0
News
    Home Featured Rusia Ukraina

    Rusia Bunuh 310 Pejuang Ukraina, Hancurkan 36 Peralatan Militer dalam 24 Jam - SINDOnews

    2 min read

     

    Rusia Bunuh 310 Pejuang Ukraina, Hancurkan 36 Peralatan Militer dalam 24 Jam

    Kamis, 05 Mei 2022 - 10:01 WIB
    Rusia Bunuh 310 Pejuang Ukraina, Hancurkan 36 Peralatan Militer dalam 24 Jam
    Bangkai Pengangkut Personil Lapis Baja Rusia (APC) dan kendaraan militer di garis depan dekat Kiev, Ukraina, 29 Maret 2022. Foto/REUTERS/Gleb Garanich
    A A A
    MOSKOW - Pasukan Rusia menewaskan 310 pejuang Ukraina dan menghancurkan 36 unit senjata dan peralatan militer pada Rabu (4/5/2022).

    Kabar itu diungkapkan juru bicara Kementerian Pertahanan (Kemhan) Rusia Mayor Jenderal Igor Konashenkov.

    “Operasional penerbangan taktis dan militer Angkatan Udara Rusia menghantam 77 area konsentrasi sumber daya manusia dan peralatan militer (Angkatan Bersenjata Ukraina). Hingga 310 nasionalis dan 36 unit senjata dan peralatan militer dihancurkan,” ungkap kantor berita TASS mengutip Konashenkov.

    Baca juga: Terungkap, AS Latih Tentara Ukraina di Bekas Pangkalan Nazi Wehrmacht

    “Pasukan rudal dan artileri menghantam baterai Ukraina dari beberapa sistem peluncuran roket BM-21 Grad, serta 83 area konsentrasi manusia dan peralatan militer, di posisi menembak,” papar Konashenkov.

    Baca juga: Kasus Bunuh Diri Meningkat di Kapal Induk AS, Para Pelaut Direlokasi



    Dia menambahkan, “Sistem pertahanan udara Rusia menghancurkan enam kendaraan udara tak berawak Ukraina pada siang hari di daerah pemukiman Avdiivka, Severodonetsk, Vesela Hora dari Luhansk…, serta di atas Pulau Zmeiny.”

    Baca juga: Strategi Baru AS Berusaha Persenjatai Jepang untuk Lawan China

    Pemboman berat Rusia terhadap situs-situs Ukraina terjadi ketika Uni Eropa (UE) bergerak untuk menjatuhkan sanksi lebih lanjut terhadap Moskow dengan mengusulkan larangan impor minyak.

    Pertempuran sengit juga terjadi di pabrik baja Azovstal di kota pelabuhan Mariupol yang terkepung, benteng terakhir perlawanan Ukraina di kota itu.
    Komentar
    Additional JS