Pelajaran Berharga dari Negeri Sakura, Stasiun Kereta Rela Merugi Demi Gadis SMA - akurat
Pelajaran Berharga dari Negeri Sakura, Stasiun Kereta Rela Merugi Demi Gadis SMA

AKURAT.CO, Apa yang terjadi ketika sebuah stasiun mendadak sepi dan tanpa penumpang? Tak jarang jawaban yang muncul bakal ditutup daripada menderita kerugian. Meski demikian, ada banyak pertimbangan lain yang harus dipikirkan oleh regulator dan pengambil kebijakan dalam menetaskan keputusan.
Sebab jangan sampai hanya karena menginginkan keuntungan sepihak, tidak peduli ada pihak-pihak yang tersakiti. Ada petani miskin yang menderita, ada pelajar yang tidak bisa sekolah dan ada banyak alasan lainnya. Intinya pelajaran berharga bisa datang dari mana saja.
Kadang seorang pemimpin harus rela merugi demi membahagiakan bawahannya. Seorang atasan harus pasang badan tatkala performa bawahannya dianggap menurun oleh direksi. Entahlah, ada kisah menarik dari Jepang yang bisa jadi pelajaran sebagaimana dikutip dari #infobeasiswa.
Mulanya pada tahun 2013 silam, Stasiun Kami-Shirataki di Hokaido Jepang rencananya bakal ditutup oleh pemerintah, penyebabnya jumlah penumpang kereta menurun drastis kala itu. Letaknya yang terpencil membuat stasiun ini tak lagi diminati.
Karena sudah tidak lagi ada peminat, ditambah dengan cost operasi yang harus ditanggung. Stasiun yang dibuka pada tahun 1932 ini mengalami kerugian besar. Sehingga ditutup merupakan pilihan yang dianggap paling rasional.
Suatu hari pihak stasiun menyadari ada seorang gadis SMA yang setiap harinya selalu berangkat sekolah dengan menggunakan mode transportasi stasiun Kami-Shirataki itu. Gadis SMA bernama Kana Harada ini setiap harinya pulang pergi sekolahnya dengan menggunakan kereta.
Kana Harada berangkat setiap hari ke sekolahnya pada pukul 07.04 dan pulang sekolah pada sore harinya 17.09 waktu setempat. Kana Haradalah satu-satunya penumpang dalam kereta tersebut.
Tak ingin mengecewakan sang penumpang setia stasiun Kami-Shirataki, maka Pemerintah Jepang pun memutuskan untuk menunda penutupan stasiun kereta ini. Kereta tetap beroperasi bahkan dalam waktu 3 tahun untuk menemani Harada pulang pergi sekolahnya.
Lalu pada 26 Maret 2016 Stasiun Kami-Shirataki resmi ditutup oleh pemerintah Jepang yang sekaligus bertepatan dengan kelulusan Kana Harada dari sekolah SMAnya. Saat ini, Harada sudah melanjutkan pendidikannya di luar kota yang berbeda.
Dari kisah ini, mungkin kita mampu meresapi sebuah pelajaran berharga dari kebijakan yang lebih mengutamakan sentuhan hati dan cinta ketimbang keuntungan dan prestige semata.[]