Inginkan perdamaian, tentara Ukraina lantunkan Sholawat Nabi di Hari Raya Idhul Fitri - Hops Id
Hops.ID - Perang antara Ukraina dan Rusia hingga detik ini masih berlangsung di saat umat Muslim tengah merayakan hari Raya Idhul Fitri yang jatuh pada 2 Mei 2022.
Di balik ketegangan yang terjadi antara Ukraina dan Rusia, ada sebuah video yang memperlihatkan tentara Ukraina memberikan ucapan selamat Idhul Fitri dalam bahasa Turki.
Hal ini terungkap dari video yang diunggah oleh kanal Youtube Fokus Tempur pada 2 Mei 2022 bertepatan dengan hari Raya Idhul Fitri kemarin.
Baca Juga: Kuah opor ayam membekas di pakaian? Coba cara menghilangkan noda santan di baju berikut ini
Tentara Ukraina tampak dengan seragam lengkapnya layaknya sekelompok paduan suara, mereka memberikan ucapan selamat Idhul Fitri kepada seluruh umat muslim di Ukraina.
Bahkan para tentara Ukraina itu dikabarkan melantunkan atau menyanyikan sholawat nabi Muhammad SAW dan mengharapkan perdamaian di saat ketegangan invasi Rusia di wilayahnya tersebut.
Dihimpun dari berbagai sumber, situasi perang di Ukraina kini diketahui juga semakin memanas. Terlebih lagi Inggris kini seolah ikut campur tangan akibat perang Moskow di Ukraina.
Baca Juga: Sebut Salat Ied di JIS sarat muatan politik identitas, anak buah Anies Baswedan beri jawaban telak
Sejak awal, invasi di Ukraina Inggris memang sudah mengecam Rusia, kemudian sebagai anggota Nato Inggris juga menyumbangkan Ukraina dengan sejumlah senjata guna melawan Rusia.
Keterlibatan Inggris dalam perang Ukraina ini dikabarkan membuat Rusia semakin geram dan mereka baru-baru ini tak segan memberikan ancaman kepada Inggris.
Namun, diketahui media pemerintah Rusia telah mendesak Vladimir Putin untuk menenggelamkan Inggris dengan menggunakan senjata nuklirnya yang paling kuat.
Baca Juga: Dari makam hingga rendang, netizen soroti wartawan yang liput Lebara di rumah Haji Faisal: Di Dodot ada nggak?
Pasalnya, Rusia menilai Inggris adalah mesin propaganda lalim yang terus menjadi penyebab kematian massal karena dukungannya terhadap perang di Ukraina.
Maka tak heran, apabila tentara Ukraina menginginkan sebuah perdamaian di tengah gejolak yang belum tahu kapan akan berakhirnya.***