JAKARTA, iNews.id - Debat cawapres perdana telah berakhir. Ada sejumlah momen yang mencuri perhatian selama berlangsungnya debat cawapres di Pilpres 2024 tersebut.
Salah satunya seperti sorotan dari pengamat telematika Roy Suryo yang mengkritik Cawapres Gibran Rakabuming Raka menggunakan 3 mic sekaligus dalam debat. Ketiganya yakni mic clip-on, hand-held dan head-set dalam debat Cawapres 2024
"Kemarin sdh saya duga, Utk menghindari CHEATING, Sebaiknya next KPU ADIL. Kenapa si No 2 ini sampai gunakan 3 (TIGA) MIC sekaligus: 1. Clip-on, 2. Hand-held & 3. Head-set ? Apa gunanya juga ada EARPHONE ? SIAPA yg bisa FEEDING ke Telinganya? Mengapa 2 Calon yg lain BEDA ? AMBYAR," tulis Roy Suryo di akun X @KRMTRoySuryo1 dikutip Sabtu (23/12/2023).
Kemudian ada juga momen mic Cak Imin jatuh saat momen tanya jawab dengan Gibran. Insiden itu terjadi saat Cak Imin mendengarkan jawaban Gibran atas pertanyaannya investasi di Solo.
Awalnya Cak Imin terlihat menyimak setelah melempar pertanyaan ke Gibran soal bagaimana agar proyek-proyek besar bisa dibangun di daerah, seperti Solo di bawah kepemimpinan Gibran saat menjadi wali kota. Dengan begitu, kepala daerah lainnya bisa belajar dari Gibran.
Gibran lalu menjawab dan menanggapi. Belum lama dia menjawab, mic di podium Cak Imin terjatuh. Cak Imin pun refleks langsung mengambilnya.
Gibran yang saat itu sedang menjawab pertanyaan Cak Imin sempat gagal fokus. Dia terlihat senyum-senyum dan seperti menahan tawa karena insiden mic terjatuh tersebut.
Ada juga momen saat Gibran menanyakan terkait ekonomi syariah global kepada Cak Imin dengan menggunakan istilah SGIE atau State of the Global Islamic Economy. SGIE kerap menjadi referensi terkait pengembangan ekonomi syariah dunia.
Namun, terkait pertanyaan yang diajukan Gibran, Cak Imin menjawab tidak pernah mendengar istilah SGIE tersebut.
"Saya ga paham, SGIE apa? Saya tidak pernah mendengar istilah ini," ucap Cak Imin kepada Gibran.
Dikutip dari DinarStandard, State of the Global Islamic Economy atau SGIE merupakan laporan keadaan ekonomi syariah global yang dikeluarkan setiap tahun. Laporan ini terdiri dari berbagai sektor yang terkait dengan syariah seperti di bidang makanan, farmasi, kosmetik, fasyen, perjalanan, dan rekreasi.
Sementara, terkait Indonesia dalam SGIE yang terbaru yakni produk makanan halal Indonesia yang berada di peringkat dua dunia berdasarkan SGIE Report 2022 yang dirilis DinarStandard. Sementara, kategori modest fashion serta farmasi dan kosmetik, Indonesia menduduki peringkat tiga dan sembilan.
Selain itu, berdasarkan laporan yang sama, Indonesia mampu mempertahankan posisi keempat dunia dalam hal pengembangan ekosistem ekonomi syariah yang kuat dan sehat. Tidak hanya itu, pada SGIE Report 2022 menunjukkan kemajuan Indonesia dalam inovasi di beberapa aspek ekonomi syariah lainnya.
Editor : Donald Karouw
Follow Berita iNews di Google News
Komentar
Posting Komentar