GAZA, iNews.id - Seorang dokter di Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza mengungkap, para korban tewas serangan Israel menderita luka yang tak biasa. Bahkan luka yang disebabkan senjata itu menyebabkan 100 persen kematian. Artinya ,siapa saja yang terkena senjata tersebut akan meninggal dunia.
Dalam wawancara kepada Al Jazeera, dokter yang tak disebutkan identitasnya itu mengatakan, para korban dibawa ke rumah sakit mulanya dalam kondisi luka. Namun luka tersebut memicu komplikasi.
Dokter itu menegaskan, luka tersebut besar kemungkinan berasal dari senjata atau amunisi pasukan Israel yang tidak biasa.
Sejak menangani korban serangan Israel beberapa tahun silam, para dokter mengaku baru pertama kali melihat luka seperti itu. Luka yang dimaksud adalah luka bakar tingkat empat di sekujur tubuh.
Hal senada disampaikan dokter RS As Syifa yang menjadi rujukan utama korban serangan Israel di Gaza. Dokter ahli bedah Ghassan Abu Sitta mengatakan, petugas medis kehabisan obat untuk menangani korban luka bakar.
Kami menangani lebih dari 70 orang yang terluka dengan luka bakar menutupi lebih dari 40 persen permukaan tubuh. 80 persennya adalah anak-anak, kata Abu Sitta, dalam posting-an di X.
Israel selalu membantah menggunakan senjata terlarang dalam menyerang Gaza. Sebelumnya Kementerian Luar Negeri Palestina menyebut Israel menggunakan bom fosfor putih di Gaza.
Disebutkan, pasukan Zionis Israel menjatuhkan bom fosfor dalam serangan ke Al Karama pada 10 Oktober malam.
"Pesawat-pesawat tempur dan artileri menggunakan fosfor putih yang dilarang secara internasional, menghancurkan lingkungan Al Karama di barat laut Kota Gaza dengan serangan udara yang terus-menerus," bunyi pernyataan.
Laporan Kemlu Palestina itu diamni dua lembaga HAM internasional, Human Right Watch dan Amnesty International, yang menegaskan penggunaan bom fosfor putih oleh Israel.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar