Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    CONNECTING TRANSMISSION...
    Home Tidak Ada Kategori

    Penampakan 'Virus Zombie', Hidup Lagi usai Terkubur Es 48.500 Tahun? - CNN Indonesia

    4 min read


    Penampakan 'Virus Zombie', Hidup Lagi usai Terkubur Es 48.500 Tahun?

    CNN Indonesia
    Selasa, 06 Des 2022 07:56 WIB
    Tampilan beberapa jenis virus yang diangkut para ahli dari lapisan permafrost Siberia. (Foto: Tangkapan layar biorxiv.org)
    Jakarta, CNN Indonesia --

    Sebanyak 13 virus, salah satunya berusia 48.500 tahun, diangkat dari daratan beku atau permafrost di Siberia, Rusia, oleh sekelompok ilmuwan. Mungkinkah bisa bangkit lagi dan memberi ancaman pada manusia?

    Sebuah makalah di jurnal bioRxiv berjudul "An update on eukaryotic viruses revived from ancient permafrost" yang belum melalui proses peer-review, mengungkapkan, virus-virus itu bagian dari bahan organik yang mencair di tanah beku permafrost akibat pemanasan iklim.

    Sebanyak 13 virus baru itu diisolasi dari tujuh sampel permafrost Siberia kuno yang berbeda, satu dari sungai Lena, dan 1 dari Kamchatka.

    Lihat Juga :
    Tim dari Alfred Wegener Institut meneliti lapisan permafrost Siberia. (Foto: Alfred-Wegener-Institut / Thomas Opel via web www.awi.de)

    "Bagian dari bahan organik ini juga terdiri dari 25 mikroba seluler (prokariota, eukariota uniseluler) yang dihidupkan kembali serta virus yang tetap tidak aktif sejak zaman prasejarah," menurut para peneliti.

    Tim ahli lintas negara ini, di antaranya dari Institut de Microbiologie de la Méditerranée Prancis, Institute of Experimental Medicine Rusia, hingga Alfred Wegener Institute Jerman, menyatakan penelitian ini dimaksudkan untuk meluruskan soal kesalahpahaman virus yang hidup kembali di dua penelitian sebelumnya.

    "Tidak ada laporan tambahan tentang virus 'hidup' yang telah dipublikasikan sejak dua studi asli yang menjelaskan pithovirus (2014) dan mollivirus (2015)," ungkap mereka.

    "Kejadian seperti itu jarang terjadi dan bahwa 'virus zombie' bukanlah ancaman kesehatan masyarakat," lanjut keterangan itu.

    Lihat Juga :
    Lapisan permafrost, yang terletak di dekat desa Batagay di Siberia bagian timur. (Foto: Alfred-Wegener-Institut / Thomas Opel via web www.awi.de)

    Tim mengungkapkan 13 virus yang diteliti dengan protokol ketat ini termasuk dalam lima clade (kelompok organisme yang berevolusi dari nenek moyang yang sama) berbeda yang menginfeksi Acanthamoeba spp.

    Yakni, pandoravirus, cedratvirus, megavirus, pacmanvirus, serta keturunan (strain) pithovirus baru.

    "Namun sebelumnya tidak dihidupkan kembali dari permafrost," imbuh para pakar.

    Potensi bahaya

    Terlepas dari itu, tim pakar yang dipimpin oleh Jean-Marie Alempic dari Prancis ini mengungkap potensi virus untuk tetap menginfeksi walau sudah membeku ribuan tahun.

    "Penelitian ini menegaskan kapasitas virus DNA besar yang menginfeksi Acanthamoeba untuk tetap menular setelah lebih dari 48.500 tahun dihabiskan di permafrost yang dalam," tulis tim.

    FOTO: Ilmuwan Jepang Gunakan Cacing untuk Menguji Kanker Pankreas

    "Mengingat keragaman virus ini baik dalam struktur partikel dan mode replikasinya, orang dapat menyimpulkan bahwa banyak virus eukariotik lain yang menginfeksi varietas inang jauh melampaui Acanthamoeba spp. mungkin juga tetap menular dalam kondisi serupa," lanjut mereka.

    Terlepas dari itu, para pakar mengakui bias dalam penelitiannya. Sebab pertama, satu-satunya virus yang dapat dideteksi adalah spesies Acanthamoeba yang menginfeksi. Kedua, tim mengandalkan amoeba "sakit" untuk menunjukkan kultur yang berpotensi mereplikasi virus.

    Ketiga, dukungan identifikasi virus "raksasa" yang membuka kemungkinan banyak virus kecil non-lytic (yang tidak berkembang terpisah dari DNA inang) lolos dari pengawasan.

    Dikutip dari ScienceAlert, ahli virologi dari University of California Eric Delwart sepakat bahwa virus raksasa tersebut merupakan permulaan untuk mengeksplorasi apa yang tersembunyi di bawah permafrost.

    Para ahli meneliti lapisan batuan di permafrost. (Foto: Alfred-Wegener-Institut / Thomas Opel via web www.awi.de)
    Lihat Juga :
    Informasi lainnya dan terkini di https://opsimin.wordpress.com/
    Opsi Media Informasi Group X Kamidi
    [Category Opsiin, Media Informasi]
    [Tags Virus Zombie, Featured, Pilihan]

    Komentar
    Additional JS