30 Persen Pasien Gagal Ginjal Akut Anak di RSSA Malang Meninggal Dunia | TIMES Indonesia
30 Persen Pasien Gagal Ginjal Akut Anak di RSSA Malang Meninggal Dunia | TIMES Indonesia
RSSA Malang gelar konferensi pers soal penanganan kasus gagal ginjal akut progresif atipikal. (Foto: Naufal Ardiansyah/TIMES Indonesia)TIMESINDONESIA, MALANG – RSUD Dr Saiful Anwar Malang atau RSSA Malang menjadi salah satu rumah sakit rujukan untuk kasus Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal (GGAPA).
RSSA Malang enggan menyebut angka pasti total pasien gangguan gagal ginjal akut progresif atipikal pada anak yang telah dirawat. Namun, jumlah pasien meninggal dunia pada kasus ini disebut ada 30 persen.
"(Terkait data jumlah pasien) Kita sepakat top down dari Kemenkes. 30 persen meninggal," kata dr Astrid Kristina Kardani SpA(K) M.Biomed perwakilan RSSA Malang saat konferensi pers, Kamis (20/10/2022).
Ia mengaku bahwa kasus gangguan ginjal akut bukan hal baru di penanganan anak. Tren yang terjadi dua hingga tiga bulan terakhir ini, ada 24 persen yang penyebabnya masih misterius.
"Makanya kita sebut atipikal atau tidak diketahui penyebabnya. Kasus sekarang ini tidak biasa. Kami masih melakukan investigasi. Kita tidak tahu penyebabnya," terangnya.
Dokter Astrid mengimbau masyarakat terutama orang tua tidak panik menanggapi kasus ini. Namun para orang tua diimbau tetap waspada.
Hal dasar untuk mencegahnya adalah menjadi pola hidup sehat, tidak mengkonsumsi makanan dan minuman dengan bahan pengawet.
Sementara itu, dr Susanto Nugroho SpA(K) membenarkan jika ada pasien gangguan ginjal akut progresif atipikal pada anak yang sedang dirawat di RSSA Malang.
"Ada satu pasien yang kita rawat di ICU Anak. Ada kecurigaan ke arah gangguan ginjal akut progresif atipikal. Itu kita dasarkan kriteria yang dibuat Kemenkes secara nasional itu menjadi acuan kita apa memenuhi kriteria atau tidak," tuturnya.
RSSA Malang menjadi rumah sakit rujukan dari 14 rumah sakit yang dirujuk Kemenkes RI karena dinilai memiliki fasilitas, tenaga, sarana dan prasarana yang memadai untuk merawat kasus tersebut.
"Keseluruhan kasus adalah rujukan karena kami RS tipe A. Ada pasien dari Malang, Blitar, Pasuruan, Sidoarjo. Itu kasus yang ada di kita," bebernya.
Pihak dokter tidak dapat memastikan apa penyebab utama pasien anak sehingga terserang gagal ginjal akut. Namun kemungkinan besar, kata dr Susanto, anak ketika sakit diberikan obat dalam bentuk sirup.
"Karena kalau puyer, kapsul atau tablet apalagi sangat sulit. Tapi kita tidak bisa memastikan itu. Selama dirawat di sini memang pasien tidak dapat obat dalam bentuk sirup, biasanya injeksi," ucapnya.
Dr dr Krisni S SpA(K) sebagai dokter yang menangani kasus gagal ginjal pada anak mengaku selama tiga bulan terakhir ini ada beberapa kasus yang ditangani.
"Pasien GGAPA ini membuat panik ke masyarakat. Harapan kita masyarakat tidak panik tapi waspada saja. Pasien mayoritas di bawah umur 5 tahun. Terbanyak 2 sampai 5 tahun. Usia balita," terangnya.
Untuk mengetahui ciri-ciri dasar adanya kasus gagal ginjal akut pada anak, ia menuturkan masyarakat bisa melihat pada penurunan produksi urine.
"GGAPA itu terjadinya penurunan secara cepat fungsi ginjal ditandai dengan penurunan produksi urine. Urine pasien ini menurun atau mungkin tidak ada sama sekali," katanya.
RSSA Malang sebagai RS rujukan menerima pasien dari Blitar 44 persen dengan jumlah pasien terbanyak. Untuk jenis kelamin didominasi laki-laki.
Sebanyak 100 persen gejala yang dialami adalah tidak adanya produksi urine. Gejala batuk pilek 67 persen. Sedangkan pasien yang tengah dirawat ada gejala demam, diare, mual, muntah, batuk dan pilek.
"Kita data pasien mulai Agustus. Puncaknya September. 99 persen kasus dapat hemodialisis. Sampai saat ini yang sudah sembuh 56 persen, ada yang sudah lepas dari hemodialisis," ujarnya. (*)
**) Dapatkan update informasi pilihan setiap hari dari TIMES Indonesia dengan bergabung di Grup Telegram TI Update. Caranya, klik link ini dan join. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi Telegram di HP.
TERBARU

Dispora Sebar Flyer Pendaftaran Bupati Cup III Tanpa Izin Pj Bupati Morotai, Plt Sekda: Kami Batalkan
20/10/2022 - 19:00
Pers Tunisia Kagumi Moderasi Beragama di Indonesia
20/10/2022 - 18:53
Pesan Presiden FIFA Soal Fun Football, PSSI: Sepak Bola Harus Jalan
20/10/2022 - 18:46
Program Usaha Z Chicken Dukung Pengentasan Warga Miskin
20/10/2022 - 18:25
Kepala Desa Plampangrejo Banyuwangi Mengundurkan Diri Dari Jabatan, Ada Apa ?
20/10/2022 - 18:23
TERPOPULER

Aksi Turun Jalan, Ratusan Aremania Bawa Keranda Mayat ke Balai Kota Malang
20/10/2022 - 11:34
Demo di PT Avia Avian, Warga Wotan Gresik Blokade Jalur Pantura
20/10/2022 - 10:34
Surga Tersembunyi di Hutan Gunung Lawu Ngawi, Paket Lengkap Spot Olahraga Ekstrim
20/10/2022 - 05:29
Penilaian Tengah Semester di SD Islam Nurul Yaqin Pacitan Tertib dan Lancar, Ini Kuncinya
20/10/2022 - 15:42
Kim Seon Ho Terima Tawaran Drakor Saeguk Hash's Shinru
20/10/2022 - 02:09
TRENDING

Aksi Turun Jalan, Ratusan Aremania Bawa Keranda Mayat ke Balai Kota Malang
20/10/2022 - 11:34
Hadapi Perkembangan Zaman, Gus Yahya Ingin NU Dikelola seperti Pemerintahan
18/10/2022 - 16:30
Korban Meninggal Tragedi Kanjuruhan Bertambah, Kini 133 Orang
18/10/2022 - 14:25
Petugas Gabungan di Bandara Juanda Gagalkan Penyelundupan Benih Lobster
18/10/2022 - 20:31
Investigasi Gangguan Ginjal Akut, Kementerian Kesehatan Setop Penjualan Obat Sirup
19/10/2022 - 13:19

FOKUS BERITA
1 Bencana Banjir di Indonesia
2 Tragedi Stadion Kanjuruhan
3 OTT KPK di MA
4 Kaisar Ferdy Sambo
5 Info Pemilu 2024
iGuides
Tawarkan Konsep Baru, Saygon Hotel and Cottage Terekomendasi Iguides 5 Star
20/03/2022 - 18:00
Skipjack, Kuliner Seafood Murah Rasa Bintang Lima, iGuides Recommended!
28/01/2022 - 10:38
Miliki Kolam Ombak Ikonik, Saygon Waterpark Iguides Recommended
07/12/2021 - 20:06
De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
19/07/2020 - 16:35
Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
12/10/2019 - 11:05
KOPI TIMES

Penegakan Hukum dan Cawapres Alternatif
19/10/2022 - 15:43
Visi Besar Ekonomi Digital Indonesia
19/10/2022 - 13:33
Peluang Usaha Hidroponik Masih Menggiurkan
19/10/2022 - 12:37
Peran Guru dan Sekolah dalam Membangun Paradigma Keberagamaan
18/10/2022 - 15:25
Karbon Indonesia, Cikal Bakal Freeport Jilid 2?
18/10/2022 - 12:27