0
News
    Home Featured Rusia Zelensky

    Zelensky Kutuk Rusia karena Tinggalkan Banyak Jebakan dan Ranjau saat Mundur dari Kiev - kompas

    2 min read

     

    Zelensky Kutuk Rusia karena Tinggalkan Banyak Jebakan dan Ranjau saat Mundur dari Kiev

    Krisis rusia ukraina | 3 April 2022 | 16:33 WIB
    Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengutuk Rusia karena meninggalkan jebakan dan ranjau saat mundur dari Kiev. (Sumber: Ukrainian Presidential Press Office via AP)

    KIEV, KOMPAS.TV - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengutuk Rusia karena meninggalkan banyak jebakan dan ranjau saat mundur dari wilayah Kiev dan utara Ukraina.

    Zelensky memperingatkan bahwa pasukan Rusia mundur dengan menciptakan kehancuran besar di luar Kiev.

    Ia menegaskan pasukan Rusia meninggalkan banyak jebakan dan ranjau hampir di seluruh tempat, baik di sekitar rumah dan jasad.

    Rusia melanjutkan posisi mereka untuk mundur dari sekitar ibu kota Kiev, setelah pada awal pekan ini menegaskan akan mengurangi aktivitas militernya di sana dan Chernihiv.

    “Ada ranjau di seluruh wilayah. Mereka menempatkan banyak ranjau di rumah, peralatan bahkan di jasad seseorang yang terbunuh,” kata Zelensky dikutip dari Daily Mail, Minggu (3/4/2022).

    “Ada banyak untaian kabel, ada banyak bahaya,” tambah sang presiden.

    Pernyataan Zelensky itu menyusul penemuan setidaknya 13 jasad warga sipil di jalan yang sama di mana tentara Rusia tertangkap video mengeksekusi pasangan muda.

    Video itu muncul dari rekaman drone yang mengejutkan dunia pada awal Maret.

    Di Bucha, yang berada di dekat Kiev, ditemukan sekitar 20 jasad terbaring di sebuah jalan.

    Menurut Wali Kota Bucha Anatoly Fedoruk, orang-orang itu tewas karena ditembak.

    Fedoruk juga menegaskan bahwa sekitar 280 jasad telah dikubur di sebuah kuburan massal di kota itu.

    Sebelumnya juga beredar video yang memperlihatkan sejumlah pasukan Ukraina menyingkirkan ranjau darat di jalanan menuju Kiev dengan menendangnya.

    Meski ranjau baru akan meledak jika terkena tekanan, apa yang dilakukan para tentara itu diyakini tetap berbahaya.

    Mereka menyingkirkan ranjau-ranjau tersebut agar mobil-mobil yang ingin lewat bisa melalui jalan tersebut.

    Komentar
    Additional JS