0
News
    Home Coronavirus COVID-19 Featured Omicron

    1 Kasus Omicron di RS Wisma Atlet, Epidemiolog: Lacak Satu Lorong By JAWAPOS

    2 min read

     

    1 Kasus Omicron di RS Wisma Atlet, Epidemiolog: Lacak Satu Lorong

    By
    JAWAPOS.COM
    google.com
    3 min
    ILUSTRASI. Epidemiolog dari Griffith University Australia Dicky Budiman menengarai, dengan kecepatan penularan Omicron 70 kali lipat, menurutnya pasti tak hanya 1 kasus, namun lebih.
    ILUSTRASI. Epidemiolog dari Griffith University Australia Dicky Budiman menengarai, dengan kecepatan penularan Omicron 70 kali lipat, menurutnya pasti tak hanya 1 kasus, namun lebih.

    JawaPos.com – Satu petugas kebersihan di RS Wisma Atlet dipastikan positif Covid-19 varian Omicron. Epidemiolog dari Griffith University Australia Dicky Budiman menengarai, dengan kecepatan penularan Omicron 70 kali lipat, menurutnya pasti tak hanya 1 kasus, namun lebih.

    Karena itu, menurut Dicky, pemeriksaan Whole Genome Sequencing harus dilakukan pada 1 lorong ruang karantina RS Wisma Atlet di mana petugas itu dikarantina. Sehingga akan bisa terlacak berapa kasus Omicron di sana.

    “Akan lebih adequate lagi jika 1 lorong itu diperiksa semuanya. Kalau ada yang positif, langsung dites WGS. Siapa yg kontak sama petugas itu harus ditracing, dicek dulu siapa yang kontak erat dengan dia. Harus di-suspend dulu lalu dikarantina,” tegasnya kepada JawaPos.com, Kamis (16/12).

    Apalagi,kata dia, sebelumnya pekerja ini sudah pasti kembali pulang ke rumah. Maka ada kemungkinan penularan di masyarakat.

    “Yang saya khawatirkan pekerja ini bolak balik ya. Dia ke rumahnya. Potensi penularan itu di komunitas itu kan masalah waktu ya. Tapi kemampuan kita untuk deteksi itu harus diperkuat. Sebab Omicron itu menularnya lebih cepat 70 kali daripada Delta,” jelas Dicky.

    Kabar baiknya, kata dia, angka herd immunity di masyarakat makin tinggi. Hal itu terlihat dari cakupan vaksin dan juga semakik banyaknya orang terinfeksi.

    “Entah karena sudah vaksinasi maupun terinfeksi. Kabar baik ini memberi kita lebih banyak waktu untuk mempersiapkan diri,” jelasnya.

    Ia mendorong agar masyarakat memperketat protokol kesehatan, meningkatkan cakupan booster, dan vaksinasi 2 dosis bagi yang belum. Dicky juga mendorong agar tracing atau pelacakan kontak pada 1 kasus itu terus berjalan optimal.

    “Dan setidaknya 1 minggu terakhir ini dilacaklah si orang yang dikarantina ini ke mana saja. Kalau bisa dilakukan pengamatan di rumahnya masing-masing itu bagus, dia kontak dengan siapa saja. Jika perlu lakukan tes PCR ya harus dilakukan,” tutupnya.

    Komentar
    Additional JS