Peneliti BRIN Beberkan Alasan Ibu-ibu Belum Pasti Mencoblos di Pemilu 2024 By BeritaSatu
Peneliti BRIN Beberkan Alasan Ibu-ibu Belum Pasti Mencoblos di Pemilu 2024
:extract_focal()/https%3A%2F%2Fimg2.beritasatu.com%2Fcache%2Fberitasatu%2F960x620-3%2F2023%2F08%2F1691600074-3049x2189.webp)
Jakarta, Beritasatu.com - Direktur Politik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Mochammad Nurhasim menilai massa mengambang (swing voters) di kaum perempuan khususnya ibu-ibu masih cukup tinggi. Menurut Nurhasim, hal tersebut mengkhawatirkan karena berpengaruh terhadap partisipasi pemilih di Pemilu 2024.
"Kalau saya lihat persentase kaum perempuan yang belum memutuskan pilihannya masih tinggi dan itu sangat mengkhawatirkan. Sekitar 30 persen artinya bila jumlah pemilih perempuan sebesar 102 juta jiwa, maka 30 juta pemilih perempuan belum menentukan pilihannya," ujar Nurhasim merespons hasil Survei Nasional Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) bertajuk 'Capres Pilihan Emak-Emak' di Aryaduta Hotel, Semanggi, Jakarta, Rabu (9/8/2023).
Dalam survei LPI tersebut, sebanyak 40,5 persen emak-emak pasti menggunakan hak pilihnya, lalu sebanyak 30,5 persen yang ragu-ragu atau belum pasti mencoblos pada 14 Februari 2023, yang belum tahu sebanyak 19,75 persen dan sisanya menjawab tidak akan mencoblos.
Menurut Nurhasim, banyak faktor yang bisa menjadi penyebab emak-emak belum memutuskan akan nyoblos pada Pemilu 2024. Salah satunya adalah tingkat ekspektasi kaum perempuan yang begitu tinggi atas kebijakan-kebijakan afirmasi terhadap perempuan.
Selain itu, kata dia, faktor bakal cawapres juga akan mempengaruhi keputusan emak-emak menentukan pilihan dan nyoblos. Termasuk, tutur dia, visi dan agenda program para bacapres.
"Bisa jadi ini adalah titik balik kaum perempuan, emak-emak yang sebelumnya terlihat militan dan solid, akan tetapi tetap saja, mereka yang sudah dipilih belum dapat menyelesaikan isu klasik yang dihadapi oleh emak-emak utamanya isu ekonomi,” ungkap dia.
Lebih lanjut, Nurhasim mengatakan survei LPI ini seharusnya bisa memantik para capres yang berkontestasi dalam Pilpres 2024, utamanya dalam menggaet pemilih terbesar di Indonesia yaitu kaum perempuan.
Diketahui, survei terbaru Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) menunjukkan bakal capres Ganjar Pranowo menjadi capres ideal pilihan emak-emak. Berdasarkan survei tersebut, Ganjar Pranowo berada di angka 32,50 persen sebagai capres ideal menurut emak-emak.
Ganjar unggul tipis dari Prabowo Subianto di angka 31,75 persen dan Anies Baswedan tertinggal jauh dari Ganjar dan Prabowo, yakni di angka 26,25 persen. Sementara sisanya menjawab tidak tahu atau tidak menjawab saat survei dilakukan.
"Secara umum, dari keseluruhan indikator, bacapres Ganjar Pranowo unggul tipis dengan bacapres Prabowo Subianto dan berjarak cukup jauh dengan bacapres Anies Baswedan," ujar Wakil Direktur LPI Ali Ramadhan di acara Launching Survei Nasional LPI bertajuk 'Capres Pilihan Emak-Emak' di Aryaduta Hotel, Jakarta.
Survei LPI ini digelar pada 20 Juli-1 Agustus 2023 terhadap 920 responden yang merupakan pemilih dengan kluster emak-emak. Pengambilan sampling menggunakan systematic random sampling di mana subjek yang diambil sebagai sampel berasal dari populasi yang lebih besar serta dipilih secara sistematis dan acak sesuai dengan tujuan penelitian. Margin of error dari survei sebesar 3,2 persen pada tingkat kepercayaan ± 95 persen.