AS, UE dan Inggris Keroyok Putin dengan Sanksi karena Mengivasi Ukraina - SINDOnews
4 min read
AS, UE dan Inggris Keroyok Putin dengan Sanksi karena Mengivasi Ukraina
Sabtu, 26 Februari 2022 - 07:21 WIB

Amerika Serikat, Uni Eropa dan Inggris keroyok Presiden Rusia Vladimir Putin dengan sanksi karena menginvasi Ukraina. Foto/REUTERS
A A A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) secara resmi telah menjatuhkan sanksi terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin dan Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov karena Moskow menginvasi Ukraina . Tindakan serupa juga dilakukan Uni Eropa (UE) dan Inggris.
“Presiden Putin dan Menteri Lavrov secara langsung bertanggung jawab atas invasi Rusia yang tidak beralasan dan melanggar hukum lebih lanjut ke Ukraina, negara berdaulat yang demokratis,” kata Departemen Keuangan AS dalam sebuah pernyataan hari Jumat waktu Washington atau Sabtu (26/2/2022) WIB.
Langka bagi departemen tersebut menunjuk kepala negara sebagai target sanksi Amerika.
Pejabat Rusia lainnya yang juga jadi target sanksi Washington adalah Menteri Pertahanan Sergei Shoigu dan Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Rusia Valery Gerasimov.
Baca juga: Misteri Hantu Kiev, Pilot Ukraina yang Tembak Jatuh 6 Jet Tempur Rusia
Sebelas anggota Dewan Keamanan Rusia, termasuk Direktur Badan Intelijen Asing Sergei Naryshkin dan Sekretaris Dewan Keamanan Federasi Rusia Nikolai Patrushev tak luput dari bidikan sanksi Amerika.
“Presiden Putin dan Menteri Lavrov secara langsung bertanggung jawab atas invasi Rusia yang tidak beralasan dan melanggar hukum lebih lanjut ke Ukraina, negara berdaulat yang demokratis,” kata Departemen Keuangan AS dalam sebuah pernyataan hari Jumat waktu Washington atau Sabtu (26/2/2022) WIB.
Langka bagi departemen tersebut menunjuk kepala negara sebagai target sanksi Amerika.
Pejabat Rusia lainnya yang juga jadi target sanksi Washington adalah Menteri Pertahanan Sergei Shoigu dan Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Rusia Valery Gerasimov.
Baca juga: Misteri Hantu Kiev, Pilot Ukraina yang Tembak Jatuh 6 Jet Tempur Rusia
Sebelas anggota Dewan Keamanan Rusia, termasuk Direktur Badan Intelijen Asing Sergei Naryshkin dan Sekretaris Dewan Keamanan Federasi Rusia Nikolai Patrushev tak luput dari bidikan sanksi Amerika.
"[AS] akan menunjuk lebih banyak di masa depan jika kampanye [militer] Rusia tanpa alasan melawan Ukraina tidak segera berakhir," lanjut Departemen Keuangan AS.
Sanksi tersebut mencakup pembekuan aset yang berbasis di AS dari mereka yang ditargetkan.
Warga negara Amerika juga dilarang melakukan semua transaksi yang melibatkan properti atau kepentingan apa pun dari individu yang masuk daftar hitam sanksi.
Juru bicara Gedung Putih Jen Psaki mengisyaratkan pada konferensi pers sebelumnya pada hari Jumat bahwa sanksi akan mencakup larangan perjalanan ke Amerika Serikat. Namun, Departemen Keuangan tidak menyebutkan pembatasan perjalanan dalam pernyataannya.
Sementara itu, Uni Eropa juga secara resmi menjatuhkan sanksi kepada Putin dan Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov, dengan menuduh keduanya melanggar kedaulatan Ukraina setelah Moskow melancarkan operasi militer untuk mendukung dua republik di Ukraina timur yang baru diakui kemerdekaannya oleh Putin.
Sanksi Uni Eropa biasanya berupa pembekuan aset dan pembatasan perjalanan, namun masih belum jelas persis apa tindakan terbaru yang dilakukan untuk Putin dan Lavrov.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova, seperti dikutip Russia Today, bersikeras bahwa baik Putin maupun Lavrov tidak memiliki aset di luar Rusia.
Uni Eropa yang terdiri dari 27 negara juga memasukkan Perdana Menteri Rusia Mikhail Mishustin, Wakil Ketua Dewan Keamanan Dmitry Medvedev, dan Menteri Dalam Negeri Vladimir Kolokoltsev ke daftar hitam sanksi.
Anggota parlemen Rusia yang tidak termasuk dalam daftar sanksi sebelumnya juga menjadi sasaran tindakan tersebut. Demikian disampaikan kepala kebijakan Uni Eropa Josep Borrell kepada wartawan setelah pertemuan di Brussels pada hari Jumat.
“Presiden Putin dan Menteri Luar Negeri Lavrov ada dalam daftar orang yang terkena sanksi bersama dengan sisa anggota Duma [Parlemen Rusia] yang mendukung agresi ini,” kata Borrell.
Kanselir Austria Karl Nehammer sebelumnya mengatakan Uni Eropa akan segera membawa paket sanksi terberat yang langsung menargetkan pemimpin Rusia, meskipun mencatat itu akan menghindari larangan perjalanan. "Karena itu tidak akan pantas jika kami ingin memberikan kesempatan negosiasi," ujarnya.
Putaran sebelumnya Sanksi Uni Eropa yang diumumkan Rabu dikenakan pada pejabat senior Rusia lainnya, termasuk Menteri Pertahanan Sergey Shoigu dan kepala staf kepresidenan Anton Vaino.
Para pemimpin Barat lainnya telah memberlakukan daftar panjang sanksi pada Moskow atas operasi Ukraina, menargetkan lembaga keuangan utama dan warga Rusia.
Inggris, melalui Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, telah mengumumkan sanksi untuk Putin dan Menlu Rusia Sergey Lavrov pada hari Jumat, sambil mendesak sekutu untuk memutuskan Moskow dari jaringan pembayaran internasional SWIFT untuk menimbulkan rasa sakit maksimum pada Presiden Putin.