0
News
    Home Amerika Serikat Featured Ukraina

    AS Pasok 'Bom Terbang' Switchblade Bantu Ukraina Hadapi Rusia, Ini Kemampuan Mengerikannya - Tribunnews

    7 min read

     

    AS Pasok 'Bom Terbang' Switchblade Bantu Ukraina Hadapi Rusia, Ini Kemampuan Mengerikannya - Halaman all

    Editor: Iwan Satriawan
    AA
    Drone Switchblade buatan Amerika Serikat.
    Drone Switchblade buatan Amerika Serikat.

    BANGKAPOS.COM-Ditengah masih berkecamuknya perang antara Rusia dan Ukraina, Amerika Serikat mengumumkan kucuran dana 1 miliar dollar AS (Rp 14,3 triliun) untuk memasok senjata dan drone ke Ukraina.

    Kucuran dana tersebut diumumkan Presiden Amerika Serikat Joe Biden pada Rabu (16/3/2022)

    Dana 1 miliar dollar AS itu terdiri dari 200 juta dollar AS yang dialokasikan akhir pekan lalu, dan 800 juta dollar AS paket bantuan yang disetujui oleh Kongres minggu lalu.

    “Ini adalah transfer langsung peralatan dari Kementerian Pertahanan kami ke militer Ukraina untuk membantu mereka melawan invasi (Rusia) ini,” kata Biden dikutip dari kompas.com.

    Senjata dan peralatan yang akan didapat Ukraina dari Amerika Serikat tersebut meliputi, rudal pertahanan jarak jauh S-300, drone kamikaze, rudal Stinger anti-pesawat, rudal Javelin serta senjata, amunisi, pelindung tubuh

    Apa itu drone kamikaze yang akan dikirimkan Amerika Serikat?

    Seorang tentara Ukraina memeriksa puing-puing gedung apartemen yang hancur di Kyiv pada 15 Maret 2022 (FADEL SENNA / AFP)

    Pada dasarnya drone Switchblade adalah bom terbang yang dikendalikan dari jarak jauh dan dapat diarahkan oleh operator untuk menemukan target, kemudian ketika sudah siap, meluncur ke sasaran dan meledak saat berkontak.

    Dijuluki "drone kamikaze", Switchblade dapat memperluas jangkauan serangan terhadap kendaraan dan unit Rusia di luar pandangan pengguna.

    Switchblade memilki keunggulan dibandingkan rudal pencari panas yang digunakan Ukraina melawan tank Rusia.

    Dikutip dari indomiliter.com, drone yang diproduksi oleh AeroVironment tersebut, setidaknya saat ini ada dua varian Switchblade, yaitu Switchblade 300 dan 600.

    Drone kamikaze ini juga telah dioperasikan oleh US Special Operations Command. Varian 300 dirancang untuk menyasar target berupa personel lawan, sedangkan varian 600 dirancang untuk menghancurkan target berupa tank dan kendaraan lapis baja lainnya.

    Sejauh ini, pejabat Kongres tidak memiliki kejelasan tentang varian mana yang akan diberikan ke Ukraina, atau apakah keduanya akan diberikan.

    Pada Desember 2021, telah dilakukan demonstrasi eksklusif Switchblade 300.

    Namun, pejabat AeroVironment mengatakan pada saat itu bahwa pemerintah melarang mereka melakukan demonstrasi Switchblade 600.

    Switchblade pada dasarnya adalah rudal yang dilengkapi dengan kamera, sistem pemandu dan bahan peledak.

    Drone ini dapat diprogram untuk secara otomatis menyerang target bermil-mil jauhnya, dan mereka dapat dikendalikan di sekitar sasaran sampai waktunya tepat untuk menyerang.

    AeroVironment mengatakan Switchblade 600 dapat terbang selama 40 menit dan terbang sejauh 10 km.

    Dari spesifikasi, Switchblade 300 punya berat 5,5 kg dan panjang 60 cm.

    Drone ini dapat terbang sampai ketinggian 4.500 meter dan ketinggian jelajah 152 meter.

    Kecepatan maksimum drone ini mencapai 160 km per jam.

    Drone ini sifatnya hanya sekali pakai, maka itu dijuluki “drone kamikaze.” AeroVironment mengklaim harga drone bunuh diri ini jauh lebih murah daripada rudal Hellfire yang ditembakkan oleh drone Reaper AS.

    Harga satu unit Switchblade 300 diperkirakan sekitar US$6.000.

    Kedua senjata dapat dipasang dalam hitungan menit dan diluncurkan dari tabung peluncur yang dibawa personel infanteri.

    Mereka terbang jauh lebih cepat daripada drone Bayraktar TB2 Turki dan mungkin dapat menembus pertahanan udara yang dipertahankan Rusia atas pasukannya.

    Jika Switchblade digunakan di Ukraina, itu akan menjadi penggunaan senjata yang paling signifikan dalam pertempuran hingga saat ini.

    Militer AS menggunakan Switchblade dalam pertempuran terbatas di Afghanistan.

    Masih banyak pertanyaan tentang pengiriman drone ini ke Ukraina, termasuk berapa banyak rudal yang dimiliki AS, seberapa cepat AeroVironment dapat memproduksi drone ini, serta berapa lama waktu pelatihan yang dibutuhkan oleh personel militer Ukraina untuk mengoperasikan drone ini.

    Sejauh ini, Inggris adalah satu-satunya negara yang diberi hak untuk membeli Switchblade.

    Drone Kamikaze Rusia

    Drone Zala Lancet 1. Drone kamikaze ini dianggap sangat efektif menggempur sasaran secara senyap. (Kalashnikov Group)

    Sebagai sebuah negara yang kekuatan militernya tak diragukan lagi, Rusia memiliki drone kamikaze Lancet.

    Drone ini buatan Kalashnikov Group dan telah digunakan untuk menggempur sasaran-sasaran kelompok militan pemberontak di Suriah.

    Drone, yang telah digunakan di Suriah selama beberapa tahun, telah menjadi kendaraan udara tak berawak (UAV) militer Rusia yang efektif, namun jauh dari publikasi.

    Video saluran Veste menunjukkan drone menyerang kendaraan jip yang digunakan kelompok militan, yang ditunjukkan adanya dudukan senapan mesin di atas kabin kemudi mobil.

    "Pesawat mendekati targetnya dengan kecepatan sekitar 300 kilometer per jam, dan tidak ada tempat untuk melarikan diri," kata Alexander Zakharov, kepala insinyur Zala Aero Group, kepada Veste dikutip Al Masdar News, Minggu (18/5/2021) seperti dikutip dari tribunnews.com.

    Lancet diluncurkan dari ketapel dan terbang dengan bantuan motor listrik.

    Drone itu bekerja lebih tenang daripada yang lain karena lebih ringan dan lebih ramping.

    Drone kamikaze itu itu juga sarat amunisi seberat sekitar 12 kilogram dan muat di dalam kotak sempit di bodi pesawat buatan Zeta Aero, anak perusahaan Kalahnikov Group.

    Menurut situs web, Deagel, “Zala Lancet, juga dikenal sebagai Lantset, adalah pesawat tak berawak kamikaze yang dikembangkan Zala Aero.

    Didesain menargetkan sasaran di darat, di udara dan/atau di air mengikuti persyaratan Angkatan Darat Rusia.

    Sistem senjata baru ini memiliki jangkauan maksimum 40 kilometer dan dapat melakukan serangan presisi secara otonom.

    Selain itu, drone telah dirancang untuk memberikan video dan citra real-time ke stasiun kendali.

    Kendaraan udara mencakup modul intelijen, navigasi dan komunikasi.

    Drone Zala Lancet diumumkan pertama kali pada akhir Juni 2019 di pameran Russian Army Expo. Saat itu uji coba pengembangan sudah selesai.

    Pertama kali drone penyerang Lancet berhasil diluncurkan militer Rusia di Suriah yang menargetkan sasaran kelompok militan Idlib pada November 2020.

    Dari situs Zeta Aero diperoleh data ringkas spesifikasi drone Zala Lancet 1 yang dilengkapi beberapa sistem bidik: sistem koordinat, elektro-optik, dan gabungan.

    Kendaraan tak berawak juga memiliki saluran komunikasi video yang menyiarkan gambar target untuk mengonfirmasi keterlibatan target.

    Zala Lancet 1 mampu menjangkau target di jarak 40 kilometer dari titik peluncurannya.

    Berat pesawat saat lepas landas maksimal 12 kilogram.

    Selain itu, UAV ini dapat mengirimkan video, yang memungkinkan untuk mengonfirmasi keterlibatan target yang berhasil.

    UAV Zala Lancet diyakini secara signifikan meningkatkan keamanan nasional negara Rusia, dan memiliki potensi ekspor yang signifikan.

    Tags:
    Komentar
    Additional JS