0
News
    Home Featured Hepatitis

    Waspada Penyebaran Penyakit Hepatitis Akut, Masyarakat Diminta untuk Terapkan Hidup Sehat - Media Blitar

    4 min read

     

    Waspada Penyebaran Penyakit Hepatitis Akut, Masyarakat Diminta untuk Terapkan Hidup Sehat


    By

    Tim Mediablitar 02
    mediablitar.pikiran-rakyat.com
    3 min

    MEDIA BLITAR - Beredarnya informasi terkait penyebaran penyakit hepatitis misterius yang menyerang anak-anak kini meresahkan masyarakat.

    Laporan terkait keberadaan penyakit misterius tersebut pertama kali diterima oleh WHO sejak tanggal 5 April 2022, dimana terdapat setidaknya 10 kasus terjadi pada anak-anak.

    Hingga kini penyebab penyakit misterius hepatitis akut tersebut belum diketahui penyebabnya, dan pakar masih melakukan investigasi.

    Melansir PikiranRakyat dari artikel berjudul "Cegah Hepatitis Misterius, Masyarakat Diminta Terapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat" Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Utara (Sulut), Debie KR Kalalo, mengajak masyarakat untuk menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

    “Laporan pertama kali terkait hepatitis akut yang tidak diketahui etiologinya diterima WHO pada 5 April 2022 dari Inggris Raya, yaitu adanya 10 kasus pada anak-anak usia 11 bulan hingga 5 tahun dari bulan Januari hingga Maret 2022 di Skotlandia Tengah,” ucap Debie di Manado.

    Selanjutnya, pada 15 April 2022, WHO menetapkan penyakit ini sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).

    Penetapan KLB tersebut karena telah dilaporkan lebih dari 170 kasus di lebih 12 negara di Eropa, Amerika, dan Asia menyerang pada anak usia 1 bulan sampai dengan 16 tahun.

    Menurut Debie, sebanyak 17 anak atau sebesar 10 persen memerlukan transplantasi hati, dan satu kasus dilaporkan meninggal dunia

    “Tujuh belas anak diantaranya atau sebesar 10 persen memerlukan transplantasi hati, dan satu kasus dilaporkan meninggal,” ucapnya.

    Dalam kesempatan yang sama, Debie mengatakan bahwa, dari sebagian kasus yang ada tidak ditemukan adanya gejala demam.

    “Sebagian besar kasus tidak ditemukan adanya gejala demam. Penyebab dari penyakit tersebut masih belum diketahui,” kata dia, seperti dikutip Pikiran-Rakyat.com dari Antara.

    Adapun gejala yang ditemukan pada kasus yang teridentifikasi ialah sakit perut, muntah-muntah dan diare, ada gejala kuning seperti kulit dan mata kekuningan, buang air kecil berwarna teh tua atau buang air besar berwarna pucat, ada kejang, penurunan kesadaran, dan ada peningkatan enzim hati.

    Selain iut, dia juga mengatakan, telah dilakukan pemeriksaan laboratorium di luar negeri terhadap virus hepatitis tipe A, B, C, D, dan E tetapi tidak ditemukan sebagai penyebab dari penyakit tersebut.

    Dia menuturkan, pada rentang dua pekan terakhir hingga 30 April 2022, telah dilaporkan terdapat tiga pasien anak yang di rawat di Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta dengan dugaan hepatitis akut yang belum diketahui penyebab meninggalnya.

    Dinkes Sulut itu mengimbau kepada mengeluarkan surat kewaspadaan Nomor: 440/Sekr/001.E/V/2022 pada tanggal 4 Mei 2022 kepada seluruh Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dan rumah sakit di Sulut.

    Dalam keterangannya, dia juga mengimbau masyarakat untuk selalu menerapkan PHBS dan segera mengunjungi Puskesmas atau rumah sakit bila mengalami gejala penyakit kuning atau yang mengarah kepada hepatitis akut.*** (PikiranRakyat/Astri Lestari)

    Komentar
    Additional JS