7 Hal yang Menyebabkan Induk Kucing Memakan Anaknya Sendiri Halaman all - Kompas
7 Hal yang Menyebabkan Induk Kucing Memakan Anaknya Sendiri Halaman all - Kompas.com

JAKARTA, KOMPAS.com- Apakah kamu pernah melihat induk kucing memakan anaknya sendiri? Kamu pasti akan bertanya-tanya alasan yang mendasari induk kucing tega melakukan hal ini.
Induk kucing sangatlah mencintai anak-anaknya, namun ternyata ada beberapa hal yang membuatnya harus memakan anaknya sesaat setelah lahir.
Salah satu faktor yang mendasari perilaku ini ialah faktor keselamatan dan juga kesehatan baik untuk induk maupun anak kucing.
Melansir dari Hepper, Jumat (11/3/2022), berikut ini merupakan 7 penyebab induk kucing memakan anaknya sendiri.
Anak kucing tidak sehat
Salah satu alasan induk kucing memakan anaknya sendiri ialah karena anak kucing sakit dan tidak mungkin untuk hidup. Induk kucing akan memakan anak kucing untuk mencegahnya menderita.
Kucing memiliki lebih dari 200 juta sensor bau di hidungnya, dan mereka dapat menggunakan indra penciumannya yang tajam untuk mendeteksi hal-hal yang tidak dapat kita cium.
Salah satu hal yang dapat mereka cium adalah penyakit. Anak kucing yang tidak sehat dapat membahayakan anak kucing lainnya karena jika mati, bakteri dapat menyebar dengan cepat, membuat anak kucing lainnya rentan.
Lahir dalam keadaan mati
Anak kucing yang mati bisa dengan cepat menyebarkan bakteri ke anak kucing lain yang masih hidup.
Sehingga induk kucing tidak punya pilihan selain memakan anaknya ketika ia lahir dalam keadaan tidak bernyawa.
Induk kucing sangat posesif di minggu pertama setelah anaknya lahir. Ketika ada manusia yang mendekati tempat persembunyiannya, ia akan segera memindahkan anak-anaknya.
Jika proses pemindahan terlalu sulit, induk mungkin saja mulai memakan anak-anaknya terutama di alam liar.
Di alam liar, kucing menghadapi bahaya dari berbagai predator yang mungkin menganggap anak kucing sebagai makanan yang mudah, dan induknya mungkin memakan anak kucing untuk mengurangi stres jika dia merasa tidak aman. Kucing rumahan lebih merasa aman dan lebih memilih untuk memindahkan anaknya.
Stres setelah proses lahiran yang panjang
Beberapa kucing dapat melahirkan selama tiga hari atau lebih. Meskipun kucing mungkin makan dan minum selama waktu ini, prosesnya bisa sangat melelahkan.
Persalinan yang lama sering kali membuat kucing kelaparan, dan mungkin memakan anak kucing untuk mendapatkan kembali beberapa nutrisi yang hilang.
Kucing adalah karnivora dan mereka dapat memulihkan nutrisi penting dari memakan anak kucing sehingga akan membantunya terus melahirkan.
Kurang berpengalaman
Ini jarang terjadi, tetapi kurangnya pengalaman dapat menjadi penyebab beberapa induk kucing yang baru pertama kali melahirkan memakan anak kucing mereka.
Kucing mungkin tidak tahu apa yang harus dilakukan selain memakannya, atau mereka mungkin terlalu kasar sehingga secara tidak sengaja membunuh dan kemudian memakan yang mati.
Kekurangan gizi
Salah satu alasan paling umum kucing memakan salah satu anak kucingnya di alam liar adalah karena ia kekurangan gizi dan membutuhkan nutrisi yang didapatnya dari memakan anaknya.
Seringkali kucing memakan plasentanya, namun untuk kucing yang sangat kurus mereka mungkin juga memakan anaknya.
Jika ada anak kucing yang tersisa, mereka akan mendapat tambahan nutrisi melalui ASI, sehingga pengorbanan satu anak kucing bisa meningkatkan kesehatan kucing lainnya.
Induk tidak mengenali anaknya
Alasan lain mengapa kamu sebaiknya tidak mendekati atau bahkan memegang anak kucing yang baru lahir ialah karena aroma tanganmu bisa menempel di anak kucing. Kucing mengandalkan indera penciumannya untuk mengenali anaknya.
Perubahan aroma sekecil apapun akan membuat induk kucing salah mengira jika anaknya merupakan predator. Ia tidak akan ragu untuk memangsa anaknya demi menyelamatkan anak kucing lainnya.