Presiden Ukraina Belum Siap Bicara dengan Rusia – Kompas - https://ift.tt/HfDiYlI
Presiden Ukraina Belum Siap Bicara dengan Rusia

1:35 Estimated 334 Words ID Language
KYIV, KOMPAS.com – Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pada Minggu (5/11/2023) mengaku belum siap berbicara dengan Rusia, kecuali jika pasukan Moskwa menarik diri dari negaranya.
Komentar Zelensky dilontarkan untuk menanggapi para pejabat Amerika Serikat (AS) dan Eropa yang sudah berbicara dengan Pemerintah Ukraina tentang negosiasi untuk mengakhiri perang.
Salah satu komandan senior Ukraina juga sempat berkata, konflik ini menemui jalan buntu.
Baca juga: PM Israel Hukum Menteri yang Ancam Jatuhkan Bom Nuklir di Gaza
Baca juga: Mengapa Hanya Sedikit Orang Rusia yang Menentang Perang di Ukraina?
"(Amerika Serikat) tahu saya belum siap berbicara dengan para teroris, karena perkataan mereka tidak berarti apa-apa," kata Zelensky dalam wawancara dengan program Meet the Press di NBC.
"Untuk sekarang, saya tidak memiliki hubungan apa pun dengan Rusia, dan mereka tahu posisi saya," lanjutnya, dikutip dari kantor berita AFP.
Zelensky menambahkan, "Mereka harus keluar dari wilayah kami, hanya setelah itu, dunia dapat beralih ke diplomasi."
Baca juga: Rusia Uji Coba Rudal Bulava, Mampu Tempuh Jarak 8.000 Km
Menurutnya, konflik Rusia-Ukraina sudah mencapai situasi sulit tetapi bukan jalan buntu.
"Di garis depan bukan rahasia lagi, kami tidak punya pertahanan udara. Itulah mengapa Rusia menguasai langit. Kalau mereka menguasai seluruh langit, sampai kami mempunyai pertahanan udara, kami tidak bisa bergerak cepat ke depan," ucapnya.
Baca juga:
- Rusia Penjarakan Tentara Ukraina Seumur Hidup
- Rusia Tembaki 118 Permukiman di Ukraina dalam 24 Jam
- Ukraina Selidiki Serangan Rusia Saat Upacara Penghargaan Tentara
Garis depan yang lebar dalam perang ini hampir tidak bergeser selama lebih dari setahun, meski Ukraina menyerang balik pada Juni 2023 untuk merebut kembali wilayah-wilayah yang diduduki Rusia.
Zelensky sering bertemu para pemimpin negara-negara Barat untuk mendapatkan lebih banyak pertahanan udara.
Adapun perang Rusia-Ukraina kini telah berlangsung lebih dari 600 hari.
Baca juga: Taktik Hamas untuk Jebak Israel di Gaza
Baca juga: Rusia Uji Coba Rudal Bulava, Mampu Tempuh Jarak 8.000 Km
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
from Opsiin – Kopiminfo https://ift.tt/HfDiYlI
via IFTTT