0
News
    Home Batu Featured

    Lapangan Stadion Brantas Jadi Tempat Relokasi, PSSI Kota Batu Wadul ke Dewan - Suryamalang

    3 min read

     

    Lapangan Stadion Brantas Jadi Tempat Relokasi, PSSI Kota Batu Wadul ke Dewan - Halaman all

    Editor: Zainuddin
    Pemasangan tiang bambu yang digunakan untuk saluran penerangan di lapangan Stadion Brantas, Kota Batu. Kondisi ini mendapat penolakan dari PSSI Kota Batu karena mereka menilai kesepakatan awal, lapangan tidak menjadi lahan relokasi.
    Pemasangan tiang bambu yang digunakan untuk saluran penerangan di lapangan Stadion Brantas, Kota Batu. Kondisi ini mendapat penolakan dari PSSI Kota Batu karena mereka menilai kesepakatan awal, lapangan tidak menjadi lahan relokasi.

    SURYAMALANG.COM, BATU - Pengurus PSSI Kota Batu menyalurkan aspirasi ke DPRD Batu terkait penggunaan lapangan di Stadion Brantas untuk menampung pedagang pagi sebagai tempat relokasi.

    Komite Hukum dan Advokasi Kayat bersama anggota PSSI Kota Batu bertemu anggota DPRD Batu, Didik Machmud dan Sudiono di ruang kerja Ketua DPRD Batu, Senin (1/11/2021).

    Kayat mempertanyakan, mengapa rumput stadion digunakan.

    Padahal, sesuai kesepakatan awal, rumput stadion tidak digunakan.

    "Kami sudah memberikan solusi di barat stadion, 19 pedagang pagi sudah sepakat. Tetapi entah kenapa rumput stadion digunakan," ujarnya.

    PSSI Kota Batu dan Pemkot Batu melalui Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan pada kesepakatan awal berkomitmen tidak menggunakan bagian lapangan untuk tempat relokasi.

    Kalaupun terpaksa, menurut Kayat, Pemkot Batu wajib membuat DED perencanaan pembangunan stadion ke depannya. 

    "Seperti apa pembangunannya, bisa ratusan juta anggarannya. Kami tidak ingin menghendaki setengah-setengah pembangunannya. Rekom Kemenpora mengatakan bahwa wali kota memiliki tanggungjawab mencarikan lapangan pengganti. Kalau tidak ada lapangan pengganti, diberikan anggaran untuk menyewa di tempat representatif," paparnya.

    Lapangan representatif itu antara lain Stadion UMM, lapangan Agro Wisata, dan Stadion Gajayana.

    Untuk mrnggunakan lapangan yang representatif itu, perlu anggaran pada 2021 ini.

    Di sisi lain, dampak negatif atas digunakannya stadion dibatalkannya Kota Batu sebagai tuan rumah kompetisi sepak bola junior. 

    "Yang jelas kami punya tim U-13, U-15 dan U-17. Kami tidak bisa melaksanakan itu. Semuanya batal sebagai tuan rumah. Tidak bisa tuan rumah untuk sepakbola apapun. Kami harus mencari di luar kota," katanya.

    Didik Machmud menuding Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan tidak memegang komitmen yang telah disepakati di awal. 

    Intinya kami menerima aspirasi dari PSSI karena mereka terkejut tiba-tiba rumput di stadion dipakai tanpa konfirmasi. 

    "Bahwa hasil rapat terakhir dengan Diskoperindag di dewan, stadion dipakai untuk sentel ban. Di tengah itu tidak ada, maka dasarnya apa di tengah itu dipakai? Dulu ditanya apakah sudah cukup, jawabnya sudah cukup. Tapi sekarang ada penambahan, jadi sebenarnya jumlah pedagang berapa?" ungkapnya.

    Didik mendesak agar Diskoperindag mempertimbangkan kembali penggunaan lapangan.

    Pasalnya, banyak.pihak yang dirugikan. Tidak hanya atlet PSSI, tetapinjuga atlet lainnya.

    Bahkan para pelajar yang sekolahnya berada di dekat stadion.

    Sore ini, PSSI dan Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko berdialog membahas persoalan ini. Dialog masih berlangsung hingga saat ini.

    Komentar
    Additional JS