0
News
    Home dokter Terawan Featured Vaksin Covid-19 Vaksin Nusantara

    Terawan: Vaksin Nusantara Dikembangkan untuk Atasi Covid-19 By BeritaSatu

    2 min read

     

    Terawan: Vaksin Nusantara Dikembangkan untuk Atasi Covid-19

    By
    BeritaSatu.com
    google.com
    2 min
    Orasi ilmiah Prof. DR. Dr. Terawan Agus Putranto, Sp. Rad
    Orasi ilmiah Prof. DR. Dr. Terawan Agus Putranto, Sp. Rad

    Jakarta, Beritasatu.com - Mantan Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto mengatakan, pandemi Covid-19 memberi perubahan besar pada kesehatan di Indonesia dan dunia, sehingga seluruh ahli bidang kesehatan bekerja keras untuk mengatasi pandemi Covid-19.

    Berbagai inovasi terus berupaya dikembangkan oleh tenaga medis dalam penanganan pandemi Covid-19. Salah satunya adalah vaksin Nusantara yang digagasnya bersama peneliti lain sebagai upaya untuk mengatasi pandemi melandai dunia.

    “Vaksin Nusantara yang kami kembangkan dengan tim peneliti sebagai salah satu upaya dalam mengatasi pandemi yang melanda dunia,” kata Terawan dalam orasi ilmiah saat dikukuhkan sebagai Profesor Kehormatan atau Guru Besar Tidak Tetap Ilmu Pertahanan Bidang Kedokteran Militer, Fakultas Kedokteran Militer Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI), di Kampus Bela Negara, Sentul, Jawa Barat, Rabu (12/1/2021).

    BACA JUGA

    Terawan menyebutkan, vaksin ini berbasis sel dendritik adalah salah satu metode vaksin tergolong baru dikembangkan. Vaksin Nusantara terbuat berasal dari tubuh sendiri sehingga efek sampingnya minimal.

    Efikasi vaksin berbasis sel dendritik ini sebagai pemicu meningkatkan imunitas yang dikembangkan sebagai imunoterapi pada pengobatan seperti kanker.

    Terawan menegaskan, dari penelitian tersebut, sel dendritik dapat memicu respons imun sel seluler dan metode tersebut aman dan tidak menimbulkan efek samping yang berat.

    BACA JUGA

    “Penelitian-penelitian yang menggunakan metode serupa toksisitas yang sangat kecil, kejadian tidak diinginkan atau KTD hanya terbatas terhadap reaksi lokal sehingga gejala ringan seperti nyeri pada saat injeksi,” ucapnya.

    Ia menambahkan, KTD hanya bersifat sementara dan tidak ada yang serius pada penggunaan vaksin berbasis sel dendritik. Bahkan, uji klinik fase 1 dan 2 vaksin Nusantara menunjukkan hasil yang serupa. Dalam hal ini, tubuh dapat mentolerir material vaksin Nusantara dengan baik tanpa terjadi reaksi lain.

    Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

    Sumber: BeritaSatu.com

    Komentar
    Additional JS