Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    CONNECTING TRANSMISSION...
    Home Tidak Ada Kategori

    Waspada Gagal Ginjal Akut, Pemerintah Setop Penjualan Obat Sirop - CNN Indonesia

    2 min read

    Waspada Gagal Ginjal Akut, Pemerintah Setop Penjualan Obat Sirop

    CNN Indonesia
    3-4 minutes
    Kamis, 20 Okt 2022 07:07 WIB

    Pemerintah berupaya mengantisipasi kasus gagal ginjal akut progresif atipikal yang mayoritas menyerang usia anak-anak dengan menyetop penjualan obat sirop.

    Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menginstruksikan seluruh apotek yang beroperasi di Indonesia untuk sementara ini tidak menjual obat bebas dalam bentuk sirop kepada masyarakat. (iStockphoto/spukkato)

    Yuk, daftarkan email jika ingin menerima Newsletter kami setiap awal pekan.

    Jakarta, CNN Indonesia --

    Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menginstruksikan seluruh apotek yang beroperasi di Indonesia untuk sementara ini tidak menjual obat bebas dalam bentuk sirop kepada masyarakat.

    Para tenaga kesehatan juga diminta tak lagi memberikan resep obat sirop kepada pasien. Langkah ini diambil pemerintah atas temuan gagal ginjal akut progresif atipikal yang mayoritas menyerang usia anak-anak.

    ADVERTISEMENT

    SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

    Ketetapan itu tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor SR.01.05/III/3461/2022 tentang Kewajiban Penyelidikan Epidemiologi dan Pelaporan Kasus Gangguan Ginjal Akut Atipikal (Atypical Progressive Acute Kidney Injury) Pada Anak yang diteken oleh Plt. Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Murti Utami pada Selasa (18/10).

    "Seluruh apotek untuk sementara tidak menjual obat bebas dan atau bebas terbatas dalam bentuk syrup kepada masyarakat sampai dilakukan pengumuman resmi dari Pemerintah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan," demikian bunyi poin 8 dari SE tersebut.

    Kemenkes kemudian merekomendasikan sejumlah metode pemberian obat pengganti obat sirop. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) juga ikut mengimbau agar dokter atau tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan dapat mulai memberikan obat puyer monoterapi kepada pasien.

    "Jadi silakan para dokter dan tenaga kesehatan, bisa menggunakan obat penurun panas, ada yang berupa tablet, ada yang bisa dimasukkan melalui anal atau suppositoria, dan melalui injeksi," kata Juru Bicara Kemenkes Mohammad Syahril dalam acara daring, Rabu (19/10).

    Syahril menyebut sejauh ini pihaknya masih belum mengetahui penyebab penyakit misterius yang mengakibatkan 99 pasien meninggal dari 206 kasus yang dilaporkan di 20 provinsi.

    Kendati demikian, ada temuan senyawa tertentu dalam riwayat obat yang dikonsumsi pasien gangguan ginjal akut progresif atipikal di Indonesia.

    Kemenkes masih belum bisa menyimpulkan hasil temuan itu lantaran membutuhkan bukti valid. Namun ia memastikan, penyakit misterius ini tidak terkait dengan pemberian vaksin virus corona (Covid-19).

    "Kemenkes dan IDAI saat ini membentuk tim untuk melakukan penelusuran lebih jauh tentang kasus ini," ujar Syahril.

    (khr/fra)

    Saksikan Video di Bawah Ini:

    VIDEO: RSUD Tasikmalaya Gudangkan Ratusan Obat Sirop Anak


    [Category Opsiin, Media Informasi]
    [Tags Gagal Ginjal, Kesehatan, Featured, Pilihan]
    Komentar
    Additional JS