0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Tidak Ada Kategori

    Apakah Metode Time Out dalam Pola Asuh Anak Berbahaya? - tempo

    6 min read

    Apakah Metode Time Out dalam Pola Asuh Anak Berbahaya?

    S. Dian Andryanto

    Minggu, 30 Oktober 2022 08:50 WIB

    TEMPO.COJakarta - Time out yang merupakan waktu menyendiri bagi anak dan orang tua telah menjadi metode untuk mengelola perilaku bermasalah selama beberapa dekade. Selain itu, juga merupakan pokok dari pola asuh anak.

    Metode time out direkomendasikan oleh sebagian besar dokter anak sebagai cara untuk mengekang perilaku negatif anak, mulai dari berbicara kembali hingga agresi fisik. Penelitian menunjukkan bahwa bila digunakan dengan benar —bersama dengan teknik lain yang menyeimbangkan pola asuh anak—time out akan efektif dan tidak membahayakan.

    Namun dalam beberapa tahun terakhir, time out telah mendapatkan kritik yang berpendapat bahwa pola asuh anak ini dapat mengisolasi dan menyebabkan anak-anak merasa ditinggalkan di masa krisis emosional mereka. Akibatnya, ini akan mengarah ke perebutan kekuasaan yang lebih besar daripada mengajar anak-anak untuk mengatur emosi, seperti dilansir dalam laman childmind.org

    Metode Time Out

    Time out telah menjadi metode pola asuh anak yang populer sejak ahli perilaku psikologis, Arthur Staats menciptakan istilah tersebut dan membuktikan keefektifannya pada 1950-an. Metode ini dibuat sebagai alternatif dari hukuman fisik yang populer kala itu. Idenya adalah bahwa banyak perilaku didorong oleh perhatian sehingga dengan menarik perhatian dari perilaku negatif orang tua dapat seiring waktu, memadamkannya dengan sama-sama saling berdiam diri beberapa waktu.

    Namun, sebuah artikel yang diterbitkan pada 2014 menyatakan bahwa time out dapat menyakit anak sehingga menyebabkan kegemparan dan menimbulkan reaksi terhadap teknik tersebut. Mengutip dari majalah Time, dalam kebanyakan kasus, pengalaman utama yang ditawarkan time out kepada anak adalah isolasi.

    Bahkan, ketika disajikan dengan sabar dan penuh kasih, time out mengajarkan anak bahwa ketika mereka melakukan kesalahan atau ketika mengalami kesulitan, anak akan dipaksa untuk menyendiri. Ini merupakan salah satu bentuk penolakan terhadap anak. Selain itu, time out seringkali tidak efektif dan membuat anak-anak lebih marah daripada sebelumnya sehingga time out dikatakan berbahaya.

    Time out juga dianggap berbahaya karena mengabaikan perilaku yang bermasalah terhadap si kecil. Pasalnya, time out akan menghilangkan perhatian yang diberikan orang tua kepada anak dan membuat anak dikurung di suatu ruangan tanpa adanya rangsangan dan empati. Kendati demikian, hal-hal atau pernyataan yang mengarah pada time out adalah metode pola asuh anak yang berbahaya dibantah oleh salah satu psikiater, yaitu Dr Anderson.  

    Melansir dari usnews, Dr Anderson menyatakan bahwa time out yang mendiamkan anak dalam ruangan setelah melakukan kesalahan merupakan penarikan perhatian yang bijaksana untuk membantu suatu perilaku buruk hilang.

    Metode ini bukan suatu pengabaian terhadap anak dan berjalan keluar ruangan setiap kali anak melakukan sesuatu yang tidak orang tua sukai. Sebab, mencoba berbincang  atau menghabiskan waktu dengan anak ketika anak bertingkah laku kurang baik dapat menyebabkan pertengkaran besar, tidak jarang kekerasan fisik pun juga tidak dapat dihindari. Tentunya, pertengkaran besar terhadap anak akan terus dan selalu berulang karena orang tua tidak baik dalam memendam emosi sehingga time out hadir untuk memberikan metode pola asuh yang harmonis.

    Dr Anderson juga menambahkan bahwa untuk melangsungkan time out agar berjalan dengan baik perlu memperhatikan berapa lama waktu yang digunakan untuk saling menenangkan diri antara orang tua dan anak. Penggunaan waktu menyendiri yang tepat membutuhkan jeda singkat. Akibatnya, ini dapat digunakan sebagai bagian dari strategi pola asuh anak yang dipikirkan dengan matang dan nantinya akan diikuti dengan umpan balik positif dalam hubungan anak dan orang tua.

    RACHEL FARAHDIBA R 

    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram "http://tempo.co/". Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.

    5 Keterampilan yang Perlu Dimiliki Anak Sebelum Meninggalkan Rumah untuk Hidup Mandiri

    20 jam lalu

    Tujuan utama memiliki keterampilan ini adalah memungkinkan anak menjaga diri sendiri saat mereka tumbuh dewasa.

    Dinas Kesehatan DKI: 135 Anak Kena Gagal Ginjal Akut

    1 hari lalu

    Dinas Kesehatan DKI Jakarta mencatat 135 anak terkena gangguan gagal ginjal akut progresif atipikal selama periode Januari-Oktober 2022

    Time Out, Apakah Pola Asuh yang Bermanfaat untuk Kedisiplinan Anak?

    1 hari lalu

    Metode time out dalam pola asuh bertujuan untuk memberikan waktu anak dan orang tua untuk sama-sama menenangkan diri

    6 Cara Mencegah Anak Menjadi Obesitas

    2 hari lalu

    Obesitas dapat menyebabkan masalah kesehatan jangka panjang pada anak.

    Jangan Sembarang Beri Anak Antibiotik, Dokter Sebut Alasannya

    3 hari lalu

    Dokter melarang orang tua langsung memberikan antibiotik pada anak yang demam tanpa adanya indikasi.

    Terobsesi Berlebihan Menerapkan Pola Makan Sehat, Apa Itu Orthorexia?

    3 hari lalu

    Penerapan pola makan sehat berlebihan menandakan orthorexia

    Aneka Manfaat Beri Penghargaan pada Anak

    3 hari lalu

    Ada beberapa manfaat memberi penghargaan pada anak, selain sebagai motivasi. Berikut penjelasan psikolog.

    Apa Saja Fungsi Tes Kejiwaan?

    3 hari lalu

    Tes kejiwaan dilakukan oleh psikolog yang akan memeriksa dan mengevaluasi hasilnya untuk menentukan penyebab

    Pertolongan Pertama yang Harus Dilakukan Orangtua saat Anak Demam

    3 hari lalu

    Demam pada anak memang bisa membuat orangtua khawatir. Berikut pertolongan pertama yang harus dilakukan orangtua ketika anaknya mengalami demam.

    Kasus Gagal Ginjal Akut di Kabupaten Tangerang: Empat Meninggal, Dua Masih Dirawat

    4 hari lalu

    Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang mengonfirmasi sebanyak enam anak usia di bawah lima tahun mengalami gagal ginjal akut.

    [Category Opsiin, Media Informasi]

    [Tags Featured, PILIHAN]

    Komentar
    Additional JS