0
News
    Home Amerika Serikat Featured Ukraina

    AS dan Ukraina Sepakat Cegah Invasi Rusia By jurnas

    3 min read

     

    AS dan Ukraina Sepakat Cegah Invasi Rusia

    By
    jurnas.com
    2 min

    Presiden AS Joe Biden dan Tim Tanggap COVID-19-nya mengadakan panggilan rutin mereka dengan Asosiasi Gubernur Nasional untuk membahas tanggapan Pemerintahannya terhadap varian Omicron dan untuk mendengar dari para Gubernur tentang kebutuhan di Negara Bagian mereka, di South Court Auditorium di White House, di Washington, pada 27 Desember 2021. (Foto: Reuters/Evelyn Hockstein)

    WASHINGTON, Jurnas.com - Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden dan Presiden UkrainaVolodymyr Zelensky sepakat mengedepankan dialog dalam menanggapi ancaman militer Rusia tersebut. Kedua kepala negara membuat kesepakatan melalui sambungan telepon.

    "Kedua pemimpin sepakat tentang pentingnya melanjutkan diplomasi dan pencegahan dalam menanggapi pembangunan militer Rusia di perbatasan Ukraina," kata Gedung Putih, dikutip dari AFP, Senin (14/2).

    "Presiden Biden menegaskan kembali komitmen AS terhadap kedaulatan dan integritas teritorial Ukraina," sambungnya.

    Pada pembicaraan hampir satu jam itu, kata Gedung Putih, Biden menjelaskan, AS akan merespons dengan cepat dan tegas, bersama dengan sekutu dan mitranya, terhadap agresi Rusia lebih lanjut terhadap Ukraina.

    Situasi di perbatasan Ukraina dan Rusia memanas dalam beberapa pekan terakhir. Rusia disebut telah mengerahkan sekitar 100 ribu tentara ke perbatasan negara bekas Uni Soviet.

    Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken mengatakan Rusia telah mengumpulkan banyak pasukan di dekat Ukraina. Pernyataan itu ia sampaikan terkait gambar satelit komersial yang diterbitkan oleh perusahaan swasta AS.

    Gambar itu menunjukkan Rusia menempatkan militer di beberapa lokasi dekat Ukraina. Dengan kondisi itu, mereka disebut bisa menginvasi Ukraina kapan saja.

    Biden pun telah berbicara dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin lewat sambungan telepon sekitar 1 jam. Namun, perbincangan mereka tak secara signifikan mengurangi ketegangan di kawasan Eropa Timur itu.

    Komentar
    Additional JS