0
News
    Home Amerika Serikat Berita Dunia Internasional Featured Spesial Tarif Resiprokal

    Tarif Resiprokal Diteken, 1.819 Produk RI Bebas Bea Masuk ke AS - Beritasatu

    3 min read

     

    Tarif Resiprokal Diteken, 1.819 Produk RI Bebas Bea Masuk ke AS


    Ilustrasi ekspor dan impor. (Antara/Rizal Hanafi)

    Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Prabowo Subianto resmi menandatangani kesepakatan tarif resiprokal Indonesia-Amerika Serikat (AS) yang membuka akses tarif 0% untuk ribuan produk asal Indonesia ke pasar AS. Perjanjian ini akan mulai berlaku tahun ini setelah melewati tahapan hukum di masing-masing negara.

    Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, kesepakatan bertajuk agreement of reciprocal trade (ART) itu ditandatangani langsung oleh Presiden Prabowo dan Presiden AS Donald Trump. Perjanjian tersebut diberi judul “Toward a New Golden Age for the US-Indonesia Alliance.”

    Airlangga menegaskan, salah satu poin utama ART adalah penurunan tarif resiprokal AS untuk Indonesia, sehingga produk RI mendapat tarif 0% pada pos-pos tarif tertentu.

    “Dalam ART ini ada 1.819 pos tarif produk Indonesia, baik itu pertanian maupun industri yang tarifnya adalah 0%,” ujar Airlangga dalam konferensi pers daring, Jumat (20/2/2026).

    Airlangga menjelaskan, produk yang masuk skema tarif 0% mencakup komoditas pertanian dan industri strategis, seperti minyak sawit, kopi, kakao, rempah-rempah, karet, komponen elektronik termasuk semikonduktor, hingga komponen pesawat terbang. Penurunan tarif ini dinilai akan meningkatkan daya saing ekspor Indonesia ke pasar AS.

    Selain itu, Amerika Serikat juga memberikan tarif 0% untuk produk tekstil dan apparel Indonesia melalui mekanisme tariff rate quota (TRQ). Kebijakan ini diperkirakan berdampak langsung pada keberlanjutan industri tekstil nasional dan tenaga kerja di sektor tersebut.

    "Tentunya ini memberikan manfaat bagi 4 juta pekerja di sektor ini, dan kalau kita hitung dengan keluarga, ini sangat berpengaruh terhadap 20 juta masyarakat Indonesia," ucapnya.

    Pada sisi lain, Indonesia juga berkomitmen memberikan tarif 0% bagi sejumlah produk impor asal Amerika Serikat, terutama komoditas pertanian seperti kedelai dan gandum. Kebijakan ini dimaksudkan agar produksi berbahan baku kedelai dan gandum seperti mie, tahu, dan tempe tidak terkendala dengan harga dan pasokan.

    "Sehingga masyarakat Indonesia membayar 0% untuk barang yang diproduksi dari kedelai ataupun gandum, dalam hal ini noodle ataupun dalam bentuk tahu dan tempe. Jadi masyarakat kita tidak dikenakan beban tambahan biaya untuk bahan baku yang kita impor dari Amerika Serikat," ucapnya.

    Meski telah ditandatangani oleh kedua kepala negara, perjanjian tarif resiprokal RI-AS belum langsung berlaku. Di Indonesia, kesepakatan ini masih harus melalui proses konsultasi dengan DPR, sementara di AS juga menjalani prosedur internal.

    Pemerintah menargetkan perjanjian tarif resiprokal Indonesia-Amerika Serikat mulai efektif 90 hari setelah seluruh proses hukum di kedua negara rampung.

    "Perjanjian ini akan berlaku 90 hari setelah proses hukum diselesaikan kedua belah pihak, baik itu di Indonesia dengan konsultasi dengan DPR, maupun di Amerika dengan proses internalnya," pungkas Airlangga.
     

    A

    Komentar
    Additional JS