Pengamat Beberkan Dampak Invasi Rusia ke Ukraina untuk Ekonomi Indonesia - PIKIRAN RAKYAT
Pengamat Beberkan Dampak Invasi Rusia ke Ukraina untuk Ekonomi Indonesia
PIKIRAN RAKYAT - Invasi Rusia ke Ukraina diprediksi dapat mengganggu pemulihan ekonomi dunia usai dihantam pandemi Covid-19. Sejak invasi Rusia ke Ukraina pada Kamis, 24 Februari 2022, negara-negara Uni Eropa menjatuhkan sanksi ekonomi terhadap Rusia.
Pengamat ekonomi Universitas Jember Adhitya Wardhono menilai, dampak invasi Rusia-Ukraina serta sanksi Uni Eropa terhadap Rusia akan menyebabkan kenaikan harga komoditas, energi, dan supply chain shock.
Hal itu, ujar Adhitya, akan merugikan perekonomian global dan mengganggu proses pemulihan ekonomi dunia termasuk Indonesia.
"Kombinasi dari ketiga hal itu akan berdampak bagi perekonomian global termasuk Indonesia yang saat ini masih mengalami dampak pandemi Covid-19," kata Wardhono dikutip Pikiran-rakyat.com (PR) dari Antara, Minggu, 6 Maret 2022.
Untuk itu, Wardhono menekankan pentingnya kesepakatan damai yang terjalin antara Rusia-Ukraina sehingga dapat mempercepat pemulihan ekonomi global.
Dia khawatir apabila invasi Rusia ke Ukraina berlarut-larut, maka percepatan pemulihan ekonomi global akan terhambat.
"Pertumbuhan ekonomi global akan melandai apabila upaya damai kedua negara tidak segera terjadi," tuturnya.
Adhitya mengatakan, hal yang mesti diperhatikan dari invasi Rusia ke Ukraina yaitu kemungkinan inflasi global. Kenyataan itu akan terjadi mengingat sasaran pertama dari invasi Rusia ke Ukraina adalah terhambatnya rantai pasok global.

"Dengan begitu pertumbuhan ekonomi global akan terkontraksi nyata. Selebihnya akan mengakibatkan melandainya konsumsi dan investasi global yang disebabkan terganggunya arus barang dan jasa internasional, sehingga sektor eksport-import mengalami performasi yang menurun," sebutnya memaparkan.
Meskipun dua negara tersebut bukanlah mitra dagang utama Indonesia, Adhitya mengatakan, dampak invasi Rusia ke Ukraina tetap akan mempengaruhi sektor ekonomi Indonesia.
Dikatakannya, hubungan Rusia dengan Indonesia yaitu bersifat nostalgic, atau lebih ke arah sektor perdagangan.
"Konflik itu dapat berdampak pada bahan makanan yang diimpor oleh Indonesia dari Ukraina, terutama gandum, besi dan baja (23 persen), dan lainnya 2 persen," ujar dia.***