MAKNA URA Dalam Bahasa Indonesia, Ucapan Orang Rusia yang Terdengar Saat Konflik Ukraina-Rusia, Penasaran? - Kalbar Terkini
MAKNA URA Dalam Bahasa Indonesia, Ucapan Orang Rusia yang Terdengar Saat Konflik Ukraina-Rusia, Penasaran? - Kalbar Terkini
KALBAR TERKINI – Kata Ura atau Uraa sering terdengar dari mulut para tantara Rusia, sejak konflik antara Ukraina dan Rusia.
Tak hanya para tentara, ucapan Ura atau Uraa juga kerap kali terdengar dari masyarakat Rusia.
Lalu apa sebenarnya arti dari kata Ura ini dalam Bahasa kita, Bahasa Indonesia?
Kata Ura atau Uraa adalah kata yang sering diucapkan orang Rusia saat mengekspresikan teriakan perang.
Tak hanya itu, Ura juga memiliki makna lain yaitu sebagai ungkapan rasa terburu-buru atau tergesa-gesa.
Penggunaan kata Ura juga dapat digunakan untuk mengungkapkan semangat dalam berperang, tepat digunakan pada masa sekarang dimana perang sedang terjadi antara Rusia dan Ukraina.
Ucapan Ura bisa dimaknai sebagai bentuk sorakan dan bisa digunakan untuk mengekspresikan rasa suka cita dan rasa gembira.
Ura atau Uraaa merupakan kata yang berasal dari Norse (dari sejarah Viking atau orang Skandinavia).
Lebih lanjut, disebutkan bahwa Ura merupakan ekspresi atau gambaran saat teriakan perang "Huer Av" yang berarti "Heads Off"
Kondisi Ukraina saat ini
Memasuki hari kedua serangan Rusia terhadap Ukraina membuat kondisi di negara itu semakin genting.
Sekitar 100 ribu orang mengungsi, bahkan banyak yang memilih kabur ke luar negeri, karena khawatir akan keselamatan nyawa mereka dan keluarga.
Sementara itu, korban dari tentara hingga warga sipil terus berjatuhan.
Duta Besar Republik Indonesia untuk Ukraina, Ghafur Dharmaputra, mengungkapkan situasi mencekam di Kiev.
Dimana wilayah di Ukraina timur telah dikuasai kelompok separatis.
Serangkain ledakan terjadi dimana-mana termasuk di Kiev.
Warga Ukraina berhamburan dan bergegas ingin meninggalkan rumah-rumah mereka mencari perlindungan termasuk di stasiun bawah tanah.
Karena kondisi yang makin genting, Kedutaan Besar RI (KBRI) mengumpulkan warga Indonesia yang berada di Ukraina.
Menurut data, ada sekitar 148 WNI yang berada di negara Eropa Timur itu.
Penyebab terjadinya perang Rusia vs Ukraina
Konflik Rusia dan Ukraina sebetulnya sudah terjadi sejak lama.
Ukraina merupakan bekas negara Uni Soviet, dan Presiden Rusia Vladimir Putin tampak belum rela bahwa Ukraina telah merdeka.
Ada pula alasan karena NATO yang ingin ekspansi ke Eropa Timur, termasuk Ukraina yang berbatasan dengan Rusia.
Ekspansi NATO ke Ukraina dianggap mengganggu keamanan nasional Rusia.***