Putin: Strategi Barat Pindah ke Teror, Menghancurkan Rusia dari Dalam - Kontan
2 min read
Putin: Strategi Barat Pindah ke Teror, Menghancurkan Rusia dari Dalam
Oleh: SS. Kurniawan
Selasa, 26 April 2022 15:39 WIB

KONTAN.CO.ID - LONDON. Presiden Vladimir Putin pada Senin (25/4) menuduh Barat berusaha menghancurkan Rusia dari dalam, menghasut Ukraina untuk merencanakan serangan terhadap wartawan negeri beruang merah.
Putin mengatakan, Badan Keamanan Federal (FSB) pada Senin telah mencegah upaya pembunuhan oleh "kelompok teroris" terhadap jurnalis TV Rusia Vladimir Solovyev.
"Mereka telah pindah ke teror, untuk mempersiapkan pembunuhan jurnalis kami," kata Putin tentang Barat, berbicara kepada jaksa tinggi Rusia, seperti dikutip Reuters.
Putin, mantan mata-mata KGB yang telah memerintah Rusia sebagai pemimpin tertinggi sejak hari terakhir tahun 1999, tidak segera memberikan bukti untuk mendukung pernyataannya.
Kepala FSB Alexander Bortnikov mengeklaim, enam warga negara Rusia neo-nasionalis telah merencanakan untuk membunuh Solovyev, salah satu jurnalis TV dan radio paling terkenal di Rusia, atas perintah Badan Keamanan Negara (SBU) Ukraina.
SBU membantah tuduhan itu, yang katanya fantasi yang Moskow buat. "SBU tidak memiliki rencana untuk membunuh V Solovyev," tegas FSB dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Reuters.
Solovyev, pembawa acara talk show yang tamunya sering merendahkan Ukraina dan membenarkan tindakan Rusia di negara itu, berterima kasih kepada FSB.
Putin menyatakan, Barat telah menyadari bahwa Ukraina tidak bisa mengalahkan Rusia dalam perang sehingga pindah ke rencana yang berbeda, penghancuran Rusia dari dalam.
"Tugas lain telah mengemuka: Untuk memecah masyarakat Rusia dan menghancurkan Rusia dari dalam," ungkap Putin. "Ini tidak berhasil".
Menurut Putin, organisasi media asing dan media sosial juga digunakan oleh mata-mata Barat untuk melakukan provokasi terhadap angkatan bersenjata Rusia.
Jaksa Rusia harus bereaksi cepat terhadap berita dan laporan palsu yang merusak ketertiban, Putin menyebutlam, tanpa memberikan contoh spesifik.
"Mereka sering diorganisir dari luar negeri, diorganisir dengan cara yang berbeda, baik informasinya berasal dari sana atau uangnya," kata Putin yang menambahkan, jaksa harus memerangi ekstremisme "lebih aktif".
Selanjutnya: Akasha Wira International (ADES) Kantongi Laba Bersih Rp 265,75 Miliar Sepanjang 2021
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Editor: S.S. Kurniawan