0
News
    Home Featured

    Lapor Motor Hilang, Driver Ojol Malah Diduga Dipukul Polisi, Kapolsek: Diproses Hukum Halaman all - Kompas

    4 min read

     

    Lapor Motor Hilang, Driver Ojol Malah Diduga Dipukul Polisi, Kapolsek: Diproses Hukum Halaman all - Kompas.com

    Lapor Motor Hilang, Driver Ojol Malah Diduga Dipukul Polisi, Kapolsek: Diproses Hukum

    Kompas.com, 11 Januari 2022, 18:45 WIB
    Seorang driver ojek online (ojol) diduga dipukul oleh oknum anggota kepolisian saat melaporkan kasus kehilangan sepeda motor di Mapolsek Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (10/1/2022).
    Lihat Foto
    Dok. Media sosial
    Seorang driver ojek online (ojol) diduga dipukul oleh oknum anggota kepolisian saat melaporkan kasus kehilangan sepeda motor di Mapolsek Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (10/1/2022).
    Editor: Khairina

    KABUPATEN BOGOR, KOMPAS.com - Seorang driver ojek online (ojol) diduga dipukul oleh oknum anggota kepolisian saat melaporkan kasus kehilangan sepeda motor di Mapolsek Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (10/1/2022).

    Dugaan pemukulan ini terungkap dari cerita yang diunggah oleh akun Instagram @marinadks hingga viral di media sosial (medsos).

    4+

    Dapatkan Aplikasi

    Dalam unggahan itu diceritakan bahwa driver itu dipukul di bagian dada lantaran protes laporannya tidak ditanggapi polisi.

    Kasus ini bermula ketika seorang driver ojol bernama Charly kehilangan sepeda motor di sebuah warung pecel lele pada Sabtu (8/1/2022).

    Kondisi Pengemudi Ojek Setelah Dipukul Oknum TNI AL

    Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
    Daftarkan email

    Tangkapan layar yang menceritakan kronologi pencurian itu menyebut bahwa korban (driver) ditipu oleh penumpangnya dengan berpura-pura meminjam motor tersebut.

    Akun @marinadks yang menceritakan kejadian pencurian ini mengatakan, dirinya melihat korban kebingungan saat hendak membayar makanan.

    Rupanya, driver ojol ini juga kehilangan dompet yang kebetulan disimpan di bagasi motor. Pelaku menggunakan modus mentraktir makan, lalu meminjam dan membawa kabur motor korban.

    Tepat pada hari itu, driver ojol tersebut melapor ke Polsek Cileungsi. Tetapi laporan itu tidak ditanggapi.

    Tak putus asa, dua hari kemudian korban kembali melaporkan kasus tersebut. Driver ojol itu justru kembali mendapat perlakuan atau kata-kata yang tidak menyenangkan. Ia bahkan dipukul oleh oknum polisi tersebut.

    "Sudah (lapor), tapi enggak ditanggapi sama polisi Cileungsi. Abang saya malah dipukul dadanya karena katanya kalau enggak ada uang, enggak diurus," tulis akun tersebut.

    "Abang saya datang ke kantor polisi buat minta surat kehilangan SIM sama STNK, tapi nggak dikasih suratnya, malah dilewatin. Terus abang saya bilang lagi ke orang polisinya tapi malah dipukul dada sekali. Terus akhirnya dipisahin sama orang-orang di sana," tulis bunyi percakapan dalam akun tersebut.

    "Abang saya lihat, di sana orang-orang yang ada keperluan buat ngurus pada ngasih uang, jadinya baru ditanggepin," tambahnya.

    Menyikapi kasus dugaan pemukulan tersebut, Kapolsek Cileungsi Kompol Andri Alam membenarkan kejadian pemukulan oleh oknum polisi di kantornya pada Senin (10/1/2022) pagi itu.

    Andri mengaku sangat menyesalkan perbuatan anggotanya yang berselisih paham dengan driver ojol tersebut.

    "Iya betul. Kita juga sudah langsung melakukan tindakan terhadap anggota (oknum polisi). Tindakan kita sudah tepat dan diakui lewat testimoni korban, bahwa diperlakukan dengan baik, dibantu, dan anggota yang berselisih paham sudah kita proses juga," ungkap Andri saat dihubungi Kompas.com, Selasa (11/1/2022).

    "Akun yang mengunggah itu juga sudah mengklarifikasi di Instagramnya dia," imbuh dia.

    Yang jelas, tegas Andri, pihaknya sudah menindaklanjuti oknum polisi tersebut. Ia mengatakan bahwa yang bersangkutan sudah dibawa ke Polres Bogor. Hingga kini, dirinya masih menunggu hasil proses hukum terhadap oknum polisi itu.

    "Ya intinya kita sudah lakukan tindakan yang cepat dan tepat, terkait dengan kejadian kemarin, anggota sudah kita lakukan tindakan, secara represif kita juga sudah langsung mencari orang yang menjadi korban atau pelapor untuk memberi pelayanan dengan membantu yang bersangkutan untuk mengklaim asuransi kendaraannya yang menunggak 10 bulan, begitu," jelas dia.

    Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
    Komentar
    Additional JS