0
News
    Home Airlangga Hartarto Berita Featured Spesial Tarif Dagang Tarif Resiprokal

    Tarif Dagang AS-RI Resmi Diteken, Airlangga Klaim 90 Persen Usulan Indonesia Disetujui - Info bank News

    4 min read

     

    Tarif Dagang AS-RI Resmi Diteken, Airlangga Klaim 90 Persen Usulan Indonesia Disetujui

    Poin Penting

    • Indonesia dan Amerika Serikat menandatangani Agreement on Reciprocal Trade (ART) dengan tarif resiprokal 19% untuk sejumlah produk Indonesia ke pasar AS.
    • Airlangga menyebut sekitar 90 persen usulan Indonesia dalam negosiasi sejak April 2025 telah dipenuhi oleh pihak AS.
    • Kesepakatan hanya mencakup kerja sama ekonomi dan perdagangan, tanpa memasukkan isu pertahanan atau geopolitik.

    Jakarta – Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat (AS) resmi menandatangani Agreement on Reciprocal Trade (ART) di Washington, D.C, Kamis, 19 Februari 2026, waktu setempat. Kesepakatan ini menetapkan tarif resiprokal sebesar 19 persen untuk sejumlah produk Indonesia ke AS.

    Perjanjian tersebut diteken langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump dalam pertemuan bilateral.

    Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga hartarto menyatakan, setelah penandatanganan, dokumen teknis dan lampiran ART akan dibahas lebih lanjut bersama Ambassador Jamieson Greer di Kantor Perwakilan Dagang AS atau United States Trade Representative (USTR).

    Baca juga: Deal! Prabowo-Trump Sepakati Tarif Resiprokal 19 Persen

    Airlangga menuturkan, Indonesia dan AS sepakat memperkuat kerja sama ekonomi untuk mendorong pertumbuhan kedua negara melalui pembentukan Council of Trade and Investment. Forum ini akan menjadi wadah pembahasan isu perdagangan dan investasi, termasuk jika terjadi lonjakan tarif atau kebijakan yang berpotensi mengganggu neraca perdagangan.

    “Tujuan dan visi perjanjian adalah untuk mewujudkan kemakmuran ekonomi bersama, rantai pasok yang kuat, dan menghormati kedaulatan dari masing-masing negara. Jadi saya garis bawahi, menghormati kedaulatan dari masing-masing negara, itu menjadi bagian daripada perjanjian yang ditandatangani,” jelasnya.

    Hasil Negosiasi Sejak April 2025

    Airlangga menjelaskan, perjanjian ini merupakan hasil proses negosiasi panjang sejak April 2025. Indonesia tercatat mengirimkan empat surat resmi terkait negosiasi tarif serta menjalani tujuh putaran perundingan dan lebih dari sembilan kali pembahasan langsung maupun virtual dengan USTR. Sekitar 90 persen usulan Indonesia disebut telah dipenuhi oleh AS.

    “Di dalam proses sebetulnya juga kita berbicara dengan Commerce ataupun Commerce Secretary dan Treasury Secretary Amerika, namun Indonesia ini perjanjiannya memang kita dengan USTR, dengan Ambassador Jamieson Greer,” tambahnya.

    Baca juga: Diplomasi Dagang 19 Persen AS-Indonesia, Produk AS akan “Menjajah” Pasar Dalam Negeri

    Berbeda dari sejumlah perjanjian dagang AS dengan negara lain, ART Indonesia berfokus pada kerja sama ekonomi. Sejumlah pasal non-ekonomi seperti isu pertahanan, pengembangan reaktor nuklir, dan kebijakan kawasan Laut China Selatan tidak dimasukkan dalam kesepakatan.

    “Sehingga murni ART kita adalah terkait dengan perdagangan,” tegas Airlangga. (*)

    Editor: Yulian Saputra


    Komentar
    Additional JS