114 Mahasiswa Manokwari di Jogja Kelaparan, Bupati: Kita Bantu Tapi Harus Kuliah - Kumparan
2 min read
114 Mahasiswa Manokwari di Jogja Kelaparan, Bupati: Kita Bantu Tapi Harus Kuliah
Konten Media Partner

Baca berita bebas iklan lewat aplikasi
Install
Kurang lebih 114 mahasiswa Manokwari, Papua Barat, di Jogja mengaku sering menahan lapar sejak tahun 2020. Hal itu karena uang beasiswa mereka tidak pernah disalurkan oleh Pemerintah Manokwari.
Menanggapi terkait adanya pengeluhan dari mahasiswa di Jogja, Bupati Manokwari Hermus Indou mengungkapkan sejak merebaknya pandemi COVID-19 berdampak pada anggaran pemerintah yang terbatas.
"Akibat pandemi COVID-19 keuangan daerah terbatas. Kalau kita mau bantu semua mahasiswa, kekuatan keuangan tidak mencukupi untuk membiayai mereka," kata Hermus Kepada media melalui sambungan seluler.
Dia mengatakan, perlu adanya verifikasi dan evaluasi kembali terhadap semua mahasiswa yang ada di setiap kota studi.
"Karena banyak mahasiswa yang tidak kuliah tapi dibantu. Bahkan kuliah tidak selesai- selesai dan pulang. Jadi ini jangan sampai bantuan Pemda itu mubazir. Karena itu harus dipastikan kuliah itu benar atau tidak "katanya.

Dikatakannya, Pemda Manokwari akan memberikan bantuan kepada mahasiswa yang benar-benar kuliah hingga selesai. Namun jika tidak kuliah maka hanya buang uang saja.
"Kita mau bantu, namun yang bersangkutan harus kuliah dan selesai. Tapi kalau kita bantu dan tidak kuliah selesai kita buang-buang uang. Pemondokan asrama kita tidak bantu perpanjang, karena banyak mahasiswa diduga konsumsi miras itu yang tidak bagus. Saya putuskan untuk kalau asrama dijadikan tempat miras dan tidak benar yang putus sekolah untuk apa kita biayai," ujarnya.
Bupati Manokwari bilang, akan melakukan evaluasi terlebih dahulu secara menyeluruh dan memastikan data mahasiswa kembali, dan akan dilakukan pada tahun ini.
"Tahun ini ada tim yang diturunkan untuk memastikan ke setiap daerah studi dan mengecek mahasiswa yang bersangkutan kuliah atau tidak begitu. Walaupun mahasiswa mengakui bahwa mereka kelaparan, tapi kalau yang kuliah baru kelaparan mungkin kita lihat. Tapi kalau, misalnya kita bantu uang makan kepada orangnya gak kuliah, ya itu kan biayai orang gak kuliah gak benar juga,"ucapnya.
"Kita pastikan dulu. Karena kita biayai pake uang negara kan. Uang negara ini kan tidak digunakan sembarang, karena nanti akan di pertanggung jawabkan,"tegasnya.
Diberitakan sebelumnya dari Pandangan Jogja-kumparan, bahwa 114 mahasiswa asal Manokwari itu, melapor ke Obudsmen DIY, karena mengaku lapar hingga beberapa rekan mereka putus kuliah karena dana beasiswa mereka tidak pernah disalurkan sejak tahun 2020.