0
News
    Home Featured Rusia Ukraina Vladimir Putin Zelensky

    Ngejek dan Nantangin? Presiden Ukraina Bilang ke Putin 'Tak Akan Menggigit': Kamu Takut? Duduklah dengan Saya - terkini

    2 min read

     

    Ngejek dan Nantangin? Presiden Ukraina Bilang ke Putin 'Tak Akan Menggigit': Kamu Takut? Duduklah dengan Saya

    Bahkan, Zelenskyy bertanya apakah Putin sebenarnya takut? Oleh karena itu, ia pun berkelakar tak akan menggigit.Ia ingin agar Putin bisa duduk bersama dengannya sambil bernegosiasi, bukannya dari jarak 30 meter.Terkini.id, Internasional – Presiden Ukraina, yakni Volodymyr Zelenskyy, baru-baru ini tampak memberikan pernyataan yang terkesan mengejek dan menantang kepada Presiden Rusia, Vladimir Putin.presiden ukraina minta bantuan
    Volodymyr Zelenskyy dan Vladimir Putin /AFP Photo and AP Photo.

    Ya, Volodymyr Zelensky menyampaikan itu dengan gaya berseloroh. Seperti diketahui, ia memang pernah berkarier sebagai pelawak sebelum terjun ke dunia politik dan menjadi Presiden Ukraina.

    Namun, tentu saja apa yang diselipkan oleh Volodymyr Zelensky itu merupakan humor sarkastik saat menantang Vladimir Putin.

    Lanjutkan membaca artikel di bawah

    “Duduklah dengan saya untuk bernegosiasi, jangan di 30 meter,” katanya, dikutip terkini.id dari KTVU via Pikiranrakyat pada Jumat, 4 Maret 2022.

    “Saya tidak akan menggigit. Kamu takut?”

    Di sisi lain, Zelensky mengatakan bahwa prospek untuk negosiasi antara Rusia dan Ukraina tampaknya tidak terlalu menjanjikan.

    Kendati demikian, ia menekankan perlunya negosiasi guna menghentikan konflik yang kian memanas di antara dua negara pecahan Uni Soviet itu.

    “Setiap kata lebih penting daripada tembakan.”

    Ia pun kecewa dengan para pemimpin Barat yang dinilainya lambat dalam menawarkan bantuan untuk Ukraina.

    Menurutnya, jika Barat tetap enggan mendeklarasikan zona larangan terbang di atas langit Ukraina, setidaknya mereka harus membantu negaranya dengan pesawat tempur.

    Sementara itu, badan darurat negara Ukraina melaporkan sedikitnya 22 warga sipil tewas dalam serangan Rusia di Kota Chernihiv, sebuah kota berpenduduk 280.000 di bagian utara Ukraina.

    Meski begitu, angka tersebut kemungkinan jauh lebih tinggi mengingat tim penyelamat saat ini masih mencari para korban yang tertimpa puing-puing reruntuhan.

    Komentar
    Additional JS