0
News
    Home Featured Rusia Ukraina Vladimir Putin

    MUNCUL Pengakuan Vladimir Putin soal 14.000 Warga Sipil Tewas, Rusia Minta Warga Ukraina Keluar - Tribunnnews

    6 min read

     

    MUNCUL Pengakuan Vladimir Putin soal 14.000 Warga Sipil Tewas, Rusia Minta Warga Ukraina Keluar - Halaman all

    Editor: Salomo Tarigan
    AA
    Presiden Rusia Vladimir Putin
    Presiden Rusia Vladimir Putin

    TRIBUN-MEDAN.com - Presiden Rusia Vladimir Putin pada Sabtu kemarin mengatakan, 13.000 hingga 14.000 warga sipil di Republik Rakyat Donetsk (DPR) dan Republik Rakyat Lugansk (LPR) yang disebut Republik Donbass telah tewas sejak 2014 lalu.

    "Apa yang akan saya katakan mungkin terdengar kasar. Namun situasi memaksa saya untuk mengatakan dengan lantang apa yang baru saja terjadi pada saya. Seperti yang mungkin anda dengar, anjing-anjing liar akhir-akhir ini mulai menyerang orang-orang di berbagai daerah, beberapa terluka, bahkan menjadi kasus yang mematikan," kata Putin.

     Dikutip dari laman TASS, Minggu (6/3/2022), ia kemudian menjelaskan bahwa pada titik tertentu, orang mulai meracuni dan menembak 'hewan-hewan ini'.

    Putin menekankan bahwa 'hewan-hewan liar adalah masalah yang terpisah dan otoritas lokal berkewajiban untuk mengatasinya'.

    "Sekarang dengarkan ini, orang-orang Donbass Bukan hewan liar. Namun, mereka adalah 13.000-14.000 warga yang telah terbunuh di sana selama bertahun-tahun. Lebih dari 500 anak telah terbunuh atau lumpuh," tegas Putin.

    Ia pun meyakini bahwa apa yang dianggap sangat tidak dapat ditoleransi oleh Rusia adalah apa yang disebut oleh negara Barat sebagai hal yang 'beradab'.

    Menurutnya, Barat lebih memilih untuk tidak memperhatikan hal ini selama 8 tahun.

    "Selain itu, pihak berwenang di Ukraina akhir-akhir ini mulai mengatakan bahwa mereka tidak akan menerapkan perjanjian Minsk.

    "Mereka telah mengatakannya selama ini di TV dan di Internet, di mana-mana. Mereka menyatakan di depan umum 'kami tidak menyukainya, kami tidak akan melakukannya'," jelas Putin.

     Sementara itu, Rusia terus dituduh gagal mengimplementasikan perjanjian.

    "Tapi itu omong kosong, itu tidak masuk akal. Mereka berpendapat bahwa putih itu hitam dan hitam itu putih," pungkas Putin.

    Rusia Minta Warga Ukraina Keluar

    Rusia izinkan warga Ukraina melarikan diri.

    Pemboman pun dihentikan agar warga dapat pergi dengan aman.

    Berikut update terbaru terkait perang yang terjadi antara Rusia dan Ukraina.

    Seperti diberitakan, Presiden Putin menegaskan tetap melanjutkan invansinya ke Ukraina.

    Akibat dari perang tersebut warga banyak menjadi korban, gelombang pengungsi pun terjadi.

    Proses evakuasi juga terus dilakukan, dalam rangka menjaga keamanan para warga.

    Terbaru pada Sabtu (5/3/2022), militer Rusia melakukan genjatan senjata.

    Dikutip Tribunnews dari CNN, hal itu bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi warga sipil di Mariupol dan Volnovakha untuk melarikan diri. 

    Kementerian Pertahanan Rusia mengumumkan hal tersebut. 

    Rusia akan menghentikan pemboman di beberapa bagian Ukraina pada hari Sabtu, sehingga memungkinkan warga sipil melarikan diri dengan aman.

    "Hari ini, 5 Maret, mulai pukul 10 pagi waktu Moskow, pihak Rusia mengumumkan gencatan senjata dan membuka koridor kemanusiaan untuk keluarnya warga sipil dari Mariupol dan Volnovakha," kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan.

    "Koridor kemanusiaan dan rute keluar telah disepakati dengan pihak Ukraina," ujarnya.

    Bantahan Presiden Ukraina

    Volodymyr Zelensky membantah tuduhan dia telah melarikan diri dari Ukraina.

    Dirinya pun mengatakan saat ini masih di Kyiv, ibu kota Ukraina.

    Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memposting video di akun Instagramnya pada hari Jumat, mengatakan dia masih di ibukota Kyiv dan belum meninggalkan negara itu.

    "Setiap dua hari informasi keluar bahwa saya telah melarikan diri ke suatu tempat, melarikan diri dari Ukraina, dari Kyiv, dari kantor saya. Seperti yang Anda lihat, saya di sini di tempat saya, Andriy Borisovich (Yermak) ada di sini. Tidak ada yang melarikan diri ke mana pun. Di sini , kami sedang bekerja," kata Zelensky.

    "Kami suka jogging, tapi sekarang kami tidak punya waktu untuk itu, untuk berbagai latihan kardio," candanya.

    "Bekerja. Kemuliaan bagi Ukraina."

    Pesawat Kiamat Putin Mulai Lepas Landas 

    Sebuah pesawat anti nuklir milik Rusia tampak lepas landas di langit Moskow, Rusia.

    'Pesawat kiamat' sebutannya, dioperasikan oleh Angkatan Udara Rusia.

    Menurut media pemerintah Rusia, pesawat model baru ini memiliki kemampuan untuk menahan ledakan nuklir.

    Fungsinya sebagai pos komando dan kontrol udara potensial bagi pejabat tinggi saat kondisi bencana, juga konflik bersenjata nuklir.

    Laporan penerbangan itu armada milik Presiden Rusia, Vladimir Putin tersebut telah menimbulkan kekhawatiran khusus bahwa perang nuklir bisa terjadi di tengah konflik Rusia-Ukraina yang sedang berlangsung.

    Dikutip dari Express.co.uk, Jumat (4/3/2022), data dari FlightRadar24 menunjukkan sebuah pesawat dengan kode RSD980 yang digambarkan sebagai Rossiya atau Skuadron Penerbangan Khusus beredar di atas Moskow.

    Data menunjukkan bahwa pesawat tersebut lepas landas dari Bandara Internasional Moskow Vnukovo pada pukul 16.16 waktu setempat.

    Dan jalur penerbangan menunjukkan pesawat melakukan banyak sirkulasi di wilayah udara di atas Moskow.

    Pesawat tersebut beredar selama 3 jam 41 menit, dan kembali mendarat di Bandara Internasional Moskow Vnukov.

     Menurut kantor berita pemerintah RIA Novosti, yang mengutip sebuah sumber di kompleks industri militer negara, mengungkap pengerjaan "pesawat kiamat" generasi ketiga tersebut dilalukan di Voronezh pada Juli tahun lalu.

    Tass, outlet lain yang dikelola negara Rusia, juga mengatakan pesawat baru didasarkan pada Il-96-400M, sebuah pesawat yang dirancang Soviet, dan akan menggantikan armada Il-80 Rusia saat ini.

    Berbeda dengan model yang menjadi dasarnya, "pesawat kiamat" tidak memiliki jendela yang dimaksudkan untuk melindungi mereka yang ada di dalamnya dari ledakan nuklir.

    "Pesawat Kiamat" dapat beroperasi sebagai pusat komando dan kendali udara yang dapat digunakan untuk mengevakuasi pejabat tinggi dalam keadaan darurat.

    Pesawat tersebut dilengkapi dengan teknologi untuk mengarahkan angkatan bersenjata jika terjadi bencana seperti perang nuklir.

    Satu-satunya negara yang telah merancang dan memproduksi pesawat semacam itu adalah Amerika Serikat dan Rusia.

    Menurut Angkatan Udara, pesawat kiamat dilindungi oleh gelombang elektromagnetik, terlindung dari efek nuklir dan termal.

    Teknologi satelit yang digunakan di dalam pesawat juga menawarkan kemampuan komunikasi di seluruh dunia.

    Komentar
    Additional JS