditangkap oleh Densus 88," ujar dia.

    Sementara terkait penangkapan mantan anggota MUI yang telah dinonaktifkan yakni Ahmad Zain An-Najah, dia tidak memberikan keterangan lagi.

    Sebelumnya, Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Kepolisian Indonesia, Komisaris Besar Polisi Ahmad Ramadhan menjelaskan ada tiga terduga teroris yang ditangkap di Bekasi.

    Kombes Pol Ahmad Ramadhan menyebut, ketiganya diduga memiliki peran sebagai pengurus dan Dewan Syuro Jamaah Islamiyah.

    Tiga terduga teroris yang ditangkap Densus 88 yakni berinisial AA, AZ, dan FAO.

    Halaman:
    M Bayu Pratama 17 November 2021, 07:39 WIB
    Momentum saat Ustaz Farid Okbah dan Parmusi berfoto bersama Presiden Jokowi. Wakil Ketua Umum MUI, Anwar Abbas meminta Densus 88 menjelaskan alasan penangkapan Farid Okbah dan dua lainnya untuk menghindari stigma pemerintahan Jokowi telah melakukan kriminalisasi terhadap ulama.
    Momentum saat Ustaz Farid Okbah dan Parmusi berfoto bersama Presiden Jokowi. Wakil Ketua Umum MUI, Anwar Abbas meminta Densus 88 menjelaskan alasan penangkapan Farid Okbah dan dua lainnya untuk menghindari stigma pemerintahan Jokowi telah melakukan kriminalisasi terhadap ulama. /Tangkap layar Instagram @faridokbah_official

    Ketiga teroris kelompok Jamaah Islamiyah ditangkap di Bekasi, Jawa Barat, pada Selasa, 16 November 2021 pagi.

    Dimulai dari AZ ditangkap pukul 4.39 WIB, berlokasi di Jalan Merbabu Raya, Perumahan Pondok Melati, Bekasi.

    Lalu, FAO ditangkap pukul 4.43 WIB di Jalan Yanatera, Kelurahan Jatimelati, Bekasi.

    Kemudian yang ketiga, AA ditangkap pukul 5.49 WIB berlokasi di Jalan Raya Legok Blok Masjid, Jatimelati, Bekasi.

    Berdasarkan data yang diperoleh, terduga AZ merujuk pada Ahmad Zain An-Nazah, AA merujuk pada Anung Al Hamat, sedangkan FAO merujuk pada Farid Okbah.***

    Halaman:
    Komentar
    Additional JS